Massa Tolak Pemakaman 2 Jenazah PDP Corona, Pj Wali Kota Makassar Mengaku Terlambat Dapat Info

Kompas.com - 31/03/2020, 20:53 WIB
Ratusan Massa berkumpul dan menolak pemakaman jenazah covid-19 di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (31/3/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTORatusan Massa berkumpul dan menolak pemakaman jenazah covid-19 di Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar, Selasa (31/3/2020).

 

MAKASSAR, KOMPAS.com - Penolakan pemakaman jenazah PDP Covid-19 kembali terjadi di Antang, Kelurahan Manggala, Kota Makassar.

Penolakan itu dilakukan ratusan warga yang takut tertular virus setelah jenazah dimakamkan di lokasi tersebut.

Menanggapi dua kasus penolakan pemakaman jenazah PDP covid-19, Pejabat Walikota Makassar, Iqbal Suhaeb mengaku pihaknya terlambat mendapat informasi rencana pemakaman jenazah tersebut dari pihak rumah sakit.

Baca juga: Warga Tolak Pemakaman Jenazah Mantan Anggota DPRD Sulsel yang Diduga Positif Corona

 

Sehingga, ratusan massa yang lebih dulu berkumpul sebelum pihak Tripika kecamatan datang ke lokasi pemakaman. 

“Sebenarnya, jika kami diinformasikan lebih awal rencana pemakaman jenazah pasien Covid-19 di mana, Pemerintah Kota akan koordinasi dengan pihak-pihak terkait untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang jenazah virus corona tidak menular. Ternyata, kami diinformasikan setelah berkumpul masyarakat di sekitar lokasi pemakaman di Antang,” katanya.

Dengan berkumpulnya massa lebih dulu, kata Iqbal, tripika kecamatan terdiri dari camat, lurah, Kapolsek, Danramil kesulitan melakukan sosialisasi dan memberikan edukasi kepada masyarakat.

Dengan dua kejadian penolakan pemakaman jenazah Covid-19 di Makassar, dia berharap koordinasi pihak terkait lebih baik lagi.   

“Ya, kalau sudah ratusan massa kumpul sudah sulit. Karena belum ada edukasi dan disosialisasikan sebelumnya. Ya terpaksa dicarikan lokasi pemakaman lainnya di Makassar. Kami harapkan ke depannya disampaikan sebelumnya di mana lokasi pemakamannya. Agar aparat kami bersama Tripika Kecamatan bisa langsung edukasi di sekitar lokasi pemakaman, sehingga tidak ada lagi penolakan,” jelasnya.

Iqbal mengaku, Pemkot Makassar terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat bahwa virus corona bukan aib dan merupakan wabah penyakit.

Pihaknya juga akan meningkatkan sosialisasi dan edukasi di sekitar lokasi pemakaman-pemakaman di Kota Makassar.

Baca juga: Pemkab Banyumas Siapkan Tempat Pemakaman Khusus untuk Pasien Corona

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Kapasitas Tempat Tidur Pasien Covid-19 di NTB Nyaris Terisi 100 Persen

Regional
Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Geger Temuan Ular Sanca 4 Meter, Dikira Bambu yang Melintang di Jalan

Regional
Hitam Merah Kota Surabaya

Hitam Merah Kota Surabaya

Regional
PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

PDP Dinyatakan Positif Corona usai Dimakamkan, 26 Anggota Keluarga Jadi ODP

Regional
Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Dalam 3 Hari 508 Pasien Covid-19 Sembuh, Khofifah: Terima Kasih Tenaga Medis

Regional
Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Detik-detik Sofian Dicakar dan Diterkam Harimau, Berupaya Panjat Pohon Karet

Regional
Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Meski Gunakan Pesawat Canggih, Speedboat Bawa 10 Pesepak Bola Tak Juga Ditemukan

Regional
Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Kakek Penjual Sabun Keliling Kena Hipnotis hingga Uangnya Raib, Kapolres Turun Tangan

Regional
'Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak'

"Kondisinya Mengerikan, Para Guru Tak Menghiraukan Jaga Jarak"

Regional
Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Peti Jenazah PDP Covid-19 Terjungkal, Keluarga Amuk Petugas: Angkat Jenazahnya!

Regional
Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Karyawati SPBU Ditampar Pengendara Motor yang Tak Mau Antre, Korban Lapor Polisi

Regional
Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Jadi Kawasan Tertinggi Penyebaran Covid-19, Jalan di Surabaya Ini Ditutup

Regional
Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Dinyatakan Bebas, Ferdian Paleka akan Kembali Dipanggil Polisi, Mengapa?

Regional
Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Cabuli 10 Gadis, Pemuda Kediri Diamankan Polisi, 1 Korban Hamil dan Aborsi

Regional
[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

[POPULER NUSANTARA] Viral Video Karyawati Ditampar Konsumen | Karena Asmara, Pelajar Dikeroyok 3 TNI

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X