Kompas.com - 31/03/2020, 16:13 WIB
Warga Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Jember memasang banner penolakan hotel wisata rembangan jadi tempat karantina Covid 19 KOMPAS.com/istimewaWarga Desa Kemuning Lor Kecamatan Arjasa Jember memasang banner penolakan hotel wisata rembangan jadi tempat karantina Covid 19

JEMBER, KOMPAS.com – Warga Desa Kemuning Lor, Kecamatan Arjasa, Jember, memasang spanduk penolakan hotel wisata rembangan menjadi pusat karantina Covid-19, Senin (30/3/2020) malam.

Warga khawatir tertular penyakit tersebut. Sebab, air yang digunakan untuk kebutuhan sehari-hari berasal dari wisata rembangan.

Selain memasang spanduk, warga juga sempat mendatangi kantor kepala desa Kemuning Lor.

Di sana mereka mengajukan penolakan wisata rembangan jadi karantina Covid-19.

Baca juga: Cegah Corona di Jember, Tetapkan KLB hingga Jam Operasional Pasar Dibatasi

“Warga mendengan kabar kalau wisata rembangan itu memang mau dijadikan karantina Covid-19,” kata Hamdi, warga Dusun Darungan, Desa Kemuning Lor, kepada Kompas.com, via telepon, Selasa (31/3/2020).

Menurut dia, saat itu sudah ada beberapa alat kesehatan yang dibawa ke wisata rembangan, seperti kasur.

Akhirnya, warga resah dengan kabar tersebut dan menolak.

“Setelah bertemu dengan Muspika, katanya bukan karantina untuk yang positif corona, tapi ODP,” tutur dia.

Namun, pihaknya tetap menolak meskipun diperuntukkan bagi ODP.

Sebab, mereka khawatir virus corona menular.

 

“Warga tetap menolak, bahkan pasang banner di jalan mau masuk ke rembangan, di dekat ternak sapi susu,” tambah dia.

Penolakan warga juga karena wisata rembangan berada di daerah dingin.

Mereka menilai, virus corona mudah menular di udara yang dingin.

Apalagi, air yang dipakai warga juga mengalir dari kawasangan wisata rembangan.

“Saya pribadi juga ikut menolak, tapi kalau kebijakan pemerintah seperti itu, yang penting dijaga,” ucap dia.

Namun, pihaknya tetap berharap agar wisata rembangan tidak jadi pusat karantina.

Sementara itu, Camat Arjasa Herwan Agus Darmanto menambahkan, wisata rembangan hanya akan dijadikan tempat untuk memeriksa warga yang datang ke Jember.

Baca juga: Tugas Lengkap Relawan Desa Tanggap Covid-19: Mendata hingga Siapkan Rumah Karantina

 

Pemeriksaan dilakukan bagi mereka yang pernah tinggal di zona merah, seperti Surabaya atau Bali.

“Seperti warga Arjasa yang bekerja di Bali, mereka tidak boleh pulang seenaknya sendiri,” terang dia.

Apabila ada yang ditemukan sakit, maka akan dibawa ke RSD dr Soebandi untuk dilakukan perawatan.

Hotel wisata rembangan diperuntukkan untuk menampung dan memeriksa orang dari zona merah.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Ajak Masyarakat Hormati Orang Tua, Ridwan Kamil: Jangan Sampai Ada Lansia Terlantar

Regional
Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X