12 Anggota Fraksi PKB DPRD Jabar Siap Potong Gaji demi Lawan Corona

Kompas.com - 31/03/2020, 14:38 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

BANDUNG, KOMPAS.com - Sebanyak 12 anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) siap jika gajinya dipotong sebagian demi untuk membantu dan berpartisipasi dalam upaya pencegahan Covid-19 di Indonesia.

Dana yang dikumpulkan akan digunakan untuk membeli suplai berbagai jenis alat pencegah penyebaran virus mematikan tersebut.

"PKB peduli Covid-19, mulai bulan April ini, gaji 12 orang anggota PKB Jabar akan dipotong selama dua bulan, April sampai Mei. Dana yang terkumpul akan digunakan beli alat pelindung diri (APD), hand sanitizer, disinfektan untuk penyemprotan lingkungan warga, dan membeli vitamin C dan E," ungkap Ketua Fraksi PKB DPRD Jawa Barat, Sidkon Djampi, dalam keterangan tertulis kepada Kompas.com, Selasa (31/03/2020).

Baca juga: Pemprov dan DPRD Jabar Sepakat Rp 18 Triliun untuk Warga yang Terdampak Covid-19

Bahan dan peralatan pencegah virus corona tersebut akan distribusikan ke Posko-posko PKB Peduli Covid-19 yang tersebar di 27 DPC PKB kabupaten kota se-Jawa Barat.

Pekan lalu, DPW PKB Jabar melalui rapat koordinasi secara online telah memutuskan untuk menjalankan program kepedulian terhadap Covid-19 tersebut di seluruh DPC PKB se-Jawa Barat guna membantu masyarakat dan pemerintah dalam mencegah penyebaran virus corona.

"Barang-barang itu akan didistribusikan, kecuali vitamin C dan E, akan didistribusikan ke pesantren-pesantren yang 'lockdown', yang tidak bisa keluar. Ini sebagai stimulus imun tubuh untuk para santri," jelasnya.

Selanjutnya, kata Sidkon, partainya juga mengajak warga Jawa Barat untuk mendukung setiap program pemerintah dan benar-benar serius dalam melaksankannya guna bersama-sama menghentikan penyebaran virus corona khususnya di Jawa Barat.

Sidkon mengimbau kepada warga untuk tetap berada di dalam rumah sementara waktu. Sebab, dengan berdiam diri di rumah selama jangka waktu yang telah ditentukan guna menerapkan social distancing, juga merupakan salah satu cara efektif memutus mata rantai penyebaran covid 19.

"Kita juga harus senantiasa bermunajat kepada Allah agar dijauhkan dari marabahaya apapun termasuk dari Covid-19 , kemudian memohon juga kepada Allah agar Covid-19 ini di seluruh dunia segera Allah lumpuhkan agar dunia terbebas dari Covid-19, bebas dari ancaman dan marabahaya virus corona," bebernya.

Baca juga: Anggota DPRD Jabar Minta Pemprov Tunda Pembangunan Infrastruktur

Sekertaris Fraksi PKB, Hasim Adanan menambahkan, aksi potong gaji ini tidak hanya dilakukan Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar serta seluruh ASN di lingkungan Pemda Provinsi Jawa Barat. Seluruh anggota Fraksi PKB DPRD Jabar pun melakukan inisiatif yang sama demi memutus mata rantai penyebaran virus corona yang semakin masif ini.

"Jika dilihat dari besaran rupiahnya mungkin tidak seberapa jika dibandingkan dengan beban biaya yang dibutuhkan masyarakat. Namun sejatinya kami ingin mengobarkan semangat kepada seluruh kalangan masyarakat untuk bersama-sama berikhtiar menghentikan penyebaran Covid-19 ini," pungkas Hasim.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X