Okupansi Hotel di Cianjur Anjlok Drastis Imbas Corona, Ribuan Karyawan Dirumahkan

Kompas.com - 31/03/2020, 13:28 WIB
Situasi sepi di salahsatu halaman hotel di Cianjur, Jawa Barat. Wabah virus corona saat ini membuat bisnis hotel ambruk KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSituasi sepi di salahsatu halaman hotel di Cianjur, Jawa Barat. Wabah virus corona saat ini membuat bisnis hotel ambruk

CIANJUR, KOMPAS.com – Sejumlah hotel dan penginapan di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, terpaksa merumahkan sebagian karyawannya sebagai imbas wabah virus corona (Covid-19) yang terus bereskalasi secara global, nasional, maupun lokal.

Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Cianjur (PHRI) Kabupaten Cianjur Nano Indrapraja mengatakan, setengah dari jumlah keseluruhan karyawan hotel dan restoran di Cianjur, baik anggota dan non-anggota PHRI telah dirumahkan.

Adapun jumlah hotel dan restoran yang tergabung dalam BPC PHRI Cianjur sendiri saat ini tercatat sebanyak 29 hotel dan 12 restoran.

“Karyawan anggota kita jumlahnya ada 2.000 orang, dan yang non-anggota sebanyak seribu. Jadi, dari 3.000 karyawan, setengahnya sudah dirumahkan sementara,” kata Nano kepada Kompas.com, Selasa (31/3/2020).

Baca juga: Jumlah ODP di Cianjur Menjadi 144 Orang, Bertambah karena Pemudik 

Namun demikian, disebutkan Nano, pihak perusahaan tetap memenuhi hak para karyawannya, kendati disesuaikan jam kerja.

“Biar berkeadilan, mereka bekerja secara bergiliran dengan karyawan lain. Jadi, per separuh bulan bekerja, sisanya dirumahkan. Para karyawan bekerja bergantian,” ujar dia.

Akan tetapi, sejak dua pekan lalu, ada sejumlah hotel yang memutuskan menghentikan seluruh operasionalnya.

“Beroperasi juga percuma, tamu sudah tidak ada yang datang,” katanya.

Baca juga: Cianjur Berlakukan Isolasi Lokal, Pertahankan Status Zona Hijau Covid-19 

Disebutkan, sejak awal Maret, tingkat hunian hotel dan pengunjung restoran anjlok drastis dibandingkan tahun lalu.

“Per triwulan pertama, tingkat hunian tahun ini di bawah 3 persen. Padahal, tahun lalu bisa mencapai 60 persen. Pendapatan dari sektor ini hilang puluhan miliar rupiah,” kata Nano.

Pihaknya berharap, wabah segera berlalu dan keadaan bisa kembali pulih, dan para karyawan yang dirumahkan bisa dipanggil lagi nanti untuk kembali bekerja.

"Semoga keadaan bisa kembali membaik, dan semua sektor bisa cepat melakukan recovery,” ucapnya.

Baca juga: Gaji Ridwan Kamil dan ASN Pemprov Jabar Akan Dipotong 4 Bulan



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Cerita Mulyadi Tahu Anaknya Tewas Kecelakaan dari Media Sosial Setelah 11 Hari Pergi dari Rumah

Regional
Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Kampus Unanda Palopo Terbakar, Kerugian Ditaksir Capai Rp 6 Miliar

Regional
Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Soal Ditutupnya Obyek Wisata Dusun Semilir Semarang, Nekat Langgar Protokol Kesehatan Meski Sudah Diperingatkan

Regional
Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Pamit Pergi Berenang, Seorang ASN Ditemukan Tewas di Laut

Regional
Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Terungkap, Ini Identitas Pria yang Tewas Ditabrak Truk Tangki Saat Bersila di Jalan

Regional
Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Cerita Serka Silvi Tinggalkan 2 Anak Balita demi Misi PBB ke Lebanon: Berat tapi Saya Tegarkan Hati

Regional
469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

469 Petugas KPPS Kota Padang Reaktif Covid-19, Jika Positif Tidak Akan Diganti

Regional
Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah dan Data yang Tak Selaras

Regional
Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Jelang Pencoblosan Pilkada, Kota Serang, Cilegon dan Tangsel Masuk Zona Merah

Regional
Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Warga Positif Covid-19 Tetap Bisa Ikut Pilkada, Mencoblos di TPS Terdekat

Regional
Edarkan 'Pil Setan' ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Edarkan "Pil Setan" ke Pelajar, Pria Asal Cianjur Diringkus Polisi

Regional
Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Diminta Klarifikasi Kampanye Bagi-bagi Kartu, Calon Bupati Ogan Ilir Mangkir Dipanggil Bawaslu

Regional
Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Modus Nikah Siri, Pelajar Dibawa Kabur dan Dicabuli Berkali-kali

Regional
Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Hati-hati, 80 Persen Pintu Perlintasan Kereta Api Tidak Dijaga

Regional
Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Terjadi Penularan Antarkeluarga, Satu RT di Yogyakarta Diisolasi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X