Pembunuhan Sadis ABG di Kalbar, Usai Dibunuh Korban Disetubuhi Pelaku

Kompas.com - 31/03/2020, 13:21 WIB
Satreskrim Polres Landak melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kematian perempuan berusia 16 tahun, Minggu (29/3/2020). dok Polres LandakSatreskrim Polres Landak melakukan olah tempat kejadian perkara untuk menyelidiki penyebab kematian perempuan berusia 16 tahun, Minggu (29/3/2020).
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Warga di Desa Pak Mayam, Kecamatan Ngabang, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, digegerkan dengan penemuan sesosok mayat perempuan pada Minggu (29/3/2020) siang.

Mayat yang diketahui berinisial TN (16), tersebut ditemukan warga pertama kali tergeletak di samping pohon kawasan hutan desa setempat.

Dari hasil penyelidikan yang dilakukan polisi, korban diduga menjadi korban pembunuhan.

Setelah melakukan penyelidikan, kini pelaku pembunuhan tersebut sudah berhasil ditangkap polisi. Pelaku terancam hukuman 15 tahun penjara.

Hendak jadi pagar ayu

Ilustrasi tewas.Shutterstock Ilustrasi tewas.

Kejadian tersebut bermula saat korban TN hendak menjadi pagar ayu di acara pernikahan di rumah pamannya yang berjarak 500 meter dari rumahnya.

Namun saat sudah ditunggu keluarga saat acara itu korban tak kunjung datang.

Karena khawatir, keluarga bersama warga kemudian mencari korban.

Sekitar pukul 13.00 WIB, saudara kandung korban, Tris berhasil menemukan TN di semak-semak samping pohon dalam kondisi sudah tak bernyawa.

Baca juga: Fakta Baru Pembunuhan ABG di Kalbar, Setelah Tewas Korban Disetubuhi

Pelaku tetangganya sendiri

Ilustrasi garis polisi.THINKSTOCK Ilustrasi garis polisi.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Periksa Korban Pelecehan Rapid Test yang Terjadi di Bandara Soekarno-Hatta

Polisi Periksa Korban Pelecehan Rapid Test yang Terjadi di Bandara Soekarno-Hatta

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 September 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 21 September 2020

Regional
Menteri Agama Positif Covid-19, Gubernur dan Pejabat Pemprov NTB Jalani Tes Swab

Menteri Agama Positif Covid-19, Gubernur dan Pejabat Pemprov NTB Jalani Tes Swab

Regional
Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Kabupaten Karawang, Kota Bekasi dan Cirebon Jadi Zona Merah Covid-19

Regional
Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Lagi, Polisi Tangkap 2 Tersangka Penyerangan Acara Midodareni di Solo

Regional
Kronologi Bus Sugeng Rahayu Alami Kecelakaan di Ngawi

Kronologi Bus Sugeng Rahayu Alami Kecelakaan di Ngawi

Regional
Belasan Kantor di Denpasar Jadi Klaster Penularan Covid-19

Belasan Kantor di Denpasar Jadi Klaster Penularan Covid-19

Regional
6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

6 Bulan Tutup, KA Rute Kertapati-Lubuklinggau PP Kembali Beroperasi

Regional
Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Cabuli Gadis yang Ditilang, Oknum Polisi Lalu Lintas Terancam Dipecat

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 21 September 2020

Regional
Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani hingga Desakan Membentuk Tim Investigasi

Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani hingga Desakan Membentuk Tim Investigasi

Regional
PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

PNS RSUD Bantaeng Ditangkap Saat Sedang Pesta Sabu

Regional
Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto Positif Covid-19

Mantan Wali Kota Yogyakarta Herry Zudianto Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2020

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 21 September 2020

Regional
Sebelum Tabrak Polwan hingga Tewas, Wabup Yalimo Konsumsi 4 Botol Minuman Beralkohol

Sebelum Tabrak Polwan hingga Tewas, Wabup Yalimo Konsumsi 4 Botol Minuman Beralkohol

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X