Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Kompas.com - 30/03/2020, 21:31 WIB
Seorang satpam diberikan vitamin C untuk cegah virus corona dan turut mengedukasi masyarakat di Perumahan Bukit Raya RW 14, Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat. Dokumentasi WargaSeorang satpam diberikan vitamin C untuk cegah virus corona dan turut mengedukasi masyarakat di Perumahan Bukit Raya RW 14, Cimahpar, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Jawa Barat.

Ada pun pemberian materi edukasi Covid-19 tersebut, lanjut dia, adalah dengan menjelaskan hal terpenting yang perlu dilakukan seperti cuci tangan pakai sabun dan air mengalir selama 20 detik.

Lalu mengjak warga membuat spanduk social distancing serta memberikan edukasi cara meningkatkan imun tubuh. Kemudian mengenalkan virus corona secara ilmiah bukan dengan mitos.

Lalu, praktik cara menutup hidung dan mulut saat bersin atau batuk dan jangan keluar rumah jika tidak penting.

Baca juga: Kota Bogor Bersiap Hadapi Kemungkinan Local Lockdown

Kemudian, jangan menyentuh wajah sebelum mencuci tangan, dan yang terpenting adalah semangat berdoa serta tidak lupa bahagia.

Tindakan kecil berdampak penting

Menurutnya, lewat tindakan kecil ini bisa mempengaruhi warga dalam mencegah virus secara benar dan tepat sasaran.

Imelda mengatakan, lewat semangat itu, ia dan warga saling menguatkan, saling menolong, sehingga suasana pun menjadi kondusif.

"Jadi yang kita lakukan itu pertama, sesama warga di grup (WhatsApp) dan kebetulan ada dokter juga di situ yang membuat kita jadi berpikir positif karena beliau sering kasih imbauan, jadi kita tenang semuanya," terangnya.

"Banyaknya informasi berseliweran membuat yang utama terlupakan dan yang enggak penting malah dikerjakan, kondisi setiap wargakan enggak sama, ekonomi dan latar belakang pendidikannya. Tapi semangat kita itu adalah saling menguatkan, saling menolong, jadi kondusif suasananya," sambung dia.

Imelda menjelaskan, untuk ART sendiri tidak diwajibkan bekerja, namun bagi yang ingin tetap bekerja harus menaati sejumlah aturan.

Ia mengaku bahwa setiap warga selalu meminta ART membersihkan tangan dan kaki menggunakan sabun sebelum memulai bekerja. Kemudian, membatasi setiap pekerjaan rumah.

"Iya (kerja dibatasi) rata-rata jarang juga yang masuk dan jika masuk kita beri catatan misal, cuci tangan di taman sebelum masuk, dilarang pegang area dapur (tempat olahan makanan). Hanya cuci nyetrika, cuci pel, siram bunga, sikat kamar mandi kemudian pakai masker hanya jika batuk pilek dan kita beri vitamin juga," ucapnya.

Baca juga: Besok, Pemkot Bogor Lakukan Simulasi Rencana Karantina Wilayah

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Wisatawan Membludak, Pantai Selatan Garut Ditutup, Polisi Lakukan Penyekatan

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X