Wali Kota Sumbang 6 Bulan Gaji, PNS Patungan Bantu Warga Bontang Terdampak Covid-19

Kompas.com - 30/03/2020, 18:01 WIB
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni Rakor Penanganan Kasus Covid-19 dan membentuk  Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (17/3/2020). IstimewaWali Kota Bontang Neni Moerniaeni Rakor Penanganan Kasus Covid-19 dan membentuk Gugus Tugas Percepatan Penanganan Corona di Bontang, Kalimantan Timur, Selasa (17/3/2020).

SAMARINDA, KOMPAS.com – Wali Kota Bontang, Kalimantan Timur, Neni Moerniaeni akan mendonasikan gajinya untuk warga yang tidak bisa bekerja karena wabah Covid-19.

Kebijakan itu dilakukan Neni karena setiap hari menerima pesan singkat dari masyarakat yang mengeluh tidak bisa jualan setelah pemerintah melarang adanya keramaian.

“Ada yang bilang enggak punya uang. Enggak bisa bayar cicilan. Enggak bisa beli beras dan lain-lain. Ya sudah, saya putuskan bantu saja. Kadang saya bantu Rp 2 juta, Rp 1 juta, bahkan ada yang Rp 500 ribu,” kata Neni saat dihubungi Kompas.com, Senin (30/3/2020).

Baca juga: Bertambah 6, Jumlah Pasien Positif Corona di Kaltim Jadi 17 Orang

Bermula dari keluhan itu, akhirnya Neni memutuskan untuk mendonasikan gajinya terhitung dari Maret 2020 hingga Agustus 2020 kepada warga yang kehilangan mata pencaharian.

Neni mengakui dampak ekonomi yang terjadi akibat Covid-19 khusus kepada pelaku usaha informal sangat parah.

Orang tak bisa berjualan di pasar, penjual pentol tak bisa jualan di sekolah karena libur dan berbagai usaha lain yang menurun penghasilan signifikan.

“Karena itu, kita juga siapkan warung gratis untuk masyarakat ingin makan. Jadi kita sumbang juga ke situ juga,” terangnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Asrama Haji Kaltim Disiapkan Jadi Rumah Sakit Darurat untuk Pasien Virus Corona

Selain itu, Sekretariat Daerah Bontang juga membuat imbauan kepada seluruh ASN agar berdonasi minimal Rp 100 ribu untuk membantu masyarakat.

 

Nantinya, semua dana yang terkumpul itu dibagikan ke setiap kepala keluarga miskin baru yang terdampak Covid-19.

Rencana tersebut juga akan ditopang menggunakan APBD.

Saat ini Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) Bontang sudah mengusulkan ke DPRD Bontang untuk masing-masing kepala keluarga diberi uang Rp 300.000 selama tiga bulan ke depan.

Baca juga: Keseruan Siswa Jambi dan Kaltim Belajar di Rumah lewat Zoom dan Youtube

Dinas Sosial Bontang juga sedang mendata warga miskin baru yang terdampak akibat wabah pandemi ini.

Neni memprediksi ada sekitar 5.000 keluarga miskin baru akibat dampak Covid-19.

Jika setiap bulan satu kepala keluarga menerima Rp 300.000, maka dalam sebulan Pemkot Bontang harus mengalokasikan dana Rp 1,5 miliar.

Namun, Nani mengungkap, ada kemungkinan penambahan keluarga miskin baru mencapai 10.000 KK.

 

Neni juga merencanakan untuk pemberian insentif Rp 15 juta untuk dokter spesialis. Sementara dokter umum Rp 10 juta.

“Jadi kita alokasikan dari APBD sekitar Rp 30 miliar untuk penanganan Covid-19,” ujar Neni.

Hingga, Minggu (29/3/2020) jumlah pasien positif corona di Bontang berjumlah satu orang. Pasien itu kini sedang dalam perawatan di RSUD Taman Husada.

Sementara, orang dalam pemantauan (ODP) ada 38 orang. Ada 32 isolasi mandiri, sementara 5 orang dirawat inap, satu orang sudah selesai pemantauan.

Untuk pasien dalam pengawasan (PDP) berjumlah satu orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Sejumlah Warga Tak Mau Terima BST Dobel, Begini Respons Ganjar Pranowo

Regional
Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Bantu Pemkab Bogor Kejar Target, Telaga Kahuripan Fasilitasi Vaksin untuk Warga

Regional
11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

11 Tahun Menanti, Wonogiri Akhirnya Kantongi Predikat KLA Tingkat Pratama

Regional
Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Meski PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Semarang Tak Lagi Lakukan Penyekatan

Regional
Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Isoman Rawan Tularkan Virus, Pemkab Wonogiri Terapkan Tempat Isolasi Terpadu

Regional
Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Apresiasi Aksi Peduli Covid-19 Mahasiswa di Semarang, Ganjar: Bisa Jadi Contoh untuk Daerah Lain

Regional
Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Jamin Biaya Pemakaman Pasien Covid-19, Pemkab Wonogiri Anggarkan Rp 2 Juta Per Pemulasaraan

Regional
Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X