Gubernur Sumbar Minta Bus Umum dan Pariwisata Hentikan Operasi

Kompas.com - 30/03/2020, 15:38 WIB
Ilustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum ShutterstockIlustrasi virus corona, penularan virus corona di transportasi umum

Sebelumnya, Irwan menyebutkan bahwa masih banyak orang yang kelaur dan masuk ke Sumbar.

Untuk itu, pihaknya akan lebih memperketat pengawasan di daerah perbatasan.

Salah satunya, dengan membatasi pendatang secara selektif.

Upaya ini juga akan dibantu pihak kepolisian serta TNI di semua wilayah perbatasan Sumbar dengan provinsi lain.

“Kami perlu lakukan pembatasan arus masuk ke Sumbar melalui darat, udara dan laut. Memang lockdown belum ada, tapi tindakan ini harus dilakukan untuk mengurangi terjangkitnya Covid-19,” kata Irwan.

Baca juga: Wabup Limapuluh Kota di Sumbar Imbau Desa Lakukan Lockdown Mandiri

Gubernur Sumbar juga meminta semua bupati serta wali kota di wilayah perbatasan untuk melakukan tindakan pembatasan dan penyaringan orang yang masuk ke Sumbar.

"Sesuaikan dengan protap orang masuk ke dalam wilayah kita, selama 14 hari harus dikarantina terlebih dahulu," kata Irwan.

Menurut Irwan, untuk mencegah penyebaran Covid-19, pemerintah kabupaten dan kota di Sumbar harus sama persepsi dan bekerja sama dengan baik.

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X