Pemkot Solo Siapkan Lokasi Karantina Khusus untuk Pemudik

Kompas.com - 30/03/2020, 15:23 WIB
Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dan Ketua Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Senin (30/3/2020). KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo dan Ketua Gugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Senin (30/3/2020).

SOLO, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta menyiapkan tiga tempat untuk mengarantina warganya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP).

Ketiga tempat itu antara lain Graha Wisata, Ndalem Joyokusuman dan Ndalem Priyosuhartan.

Wali Kota Surakarta, FX Hadi Rudyatmo mengatakan tiga tempat yang disiapkan itu satu di antaranya untuk perantau yang mudik ke Solo, terutama mereka yang berasal dari zona merah penyebaran virus corona atau Covid-19.

Baca juga: Dua Pemudik dari Jakarta Demam Tinggi Setiba di Salatiga, Diminta Karantina Diri

Sedang dua tempat lainnya adalah untuk warga Solo yang berstatus ODP.

" Pemudik yang turun dari bus nanti langsung menjalani karantina 14 hari di tempat yang sudah disiapkan Pemkot. Karena pemudik ini dikategorikan ODP. Jadi pulang mereka harus menjalani karantina dulu 14 hari," Rudy dalam konferensi pers di Solo, Jawa Tengah, Senin (30/3/2020).

Pemudik yang menjalani karantina akan terus dipantau kondisi kesehatannya oleh petugas medis.

Jika selama 14 hari menjalani karantina dan tidak ada gejala mereka diperbolehkan pulang ke rumah.

Namun, jika ada yang mengalami gejala mirip Covid-19, mereka akan dirujuk ke rumah sakit.

Baca juga: Gubernur Sumsel Putuskan Tidak Lockdown, Pemudik Diminta Jangan Pulang Kampung

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani mengatakan data perkembangan Covid-19, Minggu (29/3/2020) jumlah warga Solo yang terkonfirmasi positif Covid-19 ada tiga orang. Dua di antaranya meninggal dan satu dinyatakan sembuh.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Wali Kota Pontianak: Hampir 50 Persen Pasien Corona Sudah Sembuh

Regional
Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Gubernur Kalbar Pastikan Masjid Raya Mujahidin Siap Gelar Shalat Jumat

Regional
Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Wakil Wali Kota Surabaya Dikabarkan Berstatus ODP, Gugus Tugas Tracing dan Tes Swab

Regional
La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

La Nyalla Bakal Lapor Jokowi soal Konflik Bupati dengan DPRD Jember

Regional
Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Rumah Ibadah Dibuka 5 Juni, Walkot Balikpapan Keluarkan Edaran Panduan Beribadah

Regional
20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

20 Tenaga Medis RS Unair Surabaya yang Positif Covid-19 Dinyatakan Sembuh

Regional
Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Misteri Hilangnya Speedboat di Laut Maluku, Angkut Pemain Bola, Pesawat TNI AU Dikerahkan Sisir Lautan

Regional
Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Jelang New Normal Batam, Perusahaan yang Langgar Protokol Kesehatan Akan Didenda

Regional
Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Gempa Aceh 4,8 Magnitudo Kamis Pagi, BMKG Waspada Potensi Gempa Susulan

Regional
Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Regional
Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

Regional
Lewat 'Jalur Tikus', 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Lewat "Jalur Tikus", 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X