Selama Pandemi Corona, Warga Jateng Bakal Terima Bantuan

Kompas.com - 30/03/2020, 11:58 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah tengah menyiapkan anggaran sebesar Rp 1,4 triliun untuk penanganan virus corona ( Covid-19).

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo berharap anggaran tersebut bisa disetujui oleh DPRD Jateng. 

"Setelah kita kalkulasi rinci, (anggaran Pandemic Respon) kita butuh Rp 1,4 triliun minimal dan itu harus ada. Tidak boleh turun dari situ," kata Ganjar dalam keterangannya, Minggu (29/3/2020).

Baca juga: Ganjar: Potensi Penggeseran Anggaran untuk Covid-19 Sangat Besar

Ganjar menjelaskan, jaring pengaman itu sifatnya ada yang berupa langsung di konsumsi seperti bantuan sembako untuk masyarakat miskin. Ada juga yang sifatnya pemberdayaan dengan diajak bekerja.

Sebagai satu contoh, lanjutnya, Pemprov Jateng akan memberikan bantuan langsung tunai untuk 1,8 juta warga yang belum terdata dalam Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS), dan kelompok risiko rentan.

"Kita sedang menyiapkan seluruh skenario yang ada di Jawa Tengah. Terus kita minta untuk membicarakan secara detail dan kita sudah punya rancangannya," katanya. 

Anggaran Rp 1,4 triliun dari Pemprov Jateng itu juga masih bisa bertambah bersumber dari APBD kabupaten/kota.

Baca juga: Perawat Positif Covid-19, Ganjar: Tetap Semangat, Banyak Teman-teman yang Mendoakan dan Mendukung Tenaga Medis

Menurut Ganjar, potensi penggeseran anggaran di kabupaten/kota untuk Pandemic Respon ini sangat besar, salah satunya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK).

"Cukup besar anggaran yang dimiliki mereka (kabupaten dan kota). Kita akan memberikan petunjuk, di tempatmu ada dana sekian, DAK sekian dan boleh digeser ke sana. Segera lakukan," katanya.

Selain dua sumber anggaran tersebut, potensi yang masih bisa digerakkan berada di kekuatan kelompok masyarakat, perusahaan sampai para filantropis.

Sumber dana terakhir yang bisa dioptimalkan, menurut Ganjar adalah dana desa. Melalui program padat karya yang bersumber dari dana desa.

"Kelompok yang perlu kita perhatikan, perempuan kepala keluarga, kelompok rentan, termasuk mereka yang kehilangan pekerjaan, yang terlanjur di Jawa Tengah yang kemarin bekerja di luar kota," kata Ganjar.

Jika seluruh potensi tersebut bisa bergerak serentak, Ganjar berharap mampu menekan persebaran penularan Covid-19 di Jawa Tengah.

"Target, Minggu depan. Maka kita akan laporkan ke DPRD dulu. Lebih cepat itu menjadi penting agar kita bisa kembali bekerja seperti sedia kala," katanya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Pemkot Banjarmasin Mulai Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan, Ada Sanksi Fisik untuk Pelanggar

Regional
Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Jenazah PDP Diambil Paksa Keluarga dari RS Dadi Makassar

Regional
Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Alasan 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan ke Bali, Polisi: Tidak Mampu Bayar Rapid Test

Regional
Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Panik, Alasan Dua Warga di Bali Kabur Saat Tahu Hasil Rapid Test Reaktif

Regional
TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

TNI AU Bantu Sisir Lokasi Speedboat yang Hilang di Laut Maluku

Regional
Lewat 'Jalur Tikus', 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Lewat "Jalur Tikus", 5 Warga Banyuwangi Naik Sampan Nelayan untuk Menyeberang ke Bali

Regional
Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Seorang Bocah Perempuan Tertular Corona Saat Silaturahim Lebaran

Regional
Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Bukan Hitam, Tapi Surabaya Zona Merah Tua, Ini Penjelasan Lengkapnya

Regional
Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Guru Honorer Cabuli Murid Laki-laki Berkali-kali Selama 3 Tahun

Regional
KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

KPU Gowa Mulai Tahapan Pilkada di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19

Regional
Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Risma Buat Laboratorium Tes Swab karena Tak Bisa Selamanya Gunakan Mobil PCR dari BNPB dan BIN

Regional
Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Kisah Pilu Siswa SMP Gantung Diri, Diduga Motornya Akan Dijual dan Pengakuan Ayah

Regional
Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Mahasiswa Nekat Jual Siamang di Facebook, Ditangkap Saat Tunggu Pembeli

Regional
Kasus Pasien Kritis Ditolak 4 RS di Bengkulu, Ini Penjelasan Dinkes dan Pimpinan RS

Kasus Pasien Kritis Ditolak 4 RS di Bengkulu, Ini Penjelasan Dinkes dan Pimpinan RS

Regional
Persiapan New Normal, MUI Jateng Beri Kelonggaran Ibadah di Masjid Daerah Hijau

Persiapan New Normal, MUI Jateng Beri Kelonggaran Ibadah di Masjid Daerah Hijau

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X