Ada Makam Tak Dikenal Diduga Korban Covid-19, Warga Sumedang Resah

Kompas.com - 30/03/2020, 05:48 WIB
Meski sempat ditolak warga, makam diduga pasien positif Covid-19 ditemukan di Buper Kiarapayung, Sukasari, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Dok. RW/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHMeski sempat ditolak warga, makam diduga pasien positif Covid-19 ditemukan di Buper Kiarapayung, Sukasari, Sumedang, Jawa Barat, Minggu (29/3/2020). Dok. RW/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Warga Kecamatan Sukasari, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, resah dengan adanya informasi yang beredar bahwa Bumi Perkemahan Kiarapayung akan dijadikan Tempat Pemakaman Umum (TPU) korban Covid-19.

Ketua RW 05, Dusun Cikeuyeup, Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Asep Hidayat membenarkan informasi ini.

Asep mengatakan, pada Sabtu (29/3/2020), ia menolak permintaan dari warga Bandung yang meminta izin untuk menguburkan jenazah warga Bandung yang diduga positif corona.

Baca juga: 1 Pasien Positif Covid-19 di Tasikmalaya Meninggal, Jenazah Ditolak untuk Dikremasi

Namun, meski ia dan warganya menolak, pada Minggu (29/3/2020) siang, salah seorang warga mendapati di Buper Kiarapayung sudah terdapat satu makam.

"Sebelumnya ada permintaan izin untuk menguburkan pasien dugaan corona asal Bandung ini di wilayah kami. Saat itu, warga menolak karena takut," ujar Asep kepada Kompas.com melalui sambungan telepon, Minggu malam.

Akan tetapi, kata Asep, warga makin resah dengan ditemukannya satu makam tak dikenal di wilayah Buper Kiarapayung, yang letaknya tidak jauh dari lokasi permukiman.

Tak hanya makam, kata Asep, di sekitar lokasi makam juga ditemukan banyak berserakan masker bekas pakai, dan botol minuman sejenis vitamin.

"Kami sudah mendatangi lokasi sekitar makam, ditemukan juga banyak berserakan masker bekas. Kami langsung lapor ke pemerintah di tingkat kecamatan," tutur Asep.

Asep menyebutkan, dengan adanya informasi dan penemuan makam tak dikenal tersebut, warga saat ini makin resah.

"Warga takut karena keberadaan makam itu akan menyebarkan corona. Pada prinsipnya, kami menolak, apalagi kalau wilayah kami ini nantinya dijadikan TPU khusus untuk korban corona," sebut Asep.

Asep menambahkan, hingga saat ini, warga sekitar lokasi Buper Kiarapayung, Sukasari, juga belum menerima informasi dan sosialisasi terkait ini dari pihak pemerintah.

"Belum ada. Hanya ada permintaan secara pribadi yang meminta untuk memakamkan jenazah di sini. Tapi saat itu juga kami menolak karena takut," kata Asep.

Baca juga: Ambulans Jenazah PDP Diusir dari Makam, Bupati: Mohon Masyarakat tak Menolak

Sementara itu, Sekda Sumedang Herman Suryatman mengatakan harus melakukan kroscek terlebih dahulu kepada pemerintah provinsi terkait hal ini.

"Kedah recheck heula ka provinsi (harus dicek dulu ke provinsi)," kata Herman singkat kepada Kompas.com melalui WhatsApp.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan Secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 27 November 2020

Regional
Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Saat Zulkifli Hasan dan Putra Amien Rais Terjun ke Solo untuk Menangkan Gibran

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X