Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Ini Penjelasan Lengkap Polisi Soal Pemulangan TKA China di Ketapang

Kompas.com - 29/03/2020, 12:10 WIB
Michael Hangga Wismabrata

Editor

KOMPAS.com - Kapolres Ketapang AKBP RD Handoyo, menjelaskan, pemulangan seorang tenaga kerja asing (TKA) asal China telah dilakukan sesuai prosedur terkait penanganan dan pencegahan wabah virus Covid-19 atau corona. 

Menurut Handoyo, pihaknya juga mengedepankan sikap proaktif sesuai dengan petunjuk Kapolri dan Kapolda Kalimantan Barat (Kalbar). 

"Kami berkomitmen dan mendukung kebijakan pemerintah pusat dan pemerintah daerah terkait upaya pencegahan penyebaran wabah COVID-19 melalui imbauan persuasif kepada seluruh warga, untuk tidak berkumpul serta menjaga pola hidup sehat, termasuk juga memperketat pengawasan kedatangan warga asing dari luar Ketapang yang tentunya dalam pelaksanaannya berkoordinasi bersama instansi terkait," kata Handoyo, Sabtu (28/3/2020) malam, dilansir dari Antara.

Baca juga: Diprotes Warga, TKA Asal China yang Baru Datang ke Ketapang Dipulangkan

Handoyo menjelaskan, sebelum dipulangkan, pihaknya mendapat informasi terkait protes warga soal keberadaan TKA asal China yang bekerja di PT BSM New Material, Kabupaten Ketapang.

"Begitu mendapat informasi, terkait adanya TKA yang datang ke komplek Perusahaan BSM New Material, kami langsung mendatangi pihak perusahaan, bersama perwakilan Pemda Ketapang, Dinas Kesehatan, serta Imigrasi Ketapang untuk segera memulangkan seorang TKA tersebut ke negara asalnya," katanya.

Setelah itu, petugas segera mengantar TKA tersebut ke Bandara Rahadi Oesman.

"Warga China itu dipulangkan dengan diantar langsung oleh anggota melalui Bandara Rahadi Oesman Ketapang," ujar Handoyo.

 

Tanggapan Gubernur Kalbar

Sementara itu, informasi terkait pemulangan TKA tersebut telah diketahui Gubernur Kalbar Sutarmidji.

Dirinya menegaskan, selama penanganan virus corona diingatkan agar tidak ada lagi pekerja asing yang masuk ke Kalbar.

“Imigrasi harus tegas, bupati dan wali kota harus lebih memperketat daerah masing-masing,” pungkas Midji.

(Penulis: Kontributor Pontianak, Hendra Cipta | Editor: Khairina)

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Pj Gubri Ajak Pemkab Bengkalis Kolaborasi Bangun Jembatan Sungai Pakning-Bengkalis

Regional
Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Diskominfo Kota Tangerang Raih Penghargaan Perangkat Daerah Paling Inovatif se-Provinsi Banten

Regional
Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Fakta dan Kronologi Bentrokan Warga 2 Desa di Lombok Tengah, 1 Orang Tewas

Regional
Komunikasi Politik 'Anti-Mainstream' Komeng yang Uhuyy!

Komunikasi Politik "Anti-Mainstream" Komeng yang Uhuyy!

Regional
Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Membedah Strategi Komunikasi Multimodal ala Komeng

Regional
Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Kisah Ibu dan Bayinya Terjebak Banjir Bandang Berjam-jam di Demak

Regional
Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Warga Kendal Tewas Tertimbun Longsor Saat di Kamar Mandi, Keluarga Sempat Teriaki Korban

Regional
Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Balikpapan Catat 317 Kasus HIV Sepanjang 2023

Regional
Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Kasus Kematian akibat DBD di Balikpapan Turun, Vaksinasi Tembus 60 Persen

Regional
Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Puan: Seperti Bung Karno, PDI-P Selalu Berjuang Sejahterakan Wong Cilik

Regional
Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Setelah 25 Tahun Konflik Maluku

Regional
BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

BMKG: Sumber Gempa Sumedang Belum Teridentifikasi, Warga di Lereng Bukit Diimbau Waspada Longsor

Regional
Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Gempa Sumedang, 53 Rumah Rusak dan 3 Korban Luka Ringan

Regional
Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di 'Night Market Ngarsopuro'

Malam Tahun Baru 2024, Jokowi Jajan Telur Gulung di "Night Market Ngarsopuro"

Regional
Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Sekolah di Malaysia, Pelajar di Perbatasan Indonesia Berangkat Sebelum Matahari Terbit Tiap Hari

Regional
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com