Mudik Gratis dihapuskan, 1.068 Bus Batal Angkut Pemudik dari Jakarta ke Jateng

Kompas.com - 28/03/2020, 21:30 WIB
Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat saat ditemui awak media di kantor Gubernur Jateng, Rabu (18/12/2019) KOMPAS.com/RISKA FARASONALIAKepala Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah Satriyo Hidayat saat ditemui awak media di kantor Gubernur Jateng, Rabu (18/12/2019)

SEMARANG, KOMPAS.com - Dalam rangka mencegah penularan virus corona yang semakin meluas, program mudik gratis bagi perantau akan ditiadakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.

Hal ini seiring keputusan dari Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat yang resmi menghapus program mudik gratis pada masa Angkutan Lebaran 2020.

Kebijakan ini diambil setelah mempertimbangkan Status Keadaan Tertentu Darurat Bencana Wabah Penyakit akibat  Virus Corona di Indonesia yang berlaku selama 91 hari terhitung sejak tanggal 29 Februari–29 Mei 2020.

Imbasnya, sebanyak 1.068 moda bus yang rencananya disediakan untuk mengangkut pemudik dari ibukota Jakarta ke Jateng terpaksa dibatalkan.

Baca juga: Pemudik Tetap Nekat Pulang Kampung, Jumlah ODP di Sukabumi Tiba-tiba Melonjak

Tekan potensi penyebaran corona

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Tengah Satriyo Hidayat mengatakan program mudik gratis pada masa angkutan Lebaran 2020 akan ditiadakan guna menekan potensi penyebaran virus corona ke daerah.

" Mudik gratis akan ditiadakan. Ada 1.068 bus yang mengangkut perantau dibatalkan. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar corona tidak semakin meluas ke kabupaten/kota di Jateng," kata Satriyo melalui sambungan telepon, Sabtu (28/3/2020).

Satriyo mengungkapkan sejauh ini sudah ada beberapa pemudik asal Jateng yang pulang ke kampung halaman dengan menggunakan armada bus karena perusahaan meliburkan mereka terkait corona.

"Seperti di Jepara ada rombongan 80 bus yang mengangkut perantau dari Jakarta. Begitu sampai di terminal Welahan dan Mayong, petugas langsung memeriksa penumpang sesuai protokol kesehatan. Mereka cek suhu tubuh penumpang satu persatu untuk memastikan tak ada yang terjangkit corona," jelasnya.

Baca juga: Wabah Corona, 60.000 Pemudik Dini Masuki Jawa Tengah

Terminal diperketat, antisipasi pemudik dini

Selanjutnya, pihaknya akan memperketat pengawasan di 22 terminal dan 57 halte BRT Trans Jateng untuk mengantisipasi adanya gelombang arus mudik yang datang lebih awal.

"Kami bersama tim gugus tugas di setiap kabupaten/kota akan memperketat protokol kesehatan bagi pemudik yang akan datang lebih awal," katanya.

Kendati demikian, Satriyo berharap bagi masyarakat terutama pemudik, sebaiknya menerapkan apa yang sudah dianjurkan pemerintah yakni social distancing ataupun isolasi diri di rumah.

"Yang bisa dilakukan yang terpenting adalah tetap tinggal di rumah, gak usah pergi-pergi dulu. Gak usah mudik dulu. Jaga jarak dengan yang lain kalau perlu isolasi diri," katanya.

Baca juga: Lebih dari 21.000 Pemudik Pulang ke Wonogiri, Ini Imbauan Bupati

 

Ganjar imbau untuk tidak mudik

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemerintah DKI Jakarta dan Pemprov Jawa Barat, serta Pemprov Jawa Timur untuk membuat kesepakatan melarang warganya pulang kampung.

"Yang di Jakarta tetap di Jakarta. Yang di Jawa Barat tetap di Jawa Barat. Yang Jateng tetap di Jateng. Dan yang di Jawa Timur tolong tetap di Jawa Timur,” tegasnya.

Selain itu, lanjut Ganjar untuk menjamin kehidupan warga di perantauan yang tidak bisa bekerja, pihaknya telah mengusulkan kepada Gugus Tugas Pusat agar memberikan jaring pengaman sosial.

Baca juga: Ganjar Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19 di Jateng hingga Akhir Mei 2020

"Ada jaminan kebutuhan dasar bagi masyarakat selama menjalani physical/social distancing di rumahnya masing-masing," jelasnya.

Ganjar berpesan kepada masyarakat untuk tetap berdiam di rumah dan tidak menyepelekan masalah virus corona atau Covid-19.

“Bapak-Ibu, Covid-19 bukan masalah sepele. Saya mohon, mohon sekali, jangan meremehkan. Jangan semaunya sendiri. Ini masalah kita bersama yang harus kita selesaikan dengan kebersamaan. Anda berdiam di rumah insyaallah, kita semua sehat. Atau anda nekat, kita semua terancam tidak selamat,” pesannya.

Baca juga: Ganjar Pranowo: Kalau Anda Cinta Keluarga, Tolong Jangan Pulang Kampung



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Dampak Gempa Pangandaran, 15 Rumah di Ciamis dan Garut Rusak

Regional
KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

KPU Gelar Debat Pilkada Kabupaten Semarang 2020 Hanya Satu Kali

Regional
Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubarkan Diri karena Abai Protokol Kesehatam

Polisi Minta Panitia dan Peserta Fun Bike Bubarkan Diri karena Abai Protokol Kesehatam

Regional
Cerita Dokter di Padang Positif Covid-19 Setelah 8 Bulan Ambil Swab 6.000 Pasien

Cerita Dokter di Padang Positif Covid-19 Setelah 8 Bulan Ambil Swab 6.000 Pasien

Regional
Pergoki Terduga Pencuri dan Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam, 2 Satpam Divonis Penjara, Ini Faktanya

Pergoki Terduga Pencuri dan Membela Diri Saat Diserang dengan Sajam, 2 Satpam Divonis Penjara, Ini Faktanya

Regional
Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Kronologi Lengkap Penangkapan Perwira Polisi Pembawa 16 Kg Sabu di Pekanbaru

Regional
Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Ribut di Warung Tuak, Polisi Todongkan Pistol ke Kepala Pengunjung

Regional
Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Demi Membela Diri dan Melindungi Aset Negara, 2 Satpam Ini Malah Divonis Penjara

Regional
Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Sempat Terendam Air 2 Meter, Banjir di 3 Perumahan di Kabupaten Bogor Mulai Surut

Regional
Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Saat Anak Muda Kenalkan Satra Kuno La Galigo: Ceritanya Seperti The Lord of The Rings

Regional
Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Libur Panjang, hanya 9 Rest Area yang Dibuka di Tol Trans Lampung

Regional
Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Dokter yang Telah Ambil Swab 6.000 Pasien di Padang Positif Covid-19

Regional
Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Perangkat Desa yang Tertular Corona Saat Rapat Sembuh Setelah Dirawat 2 Minggu, Ini Kisahnya

Regional
Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Gempa Guncang Pangandaran, 13 Rumah di Ciamis Rusak

Regional
Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Kampanye Protokol Kesehatan, Khofifah Gowes Bersarung di Situbondo

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X