Kompas.com - 28/03/2020, 15:25 WIB
Ilustrasi dokter dan pasien SasiistockIlustrasi dokter dan pasien
Editor Rachmawati

Dukungan penuh kepada tenaga medis

Brili mengatakan, Banyumas mulai kedatangan pemudik dari kota besar sehingga kemungkinan terpapar virus corona semakin tinggi.

Untuk itu, ia memberikan dukungan penuh kepada tenaga medis yang berada di garis depan.

"Dukungan dari kita semua semoga dapat meringankan beban para pejuang kemanusiaan ini. Tak lupa kita terus doakan agar Allah SWT terus melindungi mereka, memberi kesehatan dan kekuatan dalam menjalankan tugas mulia ini," kata Brili.

Ia juga berharap agar masyarakat bekerja sama menghadapi wabah corona dan tidak membiarkan tenaga kesehatan bertarung sendiri di garda terdepan.

"Kepada seluruh pihak yang dapat membantu, Banyumas memanggil kita semua. Bagi yang ingin menyumbangkan makanan atau bantuan lainnya, bisa hubungi saya. Saya dibantu juga oleh Cozy Coz Care untuk penggalangan dananya," ujar Brili.

Baca juga: Ada Tenaga Medis Diusir dari Kontrakan Jadi Alasan Pengusaha Ini Sumbangkan Homestaynya

Sempat akan dijadikan karantina

Ilustrasi karantina,SHUTTERSTOCK Ilustrasi karantina,
Sementara itu, dilansir dari Tribunnews.com, Brili awalnya berencana untuk menjadikan hotelnya sebagai tempat karantina karena banyaknya pemudik yang datang ke Purwokerto.

"Awalnya niat saya adalah menjadikan hotel saya itu tempat karantina karena banyak sekali pemudik dari kota besar datang ke Purwokerto."

"Ini bisa memperbesar pemaparan kepada warga masyarakat sini," ujar Brilli Agung dalam keterangannya kepada Tribunnews.com.

"Jadi saya sempat kepikiran niatnya sebelum mereka bertemu keluarga, mereka dikarantina di satu tempat."

Baca juga: Tak Hanya di Indonesia, Berikut Dilema Tenaga Medis Kekurangan APD di Tengah Wabah Corona

"Saya menyiapkan Aksara Homestay itu menjadi salah satu tempatnya," imbuhnya.

Namun, ia mendengar dari rekannya yang bekerja di RSUD Margono Soekarjo yang memberikan informsi jika ada dua perawat yang diusir dari kos dan membutuhkan tempat tinggal.

"Akhirnya malam Jumat, langsung boleh masuk Aksara Homestay," terang Brili Agung.

Ia kemudian berkoordinasi termasuk dengan Bupati Banyumas, Achmad Husein.

"Gayung bersambut, saya langsung diminta untuk menyiapkan MoU dengan Direktur RSUD Margono Soekarjo," terangnya.

Baca juga: Homestay Ini Diubah Jadi Tempat Istirahat Tenaga Medis yang Tangani Pasien Covid-19

Didukung oleh banyak orang

Ilustrasi dokteripopba Ilustrasi dokter
Brili bercerita bahwa ia didukung oleh banyak pihak setelah memutuskan menjadikan homestay-nya sebagai tempat istirahat tenaga medis.

Salah satunya dukungan dari Cozt Coz Care, platform milik rekannya di Jakarta.

"Mereka menghubungkan orang-orang baik yang ingin berdonasi melawan pandemi Covid-19."

"Dari beragai macam sumber untuk membantu biaya operasional di Aksara Homestay," ungkapnya.

Menurut Brili, bisnis pariwisata dan perhotelan terpukul di tengah wabah corona. Ia juga mengatakan, tak ada gunanya mengeluh dan menyalahkan pihak tertentu.

Baca juga: Homestay di Purwokerto Sediakan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis Covid-19

Menurut dia, saat ini yang bisa ia lakukan untuk melawan pandemi coorna adalah memberikan apa yang ia miliki.

"Dan yang membuat saya tergerak karena gini ya, kita meratapi nasib pun enggak mungkin bisa."

"Sudah jadi pengetahuan umum, bisnis pariwisata dan hotel adalah bisnis yang pertama kali terpukul karena pandemi ini," terangnya.

"Daripada kita mengeluh, daripada kita mengalahkan sana-sini, ya udah ini saatnya saya untuk menutup secara komersial."

Baca juga: 2 Hotel di Jakarta Sudah Terisi Tenaga Medis Covid-19

"Saya cover biaya operasionalnya dari swadaya atau mungkin dari teman-teman yang lain pasti nanti akan banyak tangan-tangan yang tergerak untuk membantu," terangnya.

Sementara itu, Direktur RSUD Margono Soekarjo dr Tri Kuncoro kepada Kompas.com mengaku mengapresiasi langkah yang dilakukan manajemen homestay.

Ia mengatakan, partisipasi masyarakat dalam penanganan Covid-19 saat ini sangat dibutuhkan.

"Alhamdulillah, terima kasih sangat membantu sekali, terutama bagi para tenaga kesehatan yang rumahnya jauh. Kedua, misal terjadi kelelahan. Ketiga, misalnya terjadi sensitivitas di warga, mungkin warga menolak atau bagaimana nanti bisa memanfaatkan bantuan tersebut," kata Tri.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul VIRAL Homestay di Purwokerto Dijadikan Tempat Istirahat untuk Tenaga Medis, Ini Kata sang Pemilik

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Antisipasi Arus Balik di Bakauheni, Disiapkan 200.000 Alat Rapid Test

Regional
Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X