Gubernur Sumut: Kita Butuh Banyak Dokter dan Perawat

Kompas.com - 28/03/2020, 09:07 WIB
Gubernur Sumut  Edy Rahmayadi memimpin rakor dengan pimpinan RS se-Sumut terkait penanganan Covid-19 di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020) Dok: Biro Humas dan Keprotokolan Setda Provinsi SumutGubernur Sumut Edy Rahmayadi memimpin rakor dengan pimpinan RS se-Sumut terkait penanganan Covid-19 di rumah dinasnya, Jumat (27/3/2020)

MEDAN, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara saat ini membutuhkan sekitar 720 tenaga kesehatan yang akan ditugaskan di 11 rumah sakit rujukan dan tempat isolasi yang disiapkan.

Masing-masing rumah sakit dan tempat isolasi tersebut yakni RS dr GL Tobing, RS Martha Friska 1 dan 2, RS Haji Medan, RS Sari Mutiara dan Asrama Haji Medan.

Kemudian, BPSDM Pemprov Sumut, Wisma Atlet, BP-PAUDNI Sumut, SPN Sampali, dan RS Siti Hajar Medan.

Baca juga: Data Terbaru, 4 Orang Positif Covid-19 di Aceh

Gubernur Sumut Edy Rahmayadi mengatakan, kebutuhan sumber daya manusia di bidang kesehatan ini menjadi prioritas dan mendesak dalam penanganan virus corona atau Covid-19.

Hal itu disampaikan dalam rapat koordinasi dengan pimpinan rumah sakit se-Sumut, Jumat (27/3/2020).

"APD dan fasilitas kesehatan berangsur kita upayakan. Kita datangkan dan usahakan dari berbagai sumber. Tapi kita masih butuh banyak dokter dan perawat, khususnya untuk mengantisipasi jika terjadi eskalasi," kata Edy dalam Rakor yang digelar di aula rumah dinasnya, Jumat.

Baca juga: Diduga Terjangkit Covid-19, Wakil Ketua PDI-P Jabar Meninggal Dunia

Sebagai langkah menjamin ketersediaan SDM, Edy akan menyurati semua rumah sakit dan berkoordinasi dengan berbagai organisasi himpunan dokter untuk mengirimkan perawat dan dokter.

Menurut Edy, para tenaga medis yang terlibat dalam penanganan Covid-19 tidak perlu khawatir, karena akan disiapkan insentif dan pendukung lainnya.

"Kalau kita tak sigap menghadapi di awal ini, lebih kewalahan lagi nanti kalau semakin banyak yang terinfeksi," ujar Edy.

Baca juga: PDP yang Meninggal di Medan Sebelumnya Ikut Rapat di Istana Negara

Sementara itu, ahli hukum kesehatan yang ditunjuk khusus untuk pencanganan Covid-19 dari Asosiasi Dosen Hukum Kesehatan Indonesia, Beni Satria mengatakan, dalam kondisi darurat seperti sekarang, keselamatan rakyat adalah prioritas tertinggi.

Dia mengajak seluruh pihak rumah sakit mendukung Gubernur dan berpartisipasi penuh dalam penanganan Covid-19.

Menurut dia, Pasal 14 Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular menyatakan bahwa siapapun yang menghalangi penanggulangan wabah penyakit dapat dipidana.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Potret Kacaunya Data Bansos di NTT, ASN dan 2 Anaknya Masuk Daftar, Ketua RT Protes Keras

Regional
Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Kasus Positif Covid-19 dari Klaster Baru Salatiga Bertambah 6

Regional
Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Rayakan Idul Fitri di Tengah Pandemi, Warga Semarang Tetap Jalankan Tradisi Ziarah Makam

Regional
Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Duduk Perkara Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik, Ternyata Bukan Sakit Covid-19

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

[POPULER NUSANTARA] Ganjar Puji Suster Katolik Nyanyi Idul Fitri | Ibu dan Anak Sewa Ambulans untuk Mudik

Regional
Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Kisah Pilu Mbah Deman, Belasan Tahun Hidup Segubuk Bareng Ayam dan Bebek

Regional
Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Fakta di Balik Benda Misterius di Langit Gunungkidul dan Solo Saat Idul Fitri, Ternyata...

Regional
Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Pasien Covid-19 Klaster Pasar Pinasungkulan Manado Bertambah 5 Orang

Regional
Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Tambah 12, Jumlah Pasien Sembuh Covid-19 di Kaltim Jadi 117 Orang

Regional
Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Warga Kerap Salah Paham dengan Petugas, Posko Covid-19 ini Dibongkar Kepala Desa

Regional
Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Terjangkit dari Ayah, Bayi 12 Bulan di Kutai Kertanegara Positif Covid-19

Regional
AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

AirNav: Benda Misterius di Langit Kota Solo Balon Udara

Regional
'Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir'

"Tahun Ini Lebih Parah, Belum Lebaran Sudah Banjir"

Regional
Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Silaturahmi Lebaran Virtual, Ganjar Mau Lagi, Risma Sebut yang Penting Sehat

Regional
Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

Terungkap, Benda Langit Misterius yang Bikin Geger Warga Yogyakarta, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X