Kompas.com - 28/03/2020, 07:00 WIB

KOMPAS.com - Tak butuh waktu lama, polisi akhirnya membongkar kasus pencurian sekitar 400 boks masker di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pagelaran, Cianjur, Jawa Barat.

Polisi meringkus empat tersangka, tiga diantaranya adalah oknum pegawai rumah sakit. Lalu, satu tersangka, berinisial CR, diketahui merupakan penadah asal Kota Bogor, Jawa Barat.

"Tersangka menjadi empat orang, satu orang diantaranya penadah warga Bogor. Sedangkan ketiga tersangka berstatus pegawai atas nama Isef Suherlan, Rega Nur Farid dan Yogi Hendra Gunawan," kata Kapolres Cianjur, AKBP Juang Andi Priyanto di Cianjur Kamis.

Seperti diketahui, aksi pencurian tersebut menjadi sorotan ketika warga masyarakat kesulitan mencari masker di tengah wabah corona. 

Aksi pencurian

Barang bukti masker yang berhasil diamankan polisi dari tangan komplotan pencuri masker dari gudang farmasi RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat. Tiga orang diantaranya merupakan pegawai RS setempatKOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Barang bukti masker yang berhasil diamankan polisi dari tangan komplotan pencuri masker dari gudang farmasi RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat. Tiga orang diantaranya merupakan pegawai RS setempat

Memiliki status pegawai di rumah sakit tersebut, memudahkan Isef untuk mendapatkan kunci gudang tempat penyimpanan masker dan alat-alat kesehatan.

Para pelaku tak harus mencongkel jendela atau merusak pintu gudang untuk mencuri masker.

Apalagi, saat beraksi mereka mematikan terlebih dahulu kamera CCTV agar mengelabui petugas keamanan.

“Terlebih, setiap menjalankan aksinya, mereka mematikan terlebih dahulu CCTV yang terpasang di sekitar lokasi atau tempat penyimpanan masker itu,” ujar Kasatreskrim Polres Cianjur AKP Niki Ramdhany.

Baca juga: Kronologi 20.000 Masker Raib Dicuri dari RSUD Pagelaran Cianjur

 

Kerugian rumah sakit

Direktur RSUD Pagelaran Cianjur dr Awie Darwizar menyebutkan ada 20.000 pieces masker yang hilang di gudang farmasi rumah sakit dalam dua kasus dugaan pencurian pada Februari dan Maret 2020.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Direktur RSUD Pagelaran Cianjur dr Awie Darwizar menyebutkan ada 20.000 pieces masker yang hilang di gudang farmasi rumah sakit dalam dua kasus dugaan pencurian pada Februari dan Maret 2020.

Menurut Direktur RSUD Pagelaran Awie Darwizar, masker yang hilang diduga dicuri itu jenis masker bedah untuk kebutuhan internal rumah sakit.

“Jumat lalu (20/3/2020), saya ditelepon staf yang mengabarkan jika stok masker di gudang berkurang. Setelah diinventarisir ada 200 boks yang hilang,” kata Awie, Selasa (24/3/2020).

Lalu, beberapa hari setelahnya, ada kejadian serupa, namun saat itu belum dilaporkan ke polisi.

Awie menjelaskan, kerugian rumah sakit atas kejadian itu mencapai Rp 120 juta.

“Jadi, dari dua kejadian itu, ada 400 boks masker yang hilang. Kalau ditotal jumlahnya 20.000 pieces, karena boks masker yang hilang itu isinya yang 50 pieces.” ujar dia.

 

Dijual untuk kepentingan pribadi

Tiga oknum pegawai RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat, dan seorang sales alkes dijadikan tersangka kasus dugaan pencurian ratusan boks masker dari gudang farmasi rumah sakit setempat.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Tiga oknum pegawai RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat, dan seorang sales alkes dijadikan tersangka kasus dugaan pencurian ratusan boks masker dari gudang farmasi rumah sakit setempat.

Penyelidikan polisi akhirnya mengungkap, pencurian masker itu didalangi oleh Isef, yang merupakan salah satu staf bagian pelayanan medik.

Lalu Rega adalah tenaga honorer RSUD Pagelaran dan Yogi merupakan sopir ambulans rumah sakit.

Menurut Juang, para tersangka mengaku menjual satu kotak masker dengan harga Rp 100.000.

Miris, para tersangka juga mengaku sudah mencuri sebanyak empat kali.

"Tersangka bersama-sama melakukan pencurian dan menjual barang tersebut ke Bogor. Masing-masing mendapatkan jatah dari penjualan barang yang saat ini sangat dibutuhkan tim medis untuk penanganan COVID-19," kata Juang.

Para tersangka mengaku, menggunakan uang hasil pencurian itu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Isef dan Rega juga mengaku menggunakan uang tersebut juga untuk membeli sepeda motor.

Mendapat kecaman

Barang bukti masker yang berhasil disita polisi dari komplotan pencuri masker di gudang RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat yang melibatkan tiga oknum pegawai dan seorang sales alkes.KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMAN Barang bukti masker yang berhasil disita polisi dari komplotan pencuri masker di gudang RSUD Pagelaran Cianjur, Jawa Barat yang melibatkan tiga oknum pegawai dan seorang sales alkes.

Aksi kriminal keempat tersangka, khususnya yang berstatus aparatur sipil negara (ASN), mendapat kecamatan. Salah satunya dari Pelaksana tugas (Plt) Plt Bupati Cianjur, Herman Suherman.

"Kita serahkan ke pihak berwajib, berdasarkan kode etik sudah jelas akan dipecat. Kami sangat menyayangkan perbuatan yang dilakukan ASN tersebut dengan dalih untuk makan padahal untuk foya-foya," katanya, dilansir dari Antara, Kamis (26/3/2020).

Herman menjelaskan, tindakan ketiga oknum pegawai itu dianggap mencoreng nama baik aparatur negara yang seharusnya melayani masyarakat.

 

(Penulis: Kontributor Cianjur, Firman Taufiqurrahman | Editor: Aprillia Ika, Michael Hangga Wismabrata)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Penurunan Kemiskinan Jatim 2022 Terbaik Nasional, Khofifah Siap Tancap Gas Lagi

Regional
Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Adu Nyali Menghuni Kota Kendari

Regional
Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Berkat Inovasi, Bupati Jekek Sebut Wonogiri Raih PPD Kabupaten Terbaik III Nasional 2022

Regional
Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Berhasil Dorong Pertumbuhan Pendidikan Vokasi, Gubernur Riau Terima Penghargaan dari Apvokasi

Regional
Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Targetkan Percepatan Pembangunan di Medan, Walkot Bobby Dorong Dinas PMPTSP Jaring Investasi

Regional
Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Evaluasi Kinerja Pembangunan Pemkab Sumedang, Bupati Dony: IPM Sumedang Peringkat Ketiga Se-Jabar

Regional
Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Genap 4 Tahun Pimpin Sumedang, Dony-Erwan Paparkan Capaian Kinerja di Berbagai Bidang

Regional
Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Wujudkan Keinginan Pedagang, Bobby Nasution Resmikan Pasar Aksara di Deli Serdang

Regional
Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Portal Media Center Riau Berhasil Raih Penghargaan Anugerah Media Center Daerah 2022

Regional
Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Kejar Pembangunan Quran Center di Riau, Syamsuar Lakukan Kunker ke Maqari Quraniyah di Madinah

Regional
Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Walkot Bobby Ajak Mahasiswa Beri Saran Terkait Energi Terbarukan Pengganti BBM

Regional
Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih 'Ngantor' di Pasar Besar Madiun

Awasi Perkembangan Inflasi, Maidi Pilih "Ngantor" di Pasar Besar Madiun

Regional
Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Bobby Berikan Subsidi Ongkos Angkot untuk Masyarakat Medan

Regional
Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Luncurkan JSDDD, Jembrana Jadi Kebupaten Pertama yang Gunakan Data Desa untuk Pembangunan

Regional
Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola 'Emas' Sendiri

Di Masa Depan, Orang Papua Harus Mengelola "Emas" Sendiri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.