Kilas Daerah Jawa Tengah
KILAS DAERAH

8.400 Alat Rapid Test Sudah Tiba, Jateng Segera Gelar Tes Massal Virus Corona

Kompas.com - 27/03/2020, 15:56 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek keberadaan 8.400 alat rapid test Dok. Pemprov JatengGubernur Jateng Ganjar Pranowo saat mengecek keberadaan 8.400 alat rapid test

KOMPAS.comJawa Tengah (Jateng) akan segera melakukan tes massal virus corona menyusul telah tibanya 8.400 alat rapid test, Kamis (26/3/2020).

Alhamdulillah alat rapid test sudah tiba di Jateng. Sebanyak 8.400 sudah ada,” kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam keterangan tertulis, Jumat (27/3/2020).

Meski alatnya sudah tersedia, imbuh dia, rapid test akan diprioritaskan kepada orang dalam pemantauan (ODP).

"Masyarakat tidak perlu berbondong-bondong. Yang sehat tenang saja. Kami akan konsentrasi dulu pada mereka yang ODP," sambung Ganjar.

Baca juga: Perantau dari Jabodetabek ke Jateng Meningkat Sejak 4 Hari Terakhir, Ini Pesan Ganjar

Nantinya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng akan melakukan metode jemput bola untuk rapid test virus corona.

Metode itu dilakukan dengan mengirim petugas untuk mengunjungi rumah-rumah warga yang dinyatakan sebagai ODP.

“Mereka di rumah saja karena kami sudah punya datanya semua. Selain itu, ODP kan memang harus di rumah, mengisolasi diri. Maka, kami akan jemput ke rumah dan melayani semuanya," ujar Ganjar.

Pembagian alat rapid test

Saat ini, 8.400 alat rapid test virus corona sudah berada di gudang obat milik Dinas Kesehatan Provinsi Jateng, Semarang.

Ganjar pun langsung memerintahkan pendistribusian alat rapid test tersebut ke daerah-daerah dengan ODP terbanyak hari itu juga.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yulianto Prabowo, pembagian alat rapid test dilakukan melalui dinas kesehatan kabupaten atau kota masing-masing.

“Di Jateng sendiri, ODP saat ini mencapai 3.638 orang. Jumlah itu tersebar di beberapa Kabupaten/Kota,” kata dia.

Baca juga: Jumlah Pasien Positif Covid-19 di Jateng Bertambah Jadi 38, Ganjar: Alarm Berbunyi Keras Jangan Sepelekan

Ganjar mengatakan pengecekan virus corona dengan rapid test sangatlah cepat. Dia menargetkan pemeriksaan ODP bisa langsung selesai dalam satu hari setelah alat rapid test disebar.

"Itu cepat kok, target satu hari selesai. Paling lambat dua hari, biar cepat diketahui hasilnya dan dilakukan tindakan-tindakan selanjutnya," ujar Gubernur Jateng.

Baca tentang

25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

8 Pasien dari 2 Klaster Keluarga Dinyatakan Sembuh, Salatiga Masih Zona Oranye

Regional
Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Peraturan Wali Kota Bandung Akan Direvisi supaya Persib Bisa Bertanding

Regional
Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Pemkab Karawang Tak Ingin Buat Tempat Isolasi Khusus, Ini Alasannya

Regional
Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Jalan Kaki dari Malaysia dan Hilang 8 Hari di Hutan, Syamsuddin Hanya Makan Garam dan Vetsin

Regional
Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Prasasti Soe Hok Gie Berdiri di Puncak Mahameru, Sempat Diturunkan karena Ada Pendaki Menaruh Plakat Nikah

Regional
Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Dikira Korban Laka, Ternyata Pria Ini Tewas Dibunuh, Polisi: Ada 12 Luka Tusukan

Regional
31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

31 Karyawan LG Tangerang Positif Corona

Regional
Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Kronologi Munculnya Klaster Ponpes di Banyumas, Santri Mengeluh Batuk Pilek

Regional
Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Kasus Beras Bansos Campur Biji Plastik di Cianjur Dinilai Rawan Politisasi

Regional
'Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat...'

"Saya Kaget, Tak Menyangka Tertular Covid, Muncul Ketakutan Akan Mati, Dikucilkan Masyarakat..."

Regional
Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Dinyatakan Bersalah, 12 Polisi yang Terlibat Penembakan Warga di Makassar Dihukum

Regional
Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Cerita Lengkap Ajudan Gubernur Maluku Pukul Petugas Bandara Pattimura

Regional
Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Dapat Nomor Urut 1, Akhyar-Salman Disambut Tradisi Upah-upah

Regional
Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Orangtua Darah Tinggi, TKI Parti Liyani Tak Pernah Beri Tahu Sedang Lawan Bos Bandara Changi

Regional
Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Beras Bansos Bercampur Plastik, Bupati Cianjur: Saya Benar-benar Malu

Regional
komentar di artikel lainnya