Abaikan Belajar di Rumah Saat Wabah Corona, Puluhan Pelajar SMK Sumedang dan Bandung Malah Tawuran

Kompas.com - 27/03/2020, 06:54 WIB
Para pelajar yang terlibat tawuran di proyek jalan Tol Cisumdawu diamankan Polres Sumedang, Kamis (26/3/2020) petang. Screenshoot Video AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHPara pelajar yang terlibat tawuran di proyek jalan Tol Cisumdawu diamankan Polres Sumedang, Kamis (26/3/2020) petang. Screenshoot Video AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

SUMEDANG, KOMPAS.com - Kewajiban meliburkan sekolah agar para siswa belajar di rumah karena pandemi virus corona atau Covid-19 tak serta merta membuat mereka benar-benar belajar di rumah dan diam di rumah.

Puluhan pelajar SMK di Kabupaten Sumedang dan Bandung, Jawa Barat malah melakukan aksi tawuran, pada Kamis (26/3/2020) sore menjelang petang.

Video aksi tawuran di lokasi proyek jalan Tol Cisumdawu, di wilayah Desa Mekarjaya, Kecamatan Sumedang Selatan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat ini pun sempat viral di media sosial Facebook.

Baca juga: Abaikan Imbauan Belajar di Rumah, Kelompok Remaja di Warakas Malah Tawuran

Kapolres Sumedang AKBP Dwi Indra Laksmana mengatakan, dari puluhan pelajar yang terlibat aksi tawuran, sebanyak 20 pelajar berhasil diamankan.

Indra menuturkan, selain mengamankan para pelajar, sejumlah barang bukti berupa senjata tajam. Terdiri dari dua buah clurit, dan dua buah gir motor.

"Pelajar yang kami amankan berasal dari Sumedang dan Bandung. Tawuran nyaris terjadi, tapi anggota kami tiba di lokasi tepat waktu jadi mereka bisa cepat kami amankan. Ini berkat laporan cepat dari masyarakat," ujar Indra kepada Kompas.com melalui WhatsApp, Jumat (27/3/2020) pagi.

Baca juga: Potret Kesederhanaan Siswa di NTT Saat Belajar di Rumah, Setiap Hari Guru Antarkan Tugas Baru

Orangtua diimbau awasi anak

Indra menyebutkan, seluruh pelajar diamankan menuju Mapolsek Sumedang Utara kemudian dibawa ke Mapolres Sumedang.

Indra menambahkan, seluruh pelajar akan diberikan pembinaan agar tidak kembali mengulangi hal serupa.

Terlebih, kata Indra, saat ini para pelajar diwajibkan untuk belajar di rumah, diam di rumah.

"Kami juga telah memanggil orangtua para pelajar dan pihak sekolah. Kami imbau, orangtua untuk dapat lebih mengawasi anak-anak selama masa belajar di rumah diberlakukan," kata Indra. 

Baca juga: Bukannya Belajar di Rumah, Puluhan Pelajar Malah Nongkrong di Mal dan Kafe

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X