Siswi Kelas 1 SMP Diperkosa Mantan Kakak Ipar hingga Hamil 6 Bulan

Kompas.com - 26/03/2020, 19:55 WIB
Ilustrasi pencabulan SHUTTERSTOCKIlustrasi pencabulan

SALATIGA, KOMPAS.com - Seorang siswi SMP kelas 1 di Kota Salatiga menjadi korban pemerkosaan mantan kakak iparnya. Siswi di bawah umur tersebut saat ini hamil enam bulan.

Kuasa hukum korban, M. Arif Kurniawan dari Forum Bantuan Hukum Salatiga (FBHS) mengatakan korban diperkosa pertama kali pada Agustus 2019.

"Pemerkosaan tersebut dilakukan sebanyak tiga kali," jelasnya saat ditemui di kantornya, Kamis (26/3/2020) malam.

Baca juga: Bocah 13 Tahun Korban Pemerkosaan Sejenis di Rumah Ibadah Kenal Tersangka di Medsos
Arif mengatakan, perbuatan bejat yang dilakukan Mahmudi alias Mamok warga Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga tersebut dilakukan dengan tipu daya.

Awalnya, korban yang juga mantan adik ipar tersangka, diminta tolong untuk menidurkan anak tersangka.

Setelah anak tersangka tidur, korban selanjutnya dibekap mulutnya menggunakan tangan pelaku yang lalu menyetubuhi korban.

"Korban diancam agar tidak menceritakan perbuatan tersangka ke orang lain. Setelah menyetubuhi korban, pelaku memberi uang sebesar Rp 50 ribu," jelasnya.

Perbuatan tersangka ini baru terkuak setelah korban mengadu kepada ibunya dirinya sakit perut sekitar dua minggu lalu.

"Sakit perut tersebut berlangsung beberapa lama, kemudian diperiksakan ke dokter. Dari sini diketahui bahwa korban ini hamil," jelas Arif.

Setelah didesak oleh keluarganya, korban mengaku bahwa yang melakukan perbuatan tersebut adalah Mahmudi.

Baca juga: Pemerkosaan oleh Ayah dan Paman di Sumsel Terungkap Saat Korban Punya Pacar

Ibu korban yang tidak terima, kemudian mengadu ke FBHS untuk mendapat pendampingan.

Halaman:
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Deteksi Gejala Awal Terinfeksi Corona, RSUD di Semarang Sediakan Link Online

Regional
Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Warga Salatiga Dikabarkan Positif Corona, Wali Kota Masih Tunggu Hasil dari Kemenkes

Regional
Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Rumah Sakit Rujukan Penuh, Bantul Siap Bangun RS Darurat

Regional
Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Wabah Corona, 90 PPK di Kabupaten Bima Dirumahkan, Pelantikan PPS Ditunda

Regional
Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Bupati Bogor Batasi Warga yang Datang ke Puncak

Regional
Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Dalam Lima Hari Tercatat 70 Ribu Orang Lebih Mudik ke DIY

Regional
Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Pemkab Kulon Progo DIY Siapkan Rp 21 M Hadapi Covid-19

Regional
Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Pasien Positif Corona di Sumsel Bertambah Jadi 3 Orang

Regional
Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Gubernur Surati Kemenhub Minta Akses ke Bali Lewat Pelabuhan Dibatasi

Regional
Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Dampak Corona, Jumlah Perjalanan Kereta Api yang Dibatalkan dari Semarang Bertambah

Regional
Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Ayah Tiri Tega Aniaya Anaknya Berusia 3 Tahun hingga Tewas, Ini Fakta Lengkapnya

Regional
KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

KKB Pimpinan Joni Botak Pelaku Penembakan 3 Karyawan Freeport di Mimika

Regional
Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Selasa, Pemkot Surabaya Gelar Rapid Test Serentak di 63 Puskesmas

Regional
Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Cara Warga Biasa Lawan Corona, Saling Menguatkan hingga Bagi-bagi Vitamin C untuk Satpam dan ART

Regional
Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Ratusan Rumah ODP Covid-19 di Kutai Kertanegara Ditempel Stiker

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X