Kapal Tanker Diduga Angkut 60 Ton BBM Ilegal Ditahan Tim Gabungan

Kompas.com - 26/03/2020, 15:27 WIB
Kapal tanker jenis SPOB Kurnia Lestari GT 264 diamankan polisi di perairan Sungai Batanghari Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarajambi, Jambi.(ANTARA/HO-Polairud Jambi) Kapal tanker jenis SPOB Kurnia Lestari GT 264 diamankan polisi di perairan Sungai Batanghari Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Kabupaten Muarajambi, Jambi.(ANTARA/HO-Polairud Jambi)

KOMPAS.com- Sebuah kapal tanker pengangkut puluhan ton bahan bakar minyak (BBM) ilegal ditangkap oleh petugas gabungan di perairan Sungai Batanghari, Desa Suak Jebus, Kecamatan Kumpeh Ilir, Muarojambi, Jambi.

Petugas gabungan terdiri dari Tim Satgas Korpolairud Baharkam Polri dan Subdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi.

Kasubdit Gakkum Ditpolairud Polda Jambi AKBP Irwan Andy P mengatakan, kapal tanker yang ditangkap adalah SPOB Kurnia Lestari GT 264.

"Kapal yang diamankan tersebut dduga mengangkut bahan bakar minyak (BBM) sekitar 60 ton hasil penyulingan penambangan ilegal di Jambi," kata dia, dilansir Antara.

Baca juga: 6 Pekerja Asing Pemilik 500 Ton BBM Ilegal Ditangkap, Transaksi di Tengah Laut

Kronologi

Ilustrasi kapal tanker.SHUTTERSTOCK Ilustrasi kapal tanker.
Kapal tersebut, kata dia, datang dari Jakarta menuju Jambi sejak awal Februari 2020.

Kapal berada di Jambi dan menampung BBM ilegal yang rencananya akan diperjualbelikan di Bangka Belitung.

Kapal tanker itu sebenarnya memiliki kapasitas mengangkut hingga 500 ton.

Namun saat tampungannya mencapai 60 ton, kapal itu ditangkap oleh tim gabungan.

Tim juga menangkap dan memeriksa JB, nahkoda kapal serta tujuh anak buah kapal (ABK).

Saat ditangkap, mereka tak bisa menunjukkan kelengkapan dokumen.

"Pelakunya nahkoda sudah kita periksa dan akan dilakukan penegakan hukum," kata dia.

Berdasaran hasil pemeriksaan, kapal tersebut disewa oleh warga Sarolangun, IHN untuk mengangkut BBM diduga ilegal dari perusahaan di Samarinda.

Polisi masih memburu pemilik kapal.

Baca juga: Lagi, Polisi Tangkap Kapal Pengangkut BBM Ilegal Sebanyak 3.000 Liter

 

Ilustrasi tersangka ditahan.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tersangka ditahan.
Ancaman hukuman

Nahkoda dan tujuh ABK tersebut kini ditahan di Markas Unit Airud Suak Kandis, Desa Jebus, Muarojambi.

Pemilik barang diduga melanggar UU Nomor 22 Tahun 2001 tentang Migas dengan ancaman pidana paling lama tiga tahun penjara.

Nahkoda kapal juga diancam hukuman penjara lantaran diduga melanggar UU Nomor 17 Tahun 2008 tentang Pelayaran.

"Akan tetapi semua itu perlu dibuktikan terlebih dahulu. Sebab diduga BBM ilegal tersebut belum diketahui jenisnya dan baru akan dicek di Labfor Palembang. Polisi juga berkoordinasi dengan Pertamina mengenai asal-usul minyak tersebut," kata dia.

Sumber : Antara



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Cerita Rohani Ketika Suaminya Disebut Mirip Jokowi dan Viral

Regional
Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Sepatu dan Helm Klub Moge Jadi Barang Bukti Pengeroyokan 2 Anggota TNI di Bukittinggi

Regional
Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Diduga Sedang Tertidur Pulas, Satu Keluarga Tewas Terbakar

Regional
Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Terungkap Penyebab Kematian Karyawati SPBU di Kupang, Bukan Kecelakaan

Regional
Disebut Covid-19 Usai 'Rapid Test', Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Disebut Covid-19 Usai "Rapid Test", Pasien Melahirkan Merasa Dipingpong Rumah Sakit

Regional
Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Kasus Pengeroyokan Anggota TNI di Bukittinggi, 14 Motor Gede Diamankan Polisi

Regional
Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Anggota Klub Moge Diduga Menganiaya dan Mengancam 2 Prajurit TNI

Regional
Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Cemburu Buta Berujung Pembunuhan Berencana

Regional
Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Buruh di DIY Kecewa walaupun UMP Ditetapkan Naik, Apa Sebabnya?

Regional
Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Pemprov Jabar Tetapkan UMP 2021, Berapa Besarnya?

Regional
Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Bawa Kabur Biaya Pernikahan Rp 10 Juta, Makcomblang di Lampung Ditangkap Polisi

Regional
Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Mendapat Berkah dari Hidroponik Barokah

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 31 Oktober 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 31 Oktober 2020

Regional
Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Polisi Masih Dalami Motif Penumpang Perempuan yang Tusuk Sopir Taksi Online

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X