Tracing 2 Pasien Positif Covid-19 di NTB, Ratusan Santri Dikarantina di Pondok Pesantren

Kompas.com - 26/03/2020, 09:08 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

MATARAM, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) mengumumkan dua pasien positif Covid-19 yang merupakan pasangan suami istri dan pengelola sebuah pondok pesantren di Lombok Timur.

Dinas Kesehatan Lombok Timur pun memeriksa ratusan santri di pondok pesantren itu.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi NTB Nurhandini Eka Dewi mengatakan, ratusan santri itu dikarantina selama dua pekan.

"Mereka baik (kondisinya), tapi harus diisolasi selama 14 hari," kata Eka saat dikonfirmasi Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Istri Hamil, Dokter Rawat Pasien Corona Khawatir Jadi Carrier, 1 Jam Cuci Tangan Puluhan Kali

Ketua Satgas Percepatan dan Penanganan Covid-19 NTB Ahsanul Khalid mengatakan, karantina mandiri ratusan santri itu harus dilakukan untuk memastikan kondisi mereka.

"Ini masalah teknis kesehatan dan tadi sudah dijelaskan akan ada tracing untuk mengetahui siapa saja yang pernah kontak dengan pasien," kata Ahsanul.

Pemprov NTB menemukan 44 orang yang melakukan kontak dekat dengan dua pasien tersebut.

Menurut Ahasanul, tak menutup kemungkinan jumlah orang yang melakukan dekat terus bertambah seiring perkembangan tracing yang dilakukan.

Sementara itu, Kapolsek Aikmel Lombok Timur I Made Sutama mengatakan, pintu masuk dan keluar pondok pesantren itu telah dijaga polisi dan TNI.

"Ada lebih kurang 100-an santri dan pengurus pondok pesantren yang diisolasi. Mereka sudah mendapatkan penanganan dan pemeriksaan dari Dinas Kesehatan Lombok Timur," kata Sutama ketika dihubungi Kompas.com.

 

Sutama menjelaskan, isolasi itu dilakukan sejak Minggu (22/3/2020). 

Polsek Aikmel, kata dia, telah menyosialisasikan sejumlah langkah pencegahan penyebaran virus corona di wilayah itu.

Sosialisasi dilakukan setelah mendapatkan kabar ada dua warga diduga terinfeksi virus corona dirujuk RSUD Provinsi NTB pada 17 Maret 2020.

Setelah pengumuman dua pasien tersebut positif Covid-19, Dinas Kesehatan Lombok Timur mengisolasi santri di pondok pesantren tersebut.

"Santri tidak boleh keluar masuk pondok dan memasang banner bertuliskan larangan keluar masuk ke ponpes tersebut," kata Sutama.

Baca juga: Jauh Lebih Efektif Gunakan Sabun Dibanding Hand Sanitizer

Sutama dan jajarannya hanya melakukan penjagaan jarak jauh. Mereka tak berani mendekati kawasan pondok pesantren karena tak memiliki alat pelindung diri (APD).

"Itulah yang membuat kami tidak berani mendekat, karena tak ada APD, hanya dibekali masker, punya masker dipakai sehari saja, besok sudah tidak ada lagi, termasuk sarung tangan yang sangat minim, sehingga kami hanya berani memantau dari jauh," jelas Sutama.

Sutama menjelaskan masker yang diberikan Dinas Kesehatan sangat terbatas. Sementara, toko tak lagi menjual masker karena persediaan habis.

Meski kekurangan masker, aparat kepolisian tetap berjaga di pintu masuk dan keluar pondok pesantren tersebut.

 

Sebelumnya diberitakan, Pemprov NTB mengumumkan kasus positif Covid-19 baru di wilayahnya. Sehingga, terdapat dua pasien positif Covid-19 yang dirawat di RSUD NTB.

Dua pasien itu merupakan pasangan suami istri. Mereka memiliki riwayat perjalan ke Jakarta.

Selain dua pasien positif itu, terdapat 16 pasien dalam pengawasan (PDP) di NTB. Sedangkan, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) sebanyak 280 kasus.

Baca juga: Tes Massal Covid-19 Jabar Dimulai, 300 Tenaga Kesehatan dan Karyawan di RSHS Bandung Diperiksa

Juru bicara pemerintah untuk penanganan virus corona Achmad Yurianto mengatakan, jumlah pasien positif Covid-19 mencapai 790 orang pada Rabu (25/3/2020).

Sebanyak 31 pasien dinyatakan sembuh dan 58 pasien meninggal karena virus corona baru tersebut.

Sementara ini, kasus tertinggi pasien Covid-19 berada di DKI Jakarta sebanyak 463 kasus.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Wali Kota Bobby Copot Jabatan Lurah Sidorame Timur Karena Pungli

Regional
Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan 'Lalaki Sajabar'

Cegah Serangan Siber, Diskominfo Jabar Minta Pemda Manfaatkan "Lalaki Sajabar"

Regional
Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Resmikan Alun-alun Majalengka, Kang Emil: Silakan Berekspresi di Sini

Regional
798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

798 Tempat Penyokong Wisata Tersertifikasi CHSE, Jabar Siap Sambut Wisatawan Libur Lebaran

Regional
Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Peringati Hari Kartini, Wali Kota Madiun Minta Perempuan di Pemerintahan Berjiwa Melayani

Regional
PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

PPKM Diperpanjang, Wali Kota Medan Nyatakan Siap Ikuti Aturan

Regional
Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Tinjau Pengolahan Sampah Plastik, Kang Emil Imbau Masyarakat Gunakan “Octopus”

Regional
Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Selama Larangan Mudik, Wagub Uu Optimis Dapat Tekan Mobilitas Warga Jabar

Regional
Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Terapkan Prokes dan PPKM di Kesawan City Walk, Pemkot Medan Lakukan Ini

Regional
Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Ganjar Nilai Sistem Resi Gudang Grobogan Jadi Teladan Nasional, Mengapa?

Regional
Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Anggap Warga Sudah Teredukasi Covid-19, Pemkab Wonogiri Longgarkan Kegiatan Ekonomi

Regional
Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Diminta Khofifah Desain Masjid di Surabaya, Kang Emil: Alhamdulillah, Jadi Ladang Ibadah

Regional
Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Pulihkan Ekonomi Jabar, Wagub Uu Dorong UMKM Manfaatkan Program Pemerintah

Regional
Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Mukhtar, Mantan Bomber Kantor Unicef Aceh Kini Jadi Petani Pepaya dan Porang

Regional
Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Lewat Produk UKM, Ganjar dan Dubes Ceko Diskusikan Sejumlah Potensi Kerja Sama

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X