Bertambah 5, Pasien Positif Virus Corona di Magetan Jadi 8 Orang

Kompas.com - 25/03/2020, 15:21 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

MAGETAN, KOMPAS.com - Pasien positif corona di Kabupaten Magetan bertambah 5 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, ke-5 pasien yang dinyatakan positif masih merupakan kerabat dari pasien Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr Moewardi Solo, Jawa Tengah, yang meninggal positif virus corona.

“Yang 8 itu masih kerabat dengan dengan yang kemarin,” ujar Saif, melalui sambungan telepon, Rabu (25/3/2020).

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Magetan Bertambah 2 Orang, Pernah Hadiri Seminar di Bogor

Saif menambahkan, hingga Rabu pagi, jumlah total warga Magetan yang dirawat di ruang isolasi RSUD Soedono ada 8 pasien.

Ke-8 pasien positif corona tersebut saat ini dalam keadaan sehat.

Pasien tambahan positif corona menurut Saif Muchlisun merupakan pasien yang berada dalam pantauan Dinas Kesehatan, karena sempat berinteraksi dengan pasien positif virus corona di Solo.

“Ini hasil dari tracing kemarin yang kami lab-kan dan hasilnya baru turun ini. Ke-8 dalam keadaan sehat,” imbuh dia.

Pemerintah Kabupaten Magetan memastikan hingga Rabu pagi tidak ada pasien dalam pengawasan terkait wabah virus corona.

Baca juga: Ini Alasan Pasien Positif Corona di RS Moewardi Solo Dimakamkan di Magetan

 

Terhadap warga yang sempat berinteraksi dengan pasien positif corona, pemerintah daerah berharap melakukan isolasi secara mandiri.

“Sudah kami pantau, terus juga kami suruh isolasi mandiri jadi ini sudah dalam pantauan kami," ucap Saif Muchlisun.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Tolak Omnibus Law, Aliansi Rakyat Bergerak Kembali Gelar Aksi di Simpang Tiga Gejayan

Regional
Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Muncul Klaster Sekolah, Pemprov Jateng Diminta Setop KBM Tatap Muka

Regional
Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Polisi Tangkap 5 Terduga Teroris di Kampar, Riau

Regional
Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Pacaran 5 Tahun dan Tak Direstui, Mantan Kekasih Disekap Sepekan, Korban Sempat Kirim Petunjuk Lokasi

Regional
Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Dedi Mulyadi Selamatkan 2 Bocah Usia SD yang Kerap Isap Lem

Regional
'Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan'

"Jangankan Corona, Polisi Pun Saya Makan"

Regional
Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Satu Nelayan di Makassar Ditangkap Terkait Kasus Dugaan Perobekan Uang

Regional
Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Pria yang Ngamuk di Kantor Polisi Sambil Bawa Senjata Tajam Diduga Stres

Regional
PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

PAN Resmi Usung Ananda-Mushaffa Zakir di Pilkada Banjarmasin 2020

Regional
Langgar Protokol Kesehatan di Denpasar, Siap-siap Bayar Denda hingga Rp 100.000

Langgar Protokol Kesehatan di Denpasar, Siap-siap Bayar Denda hingga Rp 100.000

Regional
Seekor Pesut Ditemukan Mati di Sungai Mahakam, Diduga Terjerat Jaring Nelayan

Seekor Pesut Ditemukan Mati di Sungai Mahakam, Diduga Terjerat Jaring Nelayan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Agustus 2020

Regional
2 Daerah di Surabaya Raya Jadi Zona Oranye, Pakar: Ini Kemajuan bagi Jatim

2 Daerah di Surabaya Raya Jadi Zona Oranye, Pakar: Ini Kemajuan bagi Jatim

Regional
Guru Ngaji di Makassar Mengaku Khilaf Telah Cabuli Muridnya

Guru Ngaji di Makassar Mengaku Khilaf Telah Cabuli Muridnya

Regional
Fakta Video PKL Menangis Mengaku Diancam Istri Wakapolda, Gara-gara Parkir dan Direkam Tahun 2012

Fakta Video PKL Menangis Mengaku Diancam Istri Wakapolda, Gara-gara Parkir dan Direkam Tahun 2012

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X