Status PDP, Bocah 11 Tahun di Pamekasan Meninggal, Hasil Lab Negatif Corona

Kompas.com - 25/03/2020, 12:44 WIB
Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona ShutterstockIlustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Seorang anak berusia 11 yang masuk kategori pasien dalam pemantauan ( PDP) meninggal dunia di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Madura, pada Jumat (20/3/2020).

Dari hasil laboratorium yang keluar pada Selasa (24/3/2020), anak tersebut dipastikan negatif corona.

" Pasien PDP yang meninggal itu hasilnya negatif Covid-19,” kata Direktur RSUD dr H Slamet Martodirdjo Pamekasan, Farid Anwar, dilansir dari Surya.co.id.

Baca juga: Buntut Pasien Positif Corona Meninggal Pulang Umrah, Pemkot Makassar Tracing 8 Travel dan Pantau 600 Orang

Anak PDP tersebut sebelumnya dirawat oleh neneknya di Kabupaten Malang. Karena sakit, anak tersebut dipulangkan ke Pamekasan.

Ia kemudan dirujuk ke RSUD dr H Slamet Martodirjo Pamekasan. Belum 24 jam dirawat, pasien anak tersebut meninggal dunia.

“Awalnya saat dilakukan pemeriksaan, dicurigai demam berdarah, tapi sebelum meninggal pasien sempat mengalami sesak napas, sehingga kita lakukan pemeriksaan swab tenggorokan, hasil lab menunjukkan memang pasien yang berusia 11 tahun tersebut terserang DHF (Dengue Hemoragic Fever),” ujar Farid Anwar.

Baca juga: Status ODP, Kakek 63 Tahun di Blitar Meninggal karena Penyakit Komplikasi Bukan Virus Corona

Setelah pasien anak tersebut meninggal, ada 15 tenaga medis dokter dan perawat yang diisolasi mandiri di rumahnya masing-masing.

Farid berharap masyarakat tidak lengah atau santai dalam menghadapi wabah virus corona ini.

Selain itu, ia meminta agar masyarakat Pamekasan tidak mudah menelan mentah-mentah informasi yang didapat melalui media sosial.

“Saya terima banyak informasi hoaks, seperti di Desa Lemper yang dikabarkan positif Covid-19, bahkan isu juga di Kadur katanya ada," bebernya.

Baca juga: UPDATE: Pasien Positif Corona yang Meninggal di Jawa Tengah Bertambah, Tertinggi di RSUD Moewardi Surakarta

Ia berharap aparat kepolisian menangkap pelaku penyebar hoaks yang meresahkan masyarakat.

"Tapi, setelah di-cross check enggak ada kasus itu. Saya juga berharap petugas kepolisian bisa menangkap mereka yang menyebarkan info hoaks tentang virus corona agar tidak meresahkan masyarakat Pamekasan,” katanya.

 

Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Pasien Anak Kategori PDP yang Meninggal di RSUD dr H Slamet Martodirdjo Dipastikan Negatif Corona

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

PSBB Gorontalo Diperpanjang untuk Persiapan New Normal

PSBB Gorontalo Diperpanjang untuk Persiapan New Normal

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Belajar di Rumah Sampai 15 Juni

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, Belajar di Rumah Sampai 15 Juni

Regional
Kronologi Suami Istri Tewas Tertabrak Mobil Saat Hendak Ber-Lebaran

Kronologi Suami Istri Tewas Tertabrak Mobil Saat Hendak Ber-Lebaran

Regional
PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, tapi Rumah Ibadah Mulai Dibuka

PSBB Tangerang Raya Diperpanjang, tapi Rumah Ibadah Mulai Dibuka

Regional
Mengaku Kelaparan, Kakek 61 Tahun Curi Kopi hingga Semir Sepatu di Minimarket

Mengaku Kelaparan, Kakek 61 Tahun Curi Kopi hingga Semir Sepatu di Minimarket

Regional
Seorang Ayah Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar Saat Ditanya Nenek

Seorang Ayah Setubuhi 2 Anak Tirinya hingga Hamil, Terbongkar Saat Ditanya Nenek

Regional
Bebas dari Penjara, Napi Asimilasi Perkosa Anak Calon Istrinya

Bebas dari Penjara, Napi Asimilasi Perkosa Anak Calon Istrinya

Regional
Terungkap Pabrik Miras Palsu Bermerek Impor di Bandung Barat

Terungkap Pabrik Miras Palsu Bermerek Impor di Bandung Barat

Regional
Saat Para Pemuda Antar Ketupat untuk Tenaga Medis Covid-19: Biar Mereka Ikut Lebaran

Saat Para Pemuda Antar Ketupat untuk Tenaga Medis Covid-19: Biar Mereka Ikut Lebaran

Regional
Polda Jateng Tunggu Hasil Lab Iptu SY, Pengendara yang Tabrak Rumah Warga

Polda Jateng Tunggu Hasil Lab Iptu SY, Pengendara yang Tabrak Rumah Warga

Regional
Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Aksi Babinsa Gendong Nenek dan Penderita Stroke untuk Mengambil BLT

Regional
Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Dentuman di Kawah Gunung Ijen, Ada Gelombang Mirip Tsunami Setinggi 3 Meter, Satu Penambang Tewas

Regional
Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Longsor di Tol Ungaran, Kendaraan Dialihkan ke Jalan Nasional

Regional
Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Ternak Warga Banyak yang Hilang Misterius, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Update Corona di Kepri, Jumlah Pasien yang Sembuh 102 Orang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X