Kronologi Polisi Gagalkan Penyelundupan 1,7 Ton Merkuri, Kejar hingga Tembaki Kapal Penyelundup

Kompas.com - 25/03/2020, 07:07 WIB
Aparat Polairud Polda Maluku menggagalkan 1,7 ton mercuri dari atas kapal kayu KLM Cahaya Baru di peraiaran Ambalau, Buru Selatan , Maluku, Senin (23/3/2020). Mercuri tersebut rencananya akan diselundupkan ke Buton, Sulawesi Tenggara HUMAS POLDA MALUKUAparat Polairud Polda Maluku menggagalkan 1,7 ton mercuri dari atas kapal kayu KLM Cahaya Baru di peraiaran Ambalau, Buru Selatan , Maluku, Senin (23/3/2020). Mercuri tersebut rencananya akan diselundupkan ke Buton, Sulawesi Tenggara

AMBON, KOMPAS.com - Aparat Polairud Polda Maluku menggagalkan upaya penyelundupan 1,76 ton merkuri dari kapal kayu KLM Cahaya Baru yang akan dibawa ke Buton, Sulawesi Tenggara.

Kapal yang mengangkut merkuri itu dicegat di perairan Ambalau, Kabupaten Buru Selatan, Maluku, setelah dikejar oleh KP XVI-1008 milik Polairud Polda Maluku di perairan tersebut.

Polisi yang melakukan pengejaran pun akhirnya menembaki kapal itu hingga bocor lantaran nakhoda kapal tidak menghiraukan peringatan dari polisi saat akan diperiksa.

Insiden itu terjadi pada Senin (23/3/2020).

Baca juga: BNN Gagalkan Penyelundupan 32 Kilogram Sabu di Sumatera Utara

“Anggota terpaksa menembaki kapal itu sampai bocor karena tidak mengindahkan peringatan dari polisi dan, nakhoda tetap tidak mau berhenti, malah mempercepat laju kapal saat hendak diperiksa,” ungkap Rosyid kepada wartawan di Ambon, Selasa (24/3/2020).

Menurut Harun Rosyid, setelah berhasil dihentikan, nakhoda kapal langsung ditangkap dan dibawa bersama barang bukti 1,76 ton merkuri yang akan diselundupkan itu ke Markas Polairud Polda Maluku di kawasan Leteri Ambon.

“Saat ini barang bukti merkuri 1,76 ton yang diisi di 50 jeriken telah diamankan bersama nakhoda kapal ZA untuk diperiksa lebih lanjut,” ujarnya.

Dia mengakui, 1,7 ton merkuri itu akan diselundupkan ke lokasi penambangan di Buton, Sulawesi Tenggara. Saat ini pemilik barang berbahaya itu masih diselidiki.

Baca juga: Polairud Polda Jabar Amankan 9575 Bayi Lobster Senilai Rp 2 Miliar

“Itu mau dibawa ke Buton, saat ini pemilik merkuri masih diselidiki,” uajrnya.

Kabid Humas Polda Maluku Kombes Muhamad Roem Ohoirat yang dikonfirmasi mengaku, dua ABK yang ikut dalam kapal itu melarikan diri ke hutan setelah melompat ke laut dan melarikan diri.

“Jadi kapalnya itu dikejar hingga mendekati daratan lalu dua ABK lompat dan langsung lari ke hutan, sedangkan nakhodanya ditangkap. Memang benar petugas sempat mengeluarkan tembakan,” katanya. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Vaksinasi Ditunda gara-gara Bupati Tak di Lokasi, Satgas Covid-19 Sumbar: Tak Masuk Akal

Vaksinasi Ditunda gara-gara Bupati Tak di Lokasi, Satgas Covid-19 Sumbar: Tak Masuk Akal

Regional
Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Update: 46 Orang Meninggal akibat Gempa Mamuju dan Majene

Regional
Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Ini Motif Pelaku Pembunuh Mahasiswa Telkom yang Jasadnya Ditemukan Terlilit Kasur dan Terbungkus Plastik di Karawang

Regional
Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Video Bantuan Gempa Majene Diduga Dijarah Warga, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Hendak Ambil Ponsel yang Tertinggal, Gita Tewas Tertimpa Bangunan Saat Gempa Susulan

Regional
Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Mengungkap Fakta Aksi Perampokan yang Diduga Libatkan Ibu Hamil di Kabupaten Malang

Regional
Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Banjir di Kalsel Meluas, Warga Menunggu Evakuasi dari Loteng

Regional
Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Fakta Lengkap Kasus Pembunuhan Mahasiswa Telkom di Karawang

Regional
Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Gita Tewas Tertimpa Bangunan, Sang Ayah: Dia Lupa HP-nya, Lalu Masuk Lagi

Regional
Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Fenomena Awan Mirip Gulungan Ombak di Langit Bandara YIA Kulon Progo, Ini Penjelasannya

Regional
OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

OJK Nobatkan Jateng Jadi Provinsi Terbaik Penggerak Keuangan Inklusif

Regional
Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Kisah Tragis Fathan, Tewas Dibunuh Rekannya gara-gara Tak Meminjami Uang

Regional
Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Update Bencana Longsor di Sumedang, 25 Orang Tewas hingga Kendala Pencarian Tim SAR

Regional
Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Detik-detik Gita Tewas Tertimpa Reruntuhan Saat Gempa, Kembali Masuk Rumah untuk Ambil Ponsel yang Tertinggal

Regional
Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Bupati Tidak di Tempat, Vaksinasi Ditunda hingga Satgas Kecewa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X