Bilik Sterilisasi Sudah Terpasang di Sejumlah Fasilitas Publik Surabaya, Risma Minta Warga Antre dan Jaga Jarak

Kompas.com - 24/03/2020, 19:51 WIB
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Rektor IT Telkom Surabaya Tri Arief Sardjono melakukan uji coba panggunaan bilik sterilisasi yang dikembangkan IT Telkom Surabaya di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu (21/3/2020). KOMPAS.COM/GHINAN SALMANWali Kota Surabaya Tri Rismaharini bersama Rektor IT Telkom Surabaya Tri Arief Sardjono melakukan uji coba panggunaan bilik sterilisasi yang dikembangkan IT Telkom Surabaya di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Sabtu (21/3/2020).

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperbanyak pembuatan bilik sterilisasi atau sterilization chamber yang akan dipasang di berbagai fasilitas umum di Kota Pahlawan.

Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, sejumlah fasilitas publik sudah terpasang alat sterilisasi tubuh itu.

Ia meminta warga Kota Surabaya agar menggunakan fasilitas tersebut untuk menghilangkan kuman dan bakteri maupun virus yang mungkin menempel di tubuh masing-masing.

"Sementara yang sudah ada, kami pasang di dekat Balai Kota, di Jalan Sedap Malam, di Taman Bungkul, kemudian di KBS, dan di depan TP (Tunjungan Plaza). Nanti kami akan tambah lagi, kami produksi terus sanitizer chamber ini untuk warga Kota Surabaya," ujar Risma, di Rumah Dinas Wali Kota Surabaya, Selasa (24/3/2020).

Baca juga: Risma Bantu Buatkan Ribuan APD untuk Tenaga Medis yang Tangani Pasien Covid-19

Risma berharap, warga Kota Surabaya yang baru pulang dari tempat kerjanya, bisa menyempatkan waktu untuk mampir di dan menggunakan bilik sterilisasi itu.

Tujuannya, kata Risma, supaya ketika pulang ke rumah sudah dalam kondisi steril.

"Sehingga keluarga kita tidak ikut tercemar virus atau bakteri yang kita bawa dari luar," ujar dia.

Antre di bilik sterilisasi

Namun, Risma juga meminta kepada warga Kota Surabaya untuk selalu menjaga jarak aman, terutama apabila nantinya harus antre di fasilitas bilik sterilisasi itu.

"Saya berharap jaraknya nanti antre tetap satu meter lebih. Jangan berdesakan ketika antre mau masuk sanitizer chamber itu," kata Risma.

Wali kota perempuan pertama di Kota Surabaya ini kembali memastikan bahwa alat sterilisasi tubuh ini akan terus diproduksi sampai menyebar di hampir seluruh penjuru Kota Pahlawan.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X