Siapkan Anggaran Rp 100 M Atasi Corona di Jateng, Ganjar: Terlalu Kecil

Kompas.com - 24/03/2020, 15:30 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat penyusunan rencana operasional penanggulangan Covid-19 bersama seluruh kepala dinas di lingkungan Pemprov Jateng, di Semarang, Minggu (22/3/2020). KOMPAS.com/pemprov jatengGubernur Jateng Ganjar Pranowo saat memimpin rapat penyusunan rencana operasional penanggulangan Covid-19 bersama seluruh kepala dinas di lingkungan Pemprov Jateng, di Semarang, Minggu (22/3/2020).

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah menyediakan dana sebesar Rp 100 miliar untuk memenuhi kebutuhan di sektor kesehatan dalam menanggulangi Covid-19 atau virus corona di wilayah Jawa Tengah.

"Kita masih konsentrasi di kesehatannya untuk kebutuhan sekitar Rp100 miliar lebih sedikit. Sekarang menyiapkan untuk social safety net, sedang kami siapkan," kata Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat konferensi pers di Puri Gedeh, Selasa (24/3/2020).

Maka dari itu, Ganjar meminta seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di wilayahnya untuk melakukan penghitungan terkait dampak Covid-19 dari sektor ekonomi, sosial, industri, perdagangan dan investasi.

Baca juga: ODP di Jateng Karantina di Rumah, Dijaga Ketat Satpol PP, Koramil, dan Polsek

Ganjar menduga, anggaran sebesar itu dirasa masih terlalu sedikit karena hanya untuk kebutuhan di sektor kesehatan saja.

"Dugaan saya kalau Rp100 miliar lebih sedikit itu masih terlalu kecil. Maka itu hanya dari sisi rumah sakit yang membutuhkan saja. Sementara ekonomi yang lain masih belum masuk datanya sampai hari ini," jelasnya.

Sebelumnya, Ganjar melakukan video conference dengan Presiden Joko Widodo terkait update perkembangan dampak Covid-19 di Jateng.

Ada beberapa hal yang dibahas dalam rapat yang diikuti oleh delapan gubernur dan menteri kabinet kerja tersebut. Selain isu kesehatan, sosial ekonomi menjadi pembahasan utama.

"Tadi Pak Presiden mengarahkan seluruh daerah menyiapkan penghitungan teknis, baik terkait aspek kesehatan dan ekonomi serta sosial," katanya.

Baca juga: PDP Corona di Purwokerto Meninggal, Sempat Pergi ke Solo

Presiden, lanjut dia, telah memerintahkan pemerintah daerah untuk melakukan relokasi dan realokasi anggaran yang ada.

Sejumlah anggaran yang tidak mendesak, harus diarahkan pada kepentingan penanganan corona.

"Termasuk Presiden memerintahkan kami menghitung berapa social safety net yang dibutuhkan. Presiden meminta disiapkan bantuan-bantuan sosial kepada masyarakat yang terdampak virus ini," terangnya.

Pihaknya, lanjut dia, sudah menghitung dampak sosial yang timbul di Jateng. Dinas Sosial, lanjut Ganjar, sudah melakukan pendataan dan penghitungan.

"Nanti apa saja yang terdampak, siapa yang terpengaruh hingga prioritas. Sesuai arahan presiden, mereka yang butuh perhatian adalah lansia, penyandang disabilitas, orang sakit, UKM dan lainnya," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat'

"Herlis Memang Pulang Kampung, Tapi Sudah Jadi Mayat"

Regional
Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Kebijakan Wali Kota Hendi Antar Semarang Jadi Pilot Project Pendataan Keluarga

Regional
Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X