Cara Bupati Banyumas Tangkal Virus Corona, Manfaatkan Ciu untuk Hand Sanitizer hingga Rapat Sambil Berjemur

Kompas.com - 24/03/2020, 15:05 WIB
Bupati Banyumas Achmad Husein bersama anggota Ikatan Apoteker membagikan handsanitizer kepada pengguna jalan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2020). KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINBupati Banyumas Achmad Husein bersama anggota Ikatan Apoteker membagikan handsanitizer kepada pengguna jalan di Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Kamis (19/3/2020).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Beberapa kepala daerah melakukan cara untuk mencegah penyebaran virus corona di wilayahnya. Termasuk Bupati Banyumas Acmad Husein. Ia membuat hand sanitizer secara mandiri dan menggelar rapat sambil berjemur.

Hand sanitizer hasil racikan Bupati Banyumas Achmad Husein dibagikan secara gratis di sekitar Alun-Alun Purwokerto pada Senin (23/3/2020).

Hand Sanitizer itu diolah dari ciu sehingga menghasilkan kadar alkohol 96 persen. Alkohol tersebut lalu dicampur dengan hidrogen peroksida, gliserol, pewangi, dan ditambah dengan air.

"Saya pakai gliserin untuk penghalus dan hidrogen peroksida itu antiseptik," kata Husein, Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Ciu Banyumas Akan Dimanfaatkan Jadi Bahan Hand Sanitizer, Bupati: Daripada Buat Mabuk-mabukan

Hand sanitizer buatan Bupati Banyumas tersebut dikemas di dalam botol. Rencananya akan ada posko yang menyediakan hand sanitizer isi ulang.

Di posko tersebut disediakan sekitar 30 liter hand sanitizer setiap harinya. Masyarakat yang membutuhkannya bisa mengambilnya secara cuma-cuma.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya masih banyak, cuma kemasannya habis, jadi nanti saya bikin posko di situ. Kalau mau isi ulang silahkan, nanti ada petugas yang ngisiin. Masyarakat kalau mau ngisi besok posko mulai kerja," kata Husein.

"Ini bukan untuk dijual, tapi untuk darurat saja," ujar Husein.

Baca juga: Bupati Banyumas Bagikan Hand Sanitizer Berbahan Ciu Gratis kepada Pengguna Jalan

Pejabat Banyumas rapat sambil berjemur

Bupati Banyumas Achmad Husein bersama jajarannya menggelar rapat di ruang terbuka sambil berjemur di kompleks Setda Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (34/3/2020) pagi.KOMPAS.COM/DOK HUMAS PEMKAB BANYUMAS Bupati Banyumas Achmad Husein bersama jajarannya menggelar rapat di ruang terbuka sambil berjemur di kompleks Setda Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (34/3/2020) pagi.
Bupati Banyumas menggelar rapat sambil berjemur di bawah sinar matahari pagi, Selasa (24/3/2020) pagi.

Achmad Husein sengaja menggelar rapat sambil berjemur agar badan lebih sehat, sehingga terhindar dari penularan virus corona (Covid-19).

Rapat digelar di halaman kantor sekaligus rumah dinas bupati.

Sejumlah pejabat seperti Wakil Bupati Banyumas, Sekda Banyumas, Kepala Dinas Kesehatan Banyumas, hingga Kepala Satpol PP Banyumas, hadir dalam rapat di luar ruangan ini.

"Lebih sehat, karena kalau di dalam ruang dimungkinkan ada virus yang mutar-mutar. Apabila cuaca mendukung ke depan akan menggelar rapat yang sama di luar ruang," kata Husein.

Baca juga: Pejabat Banyumas Rapat Sambil Berjemur, Bahas Langkah Represif untuk Bubarkan Kerumunan

Saat rapat bupati mengatakan Pemkab Banyumas bersama TNI dan Polri akan melakukan tindakan represif dengan membubarkan kerumunan massa selama masa tanggap darurat Covid-19.

"Mulai hari ini, saya minta Kasatpol PP berkoordinasi dengan Polresta dan Kodim agar menyisir dan berkeliling ke seluruh penjuru Banyumas. Langkah represif ini kita lakukan untuk membubarkan setiap keramaian di tempat hiburan dan kerumunan massa, karena imbauan awal masih ada yang berkeberatan, dan ada yang ngeyel," ujar Husein.

Baca juga: Bupati Sebut Banyumas dalam Situasi Berbahaya, Seluruh Umat Diminta Ibadah di Rumah

Tunda acara mantu

Relawan Gerakan Pemuda Ansor menyemprot disinfektan di sebuah madrasah di Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.KOMPAS.COM/DOK PAC ANSOR CILONGOK Relawan Gerakan Pemuda Ansor menyemprot disinfektan di sebuah madrasah di Cilongok, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah.
Bupati Banyumas Achmad Husein memutuskan untuk menunda pesta pernikahan keponakannya walaupun telah menyebar undangan.

Acara tersebut rencananya dilaksanakan, Sabtu (21/3/2020).

"Saya mau mantu, tapi ditunda. Saya punya keponakan yang ikut saya sejak kecil, anak dari saudara istri saya. Seharusnya besok ini resepsi, besok hanya akad nikah saja, tamu yang hadir juga terbatas," kata Husein, Jumat (20/3/2020).

Pernyataan itu disampaikan Husein di hadapan puluhan kepala desa yang datang saat pengarahan kewaspadaan penyabaran virus corona.

Baca juga: Imbau Warga Tak Berkerumun, Acara Mantu Bupati Banyumas Ditunda

Saat itu Husein juga meminta kepada para pemuka agama untuk menunda kegiatan yang melibatkan banyak orang seperti pengajian dan lain-lain.

Untuk menghindari kerumunan, kegiatan pengarahan kepada para kades juga dibagi menjadi lima sesi dari pagi hingga sore. Selain itu, jarak antar kursi dibuat agak longgar untuk menjaga jarak sosial.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Fadlan Mukhtar Zain | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

UU Minerba Bikin Penghasilan Daerah Minim, Anggota DPD RI Minta Kewenangan Pertambangan Dikembalikan ke Daerah

Regional
Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Pakar Kebencanaan UGM: Jateng Sangat Peduli terhadap Kebencanaan Indonesia

Regional
Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Bupati Wonogiri Berharap Pemerintah Pusat Tak Bebankan Gaji P3K ke APBD

Regional
Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Capaian Vaksinasi Wonogiri di Atas 90 Persen, Jekek Minta Masyarakat Tetap Taat Prokes

Regional
Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Percepat Vaksinasi di Wonogiri, Bupati Jekek Siapkan Strategi Home Visit

Regional
Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Ada Guru Meninggal akibat Covid-19, Bupati Wonogiri Ingatkan Pandemi Belum Berakhir

Regional
Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Soal Penutupan Wisata pada Akhir Tahun, Pemkab Wonogiri Tunggu Kebijakan Pusat

Regional
Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ganjar Kirim 50 Relawan untuk Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Guru di Wonogiri Meninggal karena Covid-19, Bupati Jekek: Terpapar di Area Wisata, Bukan Sekolah

Regional
Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Antisipasi Omicron Saat Nataru, Bupati Jekek Minta Perantau Tak Mudik

Regional
Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Jadi Penyangga Borobudur, Wonogiri Siap Unggulkan Obyek Wisata Ini

Regional
Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Luwu Utara Rawan Bencana, Bupati IDP Beberkan Pentingnya Pelatihan Pengurangan Risiko Bencana

Regional
Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Bupati Indah Berharap Pasar Smart Rakyat Salulemo Jadi Pasar Percontohan dan Pasar Sehat

Regional
Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Bupati Jekek Pastikan Pembangunan Waduk Pidekso Dipercepat

Regional
Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.