Fakta Lengkap di Balik Ancaman IDI Kepri Hentikan Tangani Pasien Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 14:00 WIB
Tim medis menggunakan APD lengkap saat menunjukan ruang isolasi pasien corona di RSU dr Slamet Garut, beberap waktu lalu (KOMPAS.COM/ARI MAULANA KARANG)Tim medis menggunakan APD lengkap saat menunjukan ruang isolasi pasien corona di RSU dr Slamet Garut, beberap waktu lalu

KOMPAS.com - Surat terbuka dari Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kepulauan Riau Kepri berisi ancaman untuk berhenti menangani pasien positif Covid-19 atau corona jika 6 tuntutan mereka tak dipenuhi. 

Setelah ditelusuri, surat tersebut ditujukan ke pimpinan daerah untuk lebih tegas menerapkan social distancing ke masyarakat.

Lalu ada poin yang mendesak pemerintah untuk segera menyediakan alat pelindung diri (APD) bagi para tim medis yang bertugas.

“Jika enam poin tersebut Bapak Plt Gubernur Kepri tidak bisa menjalankannya, kami mohon maaf tidak akan memberikan pelayanan,” jelas Ketua IDI Provinsi Kepri dr Rusdani, Senin (23/3/2020).

Berikut ini fakta lengkapnya:

1. Isi tuntutan

IDI Kepri menuntut enam hal terkait wabah corona yang semakin parah. Tuntutan itu adalah sebagai berikut:

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

1. Meminta Pemprov Kepri membuat pembatasan mobilisasi penduduk dari satu wilayah ke wilayah lainnya.

2. Meminta aparat bertindak tegas kepada masyarakat yang tidak menjalankan social distancing.

3. Kegiatan perkantoran termasuk sidang pengadilan untuk sementara ditunda

4. Meminta seluruh RS, Puskesmas, Klinik dan tempat praktek pribadi dilengkapi dengan alat pelindung diri (APD) standar.

5. Laboratorium pemeriksaan standar RT PCR (Real Time Reverse Transcriptase Polymerase ) disediakan di ibukota Provinsi agar diagnosis segera dilakukan kurang dari 24 jam.

6. Meminta data pasien untuk dibuka agar dapat memudahkan tracing (pelacakan).

Baca juga: Riwayat Pasien Positif Corona di Kepri, dari Jakarta, Shalat Jumat hingga Sepedaan

2. Alasan IDI Kepri bersikap tegas

Rusdani menjelaskan, virus tersebut tidak hanya mengancam keselamatan pasien bersangkutan, melainkan juga petugas medis yang memberikan penanganan kesehatan.

Salah satu penyebab dari kematian para tim medis saat menangani virus corona adalah minimnya alat pelindung diri.

Hingga saat ini, menurut Rusdani, sudah 7 dokter meninggal dunia saat bertugas.

Sementara itu, Dinas Kesehatan Kepri pun sepakat dengan sikap tegas IDI tersebut.

“Saya sependapat dengan IDI Kepri, sebab terkait kelangkaan APD saat ini adalah masalah nasional,” jelas Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri, Tjetjep Yudina.

Baca juga: IDI Umumkan 6 Dokter yang Menangani Wabah Corona Meninggal Dunia

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Pemkab Tanah Bambu Minta Perusahaan Tambang Berpartisipasi dalam Pembangunan Daerah

Regional
Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Kejar Target Vaksinasi Dosis Kedua, Pemkab Lakukan Home Visit di 25 Kecamatan

Regional
Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Gelar Sosialisasi Sinergi APIP dan APH, Pemkab Luwu Utara Berkomitmen Ciptakan Pemerintahan Bersih

Regional
Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Antisipasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi, Bupati Jekek Berharap Petani Kembangkan Modifikasi dan Inovasi

Regional
Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Sebanyak 300 Pesepeda Gunung Ramaikan Event Wonderful Rongkong

Regional
Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Banjir Bandang Terjang Garut, JQR Dirikan Dapur Umum untuk Pengungsi dan Relawan

Regional
Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Peringati HMPI dan BMPN, Perguruan Islam Al Syukro Dompet Dhuafa Tanam 1.000 Bibit Pohon

Regional
Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Lika-liku Perjalanan Warga Desa Wanagiri di Bali untuk Mencari Air Bersih

Regional
ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

ASN Dilarang Ambil Cuti Saat Libur Nataru, Kang Emil: Taat Saja

Regional
Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Terobosan Walkot Bobby Dorong UMKM Naik Kelas di Medan

Regional
Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Bantu Sumut Vaksinasi Pelajar SMA, Pemkot Medan Siapkan Logistik Vaksin

Regional
Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Pemkot Jabar Sambut Baik Vaksinasi Covid-19 Massal yang Diselenggarakan PT MUJ

Regional
Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Bobby Berhasil Percepat Pemulihan Ekonomi Medan, Akademisi USU Berikan Pujian

Regional
Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Komisi III DPRD Kalsel Setuju Kewenangan Pajak Pertambangan Dikendalikan Pemda

Regional
Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.