ODP di Jateng Karantina di Rumah, Dijaga Ketat Satpol PP, Koramil, dan Polsek

Kompas.com - 24/03/2020, 13:16 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

 

SEMARANG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah akan memperketat protokol pengawasan kepada masyarakat yang telah ditetapkan sebagai orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19 di setiap daerah di Jateng.

"Nanti akan ada protokol ketat untuk disebarkan di kabupaten/kota. Kalau ODP sudah ditetapkan oleh pemerintah daerah maka semua pihak harus ikut mengambil bagian," jelas Kepala Dinas Kesehatan Jateng Yulianto Prabowo di Semarang, Selasa (24/3/2020).

Yulianto menegaskan, masyarakat yang sudah ditetapkan ODP wajib dikarantina atau isolasi di rumah. Maka, harus dijaga ketat oleh personel dari Satpol PP, Koramil, dan Polsek daerah setempat.

"Semua pihak akan dikerahkan untuk mengawasi ODP agar disiplin selama masa karantina 14 hari tidak boleh keluar rumah. Artinya ini pekerjaan lintas sektor bukan hanya dari kesehatan" katanya.

Baca juga: Dinkes Sumut Minta Saran Hukum Umumkan Nama dan Alamat ODP Agar Patuh Tetap di Rumah

Yulianto menyebut, protokol baku terkait prosedur pengawasan ODP sebenarnya sudah ada oleh pihak rumah sakit.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun, kerap kali tidak ditaati oleh ODP karena anggapan bahwa penetapan ODP tersebut tidak mengikat.

"Kalau puskesmas atau rumah sakit sudah menetapkan ODP maka harus dilaksanakan. Tetapi beberapa masyarakat di wilayah Jateng memandang belum cukup," katanya.

Maka dari itu, pihaknya mengusulkan untuk penetapan ODP bukan hanya dari rumah sakit saja namun pemerintah daerah bisa membuat mekanisme surat penetapan ODP.

"Kami mengusulkan yang menetapkan ODP bukan hanya puskesmas atau rumah sakit tapi pemerintah daerah juga bisa membuat mekanisme, misalnya bupati wali kota memerintahkan camat untuk mengeluarkan surat ODP," ujarnya.

Baca juga: 31 Warga Nias Jadi ODP Covid-19

Sebelumnya diberitakan, sebuah video memperlihatkan hasil tes kesehatan deteksi dini virus corona baru atau Covid-19 (Covid-19) dari RSUD Dr Moewardi Surakarta viral di media sosial pada Sabtu (21/3/2020).

Hasil tes kesehatan itu dimiliki seorang perempuan yang bepergian ke salah satu toko ponsel di Pasar Singosaren Solo, Jawa Tengah.

Perempuan tersebut sempat berinteraksi dengan beberapa orang di sekitar toko ponsel tersebut.

Dalam video berdurasi 21 detik itu, hasil tes memperlihatkan perempuan tersebut berstatus orang dalam pengawasan (ODP) Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Keterlibatan Pemerintah Bikin BOR di Wonogiri Turun Drastis Selama PPKM

Regional
Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Bupati Wonogiri Fokus Percepat Vaksinasi di Tingkat Kecamatan

Regional
Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Kendalikan Laju Pertumbuhan Penduduk, Wali Kota Madiun Terima Penghargaan MKK 2021

Regional
Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Sapa Warga Subang dan Purwakarta, Ridwan Kamil Bagikan Sembako dan Tinjau Vaksinasi

Regional
Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Mahasiswa Bantu Penanganan Covid-19, Ganjar Pranowo Berikan Apresiasi

Regional
Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi 'Getar Dilan' Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Wujudkan Ketahanan Pangan, Inovasi "Getar Dilan" Luwu Utara Masuk Top 45 KIPP

Regional
Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Jabar Optimistis Desa Wisatanya Akan Menang di Ajang ADWI 2021

Regional
Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Bocah 2 Tahun Meninggal Usai Makan Singkong Bakar, Ini Kronologinya

Regional
Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Kolaborasi Jadi Kunci Kudus Terlepas dari Status Zona Merah Covid-19

Regional
Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Ganjar Pranowo Disambangi Aktivis Mahasiswa Malam-malam, Ada Apa?

Regional
KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

KRI Dr Soeharso-990 Bantu Pasokan Oksigen Jateng, Ganjar: Kami Prioritaskan untuk RS di Semarang Raya

Regional
Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Kasus Covid-19 di Luwu Utara Tinggi, Bupati Indah Instruksikan Kepala Wilayah Jadi Pemimpin Lapangan

Regional
Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Walkot Benyamin Pastikan Tangsel Tangani Pandemi di Hulu dan Hilir Secara Serampak

Regional
Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Tinjau Vaksinasi di Karawang dan Bekasi, Wagub Uu Optimistis Herd Immunity Akan Tercapai

Regional
Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Melalui Fintech, Kang Emil Minta Bank BJB Adaptasi Sistem Keuangan Masa Depan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X