ODP Covid-19 di Riau Mencapai 1.823 Orang

Kompas.com - 24/03/2020, 12:41 WIB
Ilustrasi virus corona ShutterstockIlustrasi virus corona

PEKANBARU, KOMPAS.com - Dinas Kesehatan Provinsi Riau terus melakukan pemantauan terhadap masyarakat terkait wabah virus corona atau Covid-19.

Berdasarkan data di situs resmi Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau, corona.riau.go.id, jumlah orang dalam pemantauan (ODP) dari 3 hingga 24 Maret 2020, tercatat 1.823 orang.

Dari data tersebut, sebanyak 4 orang telah selesai dilakukan pemantauan dan sisanya 1.819 orang.

Baca juga: Perantau dari Sumatera Barat Diminta Tidak Pulang Kampung

Kemudian, di situs itu juga tercatat data pasien dalam pengawasan (PDP) atau suspect Covid-19, berjumlah 55 orang.

Pasien yang masih dirawat di Riau saat ini berjumlah 42 orang.

Sedangkan, pasien yang sudah dilakukan uji laboratorium dan dinyatakan negatif berjumlah 15 orang.

Dari 15 pasien yang negatif, 13 orang dinyatakan sehat dan sudah dipulangkan.

Baca juga: 31 Warga Nias Jadi ODP Covid-19

Sementara, untuk pasien yang positif Covid-19, tercatat satu orang.

Adapun, pasien yang positif ini merupakan seorang pria berusia 60 tahun.

Dalam situs web tersebut, tercatat ada 44 rumah sakit yang disiapkan untuk menangani Covid-19.

Rumah sakit tersebut tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Riau, baik rumah sakit pemerintah maupun swasta.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Bawaslu Catat 291 Pertemuan Dilakukan Paslon Pilkada Gunungkidul

Regional
Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Inovatif, Mahasiswa di Semarang Ciptakan Alat Pendeteksi Suhu dan Masker

Regional
Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Kronologi Demo Berujung Ricuh, Gas Air Mata ke Permukiman Membuat Warga Marah

Regional
Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Bukti Tagihan Diedit, Perempuan Ini Gelapkan Uang Perusahaan Rp 101 Juta

Regional
Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Gas Air Mata Masuk Permukiman Picu Kemarahan Warga, Polisi Minta Maaf

Regional
Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Mabuk dan Buat Keributan, 6 Muda-mudi Diamankan Tidur Seranjang di Indekos

Regional
4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

4 Hari Terakhir Positif Covid-19 di Sulut Bertambah 118 Kasus

Regional
Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Tujuh Orang dari Klaster Demo di Semarang Sembuh dari Covid-19

Regional
Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Debat Pilkada Makassar Digelar 3 Kali, Penerapan Protokol Kesehatan Jadi Perhatian Utama

Regional
HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

HKTI Siap Bantu Petani di Tegal untuk Pasarkan Hasil Pertanian

Regional
Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Video Viral Lima Perempuan ABG Rebutan Cowok di Ponorogo

Regional
Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Kasus Covid-19 Melonjak, Gubernur Sulteng Minta Bupati dan Walkot Ajukan PSBB

Regional
Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Staf TU IPDN Lombok Tengah Positif Covid-19

Regional
Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Separuh Wilayah Jatim Masuk Zona Kuning Covid-19, Khofifah: Ini Kerja Keras Semua Elemen...

Regional
Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami 'Lockdown' Kampus

Dua Pejabatnya Meninggal karena Covid-19, Rektor UNS: Kami "Lockdown" Kampus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X