Fakta PDP Corona Ditolak 4 Rumah Sakit, Ruangan Puskesmas Disulap Tempat Isolasi, Petugas Pakai Jas Hujan

Kompas.com - 24/03/2020, 10:14 WIB
Petugas medis memeriksa suhu badan seluruh pengunjung di Puskesmas Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (23/3/2020). KOMPAS.COM/MOHAMAD IQBAL FAHMIPetugas medis memeriksa suhu badan seluruh pengunjung di Puskesmas Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah, Senin (23/3/2020).

KOMPAS.com- Seorang warga Kejobong, Purbalingga, Jawa Tengah mengeluhkan gejala batuk, pilek, demam dan sesak napas.

Pasien tersebut memiliki riwayat perjalanan ke Jakarta.

Meski berstatus Pasien Dalam Pengawasan ( PDP), pasien itu belum mendapatkan fasilitas pemeriksaan penunjang dan swab hidung.

Ironisnya, ia pun ditolak di sejumlah rumah sakit di Purbalingga.

Baca juga: Sederet Fakta Lengkap di Balik Solo KLB Virus Corona...

Baru pulang dari Jakarta

Ilustrasi JakartaShutterstock Ilustrasi Jakarta
Kepala Puskesmas Kejobong Dyah Kurniasih menjelaskan, pasien memang sering melakukan perjalanan ke luar kota.

"Kebetulan pasien ini juga baru saja pulang dari Jakarta," ungkap Dyah.

Pasien kemudian mengeluh sakit batuk, pilek, demam dan sesak napas.

"Sehingga sesuai juknis (petunjuk teknis) kami kategorikan sebagai PDP," kata Dyah.

Pasien sebelumnya sempat berobat ke Bumiayu dengan keluhan yang sama.

Baca juga: Saat Risma hingga Aa Gym Terjun Bersenjata Pengeras Suara Tegakkan Social Distancing Cegah Corona

Ditolak rumah sakit, belum tes swab

Ilustrasi virus coronaShutterstock Ilustrasi virus corona
Meski telah berstatus PDP, pasien belum mendapatkan fasilitas pemeriksaan penunjang dan tes swab hidung.

Ia pun mendapat penolakan dari sejumlah rumah sakit setempat.

Saat Dyah mencoba menghubungi rumah sakit, hasilnya pun sama.

Ada rumah sakit yang mengaku belum siap menerima hingga berdalih ruang isolasinya penuh.

"Kami berusaha menghubungi empat rumah sakit. Namun di RSUD Goeteng dan RS Harapan Ibu penuh, sedangkan di RS Nirmala dan RS Emanuel belum siap menerima," katanya.

Baca juga: 67 Pembesuk Pasien Positif Corona asal Wonogiri Diobservasi

Sulap ruang rawat inap Puskesmas jadi tempat isolasi

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus coronaShutterstock Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Dyah mengaku pihaknya tak mungkin diam, apalagi melihat kondisi pasien yang semakin memburuk.

Dyah kemudian memutuskan menyulap ruang rawat inap Puskesmas sebagai ruang isolasi darurat sementara.

Ia menyiapkan satu ruangan kosong untuk si pasien.

Petugas medis juga menggunakan barang-barang yang ada sebagai Alat Pengaman Diri (APD).

"Ada satu ruangan yang kita kosongkan khusus untuk pasien itu, APD kami pakai alat sederhana kayak jas hujan sama bikin kacamata google dari mika," kata dia.

Ia berkomitmen merawat pasien itu hingga mendapat kepastian rujukan ke rumah sakit.

Baca juga: Ganjar Prioritaskan Semarang dan Solo untuk Rapid Test Corona, Begini Skenarionya

Penjelasan kepala dinas kesehatan

Ilustrasi virus corona. Virus corona, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.Shutterstock Ilustrasi virus corona. Virus corona, SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19.
Kepala Dinas Kesehatan Purbalingga Hanung Wikantono menjelaskan, Pemkab telah menyiapkan ruang isolasi tambahan untuk menyesuaikan jumlah PDP yang melonjak.

Hingga saat ini, lanjutnya, baru dua rumah sakit negeri yang memiliki ruang isolasi, yakni RSUD dan Panti Nugroho,

"Sementara empat RS swasta kami dorong untuk menyiapkan ruang isolasi tambahan, jadi pasien-pasien ini istilahnya menunggu antrean," kata dia.

Hanung juga menyiapkan ruang isolasi darurat seperti di kompleks UPTD Logam Kelurahan Purbalingga Lor dan gedung bekas Panti Nugroho di Jalan Isdiman.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Banyumas, M Iqbal Fahmi | Editor: Teuku Muhammad Valdy Arief)



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Kasus Covid-19 di Yogya Melonjak, Sultan HB X Soroti Perilaku Masyarakat

Regional
'Tracing' Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

"Tracing" Alumni Asal Kamboja, UGM Temukan 3 Orang Positif Covid-19

Regional
Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Kronologi Dua Bocah Perempuan Hilang di Hutan, Pamit Cari Sagu, Sudah Sepekan Belum Ditemukan

Regional
10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

10 Pegawai Kantor di Sukabumi Positif Covid-19

Regional
4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

4 Bulan Zona Hijau, Rokan Hilir Masuk Zona Merah Covid-19

Regional
Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Bersiap Kedatangan Jokowi, Babel Akan Pamerkan Keberhasilan Bendungan

Regional
Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Ini Kontak yang Bisa Dihubungi Korban Fetish Kain Jarik, Kerahasiaan Dijamin

Regional
Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Terungkap, Gajah Sumatera Ditembak dengan Senjata Laras Panjang

Regional
Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Dapat Dukungan dari Gerindra, Gibran Bakal Sowan ke Prabowo di Jakarta

Regional
Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Tepergok Bawa Sabu Pesanan Suami Saat Besuk, Wanita Ini Nekat Lempar Barang Bukti

Regional
Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Usaha Karaoke Masih Ditutup, Wali Kota Ambon: Nyanyi Tidak Bisa Pakai Masker

Regional
Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Kabupaten Pesisir Selatan Protes Disebut Zona Kuning Covid-19

Regional
Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Pamit Cari Sagu, Dua Anak Perempuan Hilang di Dalam Hutan

Regional
Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Pasangan Suami Istri Tewas Dibunuh Rekan Bisnis, Pelaku: Korban Menuduh Saya Maling

Regional
Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Guru SMP Meninggal Positif Covid-19, Sempat Datangi Sekolah dan Berinteraksi dengan Rekan Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X