Berbagi untuk Mereka yang Bekerja di Tengah Wabah Virus Corona

Kompas.com - 24/03/2020, 08:12 WIB
Seorang juru parkir sedang memncuci tangan di fasilitas yang tersedia di pintu masuk Pasar Gedhe Solo, 21 Maret 2020. VOA/Yudha SatriawanSeorang juru parkir sedang memncuci tangan di fasilitas yang tersedia di pintu masuk Pasar Gedhe Solo, 21 Maret 2020.
Penulis Rachmawati
|
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Sejumlah kelompok masyarakat bergerak membagikan masker, cairan penyatinasi tangan hingga beras secara gratis di Solo, Jawa Tengah.

Mereka memprioritaskan warga yang mencari nafkah di jalanan tanpa perlengkapan kesehatan yang memadai. Salah satu warga yang mendapatkan bantuan adalah Yatmi pedagang di Pasar Gedhe, Solo.

Ia diberi cairan penyanitasi tangan ( hand sanitizer) oleh salah satu komunitas warga Tionghoa di Solo pada Sabtu (21/3/2020).

Baca juga: RSUD Moewardi Solo Sanggup Produksi 250 APD dalam Sehari

Dilansir dari VOA Indonesia, Yatmi bercerita tidak pernah menggunakan produk tersebut. Selama ini dia hanya mengandalkan cuci tangan dengan memakai sabun dan air bersih.

"Ini dapat satu botol, saya belum pernah pakai ini. Tadi diajari cara pakainya. Praktis. Selama ini saya hanya cuci tangan pakai sabun di rumah dan pasar," kata Yatmi.

Tak hanya Yatmi, ratusan pedagang pasar lainnya, juru parkir, tukang becak, kuli gendong pasar, selama ini bekerja tanpa perlengkapan kesehatan seperti masker.

Namun di sejumlah pintu masuk pasar disediakan alat cuci tangan setelah Solo ditetapkan KLB virus corona sepekan lalu.

Baca juga: 65 Warga Solo yang Jalani Karantina Mandiri Diberi Logistik

Berbusana adat Jawa dan bermasker, relawan membagikan masker dan hand sanitizer gratis untuk tukang becak, juru parkir, pedagang pasar dan kuli gendong di Paaar Gedhe Solo, 21 Maret 2020.VOA/Yudha Satriawan Berbusana adat Jawa dan bermasker, relawan membagikan masker dan hand sanitizer gratis untuk tukang becak, juru parkir, pedagang pasar dan kuli gendong di Paaar Gedhe Solo, 21 Maret 2020.
Di Solo ada 44 pasar tradisional dengan 14 ribu pedagang. Para pedagang tetap mencari nafkah d luar rumah meski saat ini kondisi Solo jauh lebih lengang.

Pedagang menyebut omset turun drastis hingga 75 persen dari hari biasa. Hal tersebut terjadi warga memilih bekerja dari rumah, menghindari area publik termasuk pasar, dan larangan menggelar kegiatan pengumpulan massa yang berdampak ke bisnis catering atau restoran.

Juru bicara Perkumpulan Masyarakat Surakarta (PMS) Candra Tandyo mengatakan mereka berinisiatif membagikan secara gratis seribu botol hand sanitizer kepada warga komunitas pasar tradisional tersebut.

Baca juga: APD Buatan RSUD Moewardi Solo Gunakan Polypropylene Spunbond

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tangis Ayah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng: Dia Tulang Punggung Kami

Tangis Ayah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng: Dia Tulang Punggung Kami

Regional
Misteri Pembunuhan Nenek di Bandung Terungkap, Pelakunya Asisten Rumah

Misteri Pembunuhan Nenek di Bandung Terungkap, Pelakunya Asisten Rumah

Regional
Nenek Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantu, Pelaku Pura-pura Terluka dan Mengaku Diperkosa

Nenek Tewas di Kamar Mandi Ternyata Dibunuh Pembantu, Pelaku Pura-pura Terluka dan Mengaku Diperkosa

Regional
Mari Bantu Risalianus, Bocah SD yang Harus Berkebun demi Hidupi Ayah dan Ibu yang Lumpuh

Mari Bantu Risalianus, Bocah SD yang Harus Berkebun demi Hidupi Ayah dan Ibu yang Lumpuh

Regional
Gubernur Sulsel Resmi Lantik 11 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020

Gubernur Sulsel Resmi Lantik 11 Kepala Daerah Hasil Pilkada 2020

Regional
Jenazah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng Tiba di Medan, Tangis Keluarga Pecah, Ayah Pingsan

Jenazah Korban Penembakan Polisi di Kafe Cengkareng Tiba di Medan, Tangis Keluarga Pecah, Ayah Pingsan

Regional
Dilantik Jadi Bupati Tanah Bumbu Kalsel, Zairullah Azhar Fokus Penanganan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi

Dilantik Jadi Bupati Tanah Bumbu Kalsel, Zairullah Azhar Fokus Penanganan Covid-19 dan Percepatan Ekonomi

Regional
Demi Konten TikTok, 4 Remaja Joget di Zebra Cross, Dipanggil Polisi Setelah Videonya Viral

Demi Konten TikTok, 4 Remaja Joget di Zebra Cross, Dipanggil Polisi Setelah Videonya Viral

Regional
Ridwan Kamil Lantik Lima Pasangan Kepala Daerah Pemenang Pilkada 2020

Ridwan Kamil Lantik Lima Pasangan Kepala Daerah Pemenang Pilkada 2020

Regional
Lansia di Kota Bandung Siap Ikut Vaksinasi, Ini Persyaratannya

Lansia di Kota Bandung Siap Ikut Vaksinasi, Ini Persyaratannya

Regional
Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi Massal Hari Kedua di Banten, Ini Sebabnya

Terjadi Kerumunan Saat Vaksinasi Massal Hari Kedua di Banten, Ini Sebabnya

Regional
125 Rumah di Kota Tegal Rusak Diterjang Puting Beliung

125 Rumah di Kota Tegal Rusak Diterjang Puting Beliung

Regional
Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulon Progo Disita

Puluhan Asbak di Ruang Kerja ASN Kulon Progo Disita

Regional
Ini Alasan Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Ini Alasan Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo

Regional
Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Hendak Menyeberang Jalan, Anak 11 Tahun Ditabrak Mobil Dinas Bupati Sambas, Ini Kata Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X