Kompas.com - 23/03/2020, 22:51 WIB
Bupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri kegiatan penyemprotan disinfektan di SMP Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020). KOMPAS.COM/AFDHALUL IKHSANBupati Bogor Ade Yasin saat menghadiri kegiatan penyemprotan disinfektan di SMP Negeri 2 Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (19/3/2020).

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Bupati Bogor Ade Yasin menyiapkan anggaran sebesar Rp 80 miliar untuk kebutuhan alat pelindung diri (APD) petugas medis di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Hal itu menyusul setelah adanya seorang tenaga medis di Puskesmas Leuwiliang, yang menggunakan jas hujan sebagai pengganti APD dalam menangani kasus virus corona atau Covid-19.

"Semua daerah seperti itu (kurang APD) enggak cuma di Puskesmas Leuwiliang saja ya," ucap Ade usai Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah untuk Penanganan Wabah Virus Corona di Gedung Tegar Beriman Cibinong, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Senin (23/3/2020).

Ade menjelaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor siap menggelontorkan dana pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2020 sekitar Rp 80 miliar secara bertahap.

Baca juga: Bupati Bogor Tak Rela Stadion Pakansari Jadi Lokasi Tes Massal Covid-19 dan Tawarkan Solusi Lain

Anggaran tersebut bersumber dari pergeseran anggaran yang ada di dinas-dinas.

"Kesiapan anggaran Rp 80 miliar untuk penanganan corona ini dari sumber pergeseran anggaran dinas," ucapnya.

Dengan demikian, kata Ade, anggaran itu akan digunakan untuk membeli kebutuhan para tenaga medis karena paling berisiko terjangkit virus corona.

Dia merincikan, dana sebesar Rp 80 miliar tersebut pencairannya akan dibagi ke dalam dua tahap.

Tahap pertama dicairkan sebesar Rp 20 miliar untuk kebutuhan yang sifatnya mendesak seperti pengadaan masker, hand sanitizer, dan sterilizer.

Kemudian, pengadaan disinfektan untuk penyemprotan, serta untuk biaya sosialisasi dan promosi kesehatan.

"Mudah-mudahan hari ini (APD) didistribusikan dari pusat jadi langsung kita bagikan, tapi kita juga lakukan kesiapan penganggaran untuk APD tersebut. Tahap pertama Rp 20 M yang mendesak, sisanya bertahap," terangnya.

Ketua DPW Politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini menjanjikan pencairan dana tersebut bisa dilakukan tak lebih dari satu minggu.

"Insya Allah seminggu depan juga sudah bisa cair," ujarnya.

Pakai jas hujan

Sebelumnya, seorang petugas puskesmas menggunakan jas hujan lengkap dengan sarung tangan dan masker karena keterbatasan APD saat menangani virus corona yang terus merebak.

Petugas Puskesmas Leuwiliang, Atih Djuarsih mengaku bahwa kondisi tersebut terpaksa dilakukan untuk menghindari kontak langsung dengan pasien.

“Tidak ada baju perangkat pelindung yang sesuai standar jadi semua apa adanya aja pakai jas hujan. Yang penting tidak kontak kulit, percikan dan segala macam karena virus ini mudah terpapar ya, jadi kami juga harus safety," ungkapnya.

Menurutnya, petugas hanya baru mendapat masker, sarung tangan dan hand sanitizer karena memang ada keterbatasan APD.

Dirinya berharap segera ada APD sehingga para petugas bisa maksimal melayani warga.

“Apa pun keadannya, yang penting petugas terlindungi. Kenapa memakai jas hujan, karena corona ini sangat berbahaya, siapa aja bisa terpapar. Petugas medis yang merupakan garda terdepan tentu harus safety agar tidak tertular pasien yang berobat ke puskesmas,” terangnya.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Merauke Kunjungi Bogor pada Akhir Februari

Direktur Utama RSUD Leuwiliang drg Hesti Iwandari membenarkan bahwa terdapat seorang petugas puskesmas yang mengenakan jas hujan sebagai APD hingga saat ini.

Ia pun sangat menyayangkan kondisi tersebut. Pasalnya penggunaan jas hujan tersebut sangat tidak memenuhi standar kesehatan sehingga tidak mampu melindungi diri tenaga medis.

Kemudian akan rentan tertular kepada tenaga medis.

“Karena kan itu tidak rapat, lehernya masih terbuka, tangannya juga. Itu memang ada di Puskesmas Leuwiliang. Tapi kita memang untuk APD nggak ada. Uangnya ada, tapi barangnya yang tidak ada,” kata Hesti menambahkan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Soal Kisruh Lokasi Karantina dengan Gubernur Sumut, Bobby: Pemkot Medan Ingin Kejelasan

Regional
Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Bangun SDM Wonogiri, Bupati Jekek Tuangkan Program Besarnya pada RPJMD 2021-2026

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X