Pekanbaru Tetapkan Status Tanggap Darurat Covid-19, Tempat Hiburan Ditutup hingga Pesta Pernikahan Ditunda

Kompas.com - 23/03/2020, 18:27 WIB
Pemkot Pekanbaru melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Jalan Gajah Mada untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, Senin (23/3/2020). KOMPAS.COM/IDONPemkot Pekanbaru melalui Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) melakukan penyemprotan cairan disinfektan di kawasan Jalan Gajah Mada untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19, Senin (23/3/2020).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Menyikapi kondisi wabah virus corona atau Covid-19 di Indonesia yang semakin masif, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru, Riau, menetapkan status tanggap darurat.

Kepala Bagian Humas Pemkot Pekanbaru, Mas Irba Sulaiman mengatakan, status tanggap darurat Covid-19 ditetapkan setelah diadakan rapat bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Pekanbaru.

"Jadi kita telah menetapkan status tanggap darurat, yang berlaku sejak tanggal 21 Maret sampai 19 April 2020 mendatang," ujar Irba saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Senin (23/3/2020).

Baca juga: Dinkes: Satu Warga Riau Positif Corona, Dirawat di RSUD Arifin Ahmad Pekanbaru

Irba menjelaskan, dalam masa status tanggap darurat Covid-19, ada delapan poin imbauan kepada masyarakat, yang tujuannya adalah untuk mencegah penyebaran virus tersebut.

Beberapa di antaranya adalah masyarakat diminta untuk tidak melakukan kegiatan-kegiatan yang melibatkan orang banyak. Seperti rapat, seminar, simposium, kursus, FGD, agar ditiadakan atau ditunda.

Kemudian, seluruh tempat hiburan juga diminta agar ditutup.

Tempat hiburan itu, sebut Irba, seperti warnet, gelanggang permainan, biliar, bioskop, diskotik atau pub, dan sejenisnya.

Selain itu, kegiatan yang melibatkan massa juga diminta ditiadakan.

Misalnya, kegiatan seminar, unjuk rasa, pertemuan politik, budaya dan sosial, keagamaan, konser musik, sarasehan festival, pekan raya, bazar dan pasar malam.

"Dan, yang lebih kita hati-hati lagi yaitu resepsi pernikahan, juga masuk. Kalau akad nikahnya silakan, tapi kegiatan keramaianmya (resepsi) kita minta ditunda," imbuh Irba.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Bawaslu Rekomendasikan Pilkada Boven Digoel Ditunda, Faktor Keamanan dan Logistik Belum Siap

Regional
36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

36 Pelajar SMP di Surabaya Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 2 Desember 2020

Regional
Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Rizieq Minta Maaf soal Acara di Bogor, Bagaimana dengan Kasus Hukumnya?

Regional
Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Bupati Pati Larang Kerumunan Saat Perayaan Natal dan Tahun Baru 2021

Regional
Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Buru Kelompok MIT Pimpinan Ali Kalora, Kapolda Sulteng Berkantor di Poso

Regional
Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Polisi Tembak Mati Kurir Sabu 30 Kg yang Punya 7 Identitas

Regional
Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Gudang Sekolah di Samarinda Jadi Pabrik Narkoba, Bahan Bakunya dari Jakarta

Regional
Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Ibu Mahfud MD Batal Diungsikan Setelah Ada Jaminan Keamanan

Regional
Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Meski Tak Diwajibkan, Bawaslu Bali Berharap Saksi Paslon di Pilkada Jalani Rapid Test

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 2 Desember 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 2 Desember 2020

Regional
Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Bisa Tampung Ribuan Pasien Covid-19, Asrama Haji di Solo Diusulkan Jadi Tempat Isolasi

Regional
Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Sopir Truk Penyebab Kecelakaan Maut di Sumedang Jadi Tersangka

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 2 Desember 2020

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X