Dari Singapura, ODP ke Pasar Singosaren Solo dan Buat Video Candaan, Sekarang Karantina Mandiri

Kompas.com - 23/03/2020, 11:01 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Seorang perempuan di Surakarta pulang dari Singapura dan memeriksakan diri ke RSUD Moewardi Surakarta pada Jumat (20/3/2020) setelah alami gejala flu dan batuk.

RSUD Moewardi Surakarta kemudian menetapkan statusnya sebagai orang dalam pemantauan ODP virus corona baru atau Covid-19.

Setelah dari rumah sakit, ia singgah ke Pasar Singosaren Solo untuk bertemu rekan prianya untuk mengambil power bank yang dpinjam. Rekan prianya berdagang di Pasar Singosaren.

Baca juga: Kronologi ODP Kunjungi Pasar Singosaren Solo, Buat Video untuk Candaan

Mereka sebelumnya sempat bertemu di Singapura. Namun pedagang di Singoasaren kembali ke Solo pada 17 Maret 2020.

Saat mereka bertemu, sang pedagang merekam rekan perempuannya yang ODP dan menyorot surat medis.

Pedagang tersebut beralasan hanya bercanda.

Baca juga: Viral Video ODP Covid-19 di Pasar Singosaren Solo, Ini Penjelasan Paguyuban Pedagang

"Video itu dibikin (buat) becandaan, 'wah iki kowe jelas-jelas positif (ini kamu jelas-jelas positif)'. Padahal bukan positif, maksudnya dia bercanda," kata Ketua Paguyuban Pelaku Bisnis Pasar Singosaren (Pakubaris) Solo Puguh Ratyanto saat dihubungi Kompas.com, Minggu (22/3/2020).

Puguh mengatakan video berdurasi 21 detik tersebut sempat viral dan membuat heboh para pedagang di pasar.

Setelah video itu viral, toko ponsel yang didatangi ODP telah disemprot dengan cairan disinfektan.

Baca juga: Pasien Positif Covid-19 di Purwokerto Sempat Bepergian ke Solo dan Ungaran

 

Dilacak, perempuan ODP karantina mandiri

Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus coronaShutterstock Ilustrasi: perawatan pasien positif terinfeksi virus corona
Polres Surakarta telah melacak keberadaan perempuan itu.

Kapolres Surakarta Kombes Andy Rifai mengatakan, perempuan itu telah meminta maaf atas tindakannya. Polisi juga menjamin perempuan itu akan melakukan karantina mandiri.

"Perempuan ini juga kooperatif dan siap menjalani karantina mandiri di rumah," jelas Andy.

Selama karantina mandiri, perempuan berstatus ODP tersebut akan dipantau oleh dinas kesehatan setempat.

Baca juga: Ganjar Prioritaskan Semarang dan Solo untuk Rapid Test Corona, Begini Skenarionya

Menurut Ketua Paguyuban Pasa Singosaren, perempuan berstatus ODP itu telah mengakui kesalahannya. Keluarga perempuan itu juga telah membuat klarifikasi terkait video yang viral itu.

"Semalam kita perkuat lagi dengan menghadirkan pembuat video itu ke Polsek untuk melakukan klarifikasi," jelas dia.

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo telah menyiapkan skema dan skenario pelaksanaan tes cepat (rapid test).

Baca juga: Istri Pasien Meninggal di Solo Juga Positif Corona, Kesehatannya Membaik

Hingga saat ini pihaknya masih menunggu alat rapid test dari pemerintah pusat.

Dua daerah yang menjadi prioritas adalah Kota Semarang dan Kota Solo, Jawa Tengah.

"Setidaknya hari ini Solo dan Semarang, setidaknya dua itu," kata Ganjar.

Rapid test, kata dia, akan menyasar orang dalam pemantauan (ODP) di Jawa Tengah yang jumlahnya mencapai ribuan.

"Kita akan prioritaskan orang dalam pemantauan. Data kita sudah presisi, 2.391 itu kita detail satu persatu, ada alamat, nomor telepon dan sebagainya," ucap Ganjar.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Labib Zamani | Editor: Dheri Agriesta, Pythag Kurniati)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X