Firasat Warga Sebelum Bukit 200 Meter Longsor di Cianjur, Waswas Saat Hujan Lebat hingga Ada Suara Aneh

Kompas.com - 23/03/2020, 09:23 WIB
Seorang warga korban tanah longsor di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah membersihkan barang miliknya pasca tebing setinggi 200 meter longsor dan menerjang rumahnya, Minggu (22/3/2020) dini hari. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANSeorang warga korban tanah longsor di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, tengah membersihkan barang miliknya pasca tebing setinggi 200 meter longsor dan menerjang rumahnya, Minggu (22/3/2020) dini hari.

CIANJUR, KOMPAS.com – Warga Kampung Belendung, Desa Karangnunggal, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, masih diliputi trauma dan syok pascabencana tanah longsor yang menimpa permukiman mereka.

Puluhan warga yang rumahnya ambruk dan rusak masih mengungsi di rumah pengurus RT setempat.

Sebelumnya Camat Cibeber Ali Akbar menyebutkan, bencana tanah longsor melanda empat perkampungan di Desa Karangnunggal, yakni Kampung Belendung, Pasarean, Muncul, dan Cibule pada Minggu (22/3/2020).

Baca juga: Detik-Detik Lereng 200 Meter Longsor di Cianjur dan Terjang Puluhan Rumah

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, tetapi 20 rumah warga ambruk dan belasan lainnya rusak. Kerugian material ditaksir ratusan juta rupiah.

Jumlah rumah warga yang rusak masih bisa bertambah karena ada wilayah terdampak yang belum terjangkau untuk didata.

Selain rumah, tanah longsor juga merusak areal pesawahan, termasuk beberapa hewan ternak milik warga dilaporkan hilang, diduga tertimbun material longsor. 

Berikut cerita warga yang terdampak bencana tersebut. 

Baca juga: Bencana Longsor Terjang Cianjur, Ratusan Jiwa Mengungsi

Firasat tak enak hingga suara aneh pukul 01.00 WIB dini hari

Salah satu warga Kampung Belendung, Eni (40), menceritakan, sebelum longsor terjadi, hujan deras mengguyur perkampungan sejak petang.

Ibu dua anak itu mengaku punya firasat tak enak mengingat permukiman yang ditempatinya itu sendiri merupakan zona rawan pergerakan tanah.

“Benar saja, tiba-tiba dari atas dengar suara dorokdok-dorokdok, seperti pohon yang tumbang, lalu suara gemuruh, saya langsung lari keluar bawa anak. Kalau suami saat itu sedang pengajian di masjid,” tutur Eni kepada Kompas.com, Minggu (22/3/2020).

Eni beruntung rumahnya hanya mengalami rusak ringan, tetapi ia mendapati bagian belakang rumah mertuanya ambruk tertimbun tanah.

Bersama warga, ia pun bergegas untuk menyelamatkan mertuanya yang sudah jompo.

“Alhamdulillah selamat, tapi rumahnya rusak parah, tertimbun tanah sedalam lutut,” ucap dia.

Baca juga: 20 Rumah di Cianjur Hancur Diterjang Longsor

Lain lagi cerita Suminar (40), seorang korban longsor. Ia menuturkan, peristiwa longsor pada Minggu (22/3/2020) dini hari itu terjadi di tengah hujan deras.

Ia mengaku saat kejadian sedang terjaga dari tidurnya setelah dibangunkan sang suami.

“Saya sempat tertidur selepas magrib, kemudian bangun jam sembilan malam. Kata suami jangan tidur lagi, itu di luar hujan lebat, khawatir terjadi apa-apa,” kata Suminar kepada Kompas.com, Minggu (22/3/2020) petang.

Benar saja, sekitar pukul 01.00 WIB dini hari, lereng bukit setinggi 200 meter yang terletak persis di belakang perkampungan longsor.

“Pertama kali saya dengar bunyi dorokdok, dorokdok, seperti pohon tumbang, ternyata pohon-pohon yang terbawa longsor,” ujar dia.

Baca juga: Cerita Korban Longsor Cidadap: Saya Mau Bangunin Bapak, tapi Tiba-tiba Rumah Roboh...

Suminar buru-buru menggendong anaknya dan bersama sang suami berlari keluar rumah untuk menyelamatkan diri.

“Tidak terpikir membawa barang-barang karena sangat panik. Saat itu yang terpikir menyelamatkan anak saya yang masih kecil,” katanya.

Kini, rumah ibu satu anak itu rusak berat dan nyaris ambruk. Ia mengaku tak terbayang biaya untuk memperbaikinya.

“Belum tahu tinggal di mana dulu, nunggu arahan dari Pak RT saja. Karena tinggal di rumah saudara pun lokasinya juga tidak aman,” kata Suminar.

Baca juga: Jalan Ambles di Cianjur, Satu Unit Minibus Terjebak

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Peringati HUT Ke-281 Wonogiri, Bupati Jekek Ajak Masyarakat Bangkit dengan Harapan Baru

Regional
Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Kasus PMK Hewan Ternak di Wonogiri Masih Nol, Ini Penjelasan Bupati Jekek

Regional
Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Jatim Raih 2 Penghargaan SPM Kemendagri, Gubernur Khofifah Sampaikan Hal Ini

Regional
BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

BUMDes di Klaten Diminta PT KAI Bayar Rp 30 Juta Per Tahun, Gus Halim Minta Keringanan

Regional
Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Indeks Reformasi Birokrasi Jabar Lampaui Target 78,68, Sekda Setiawan Sampaikan Pesan Ini

Regional
Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Fashion Show Batik Daur Ulang Warnai Penutupan KKJ dan PKJB, Atalia Kamil: Ini Tanda Ekraf Jabar Bergerak Kembali

Regional
Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Proses Geotagging Rumah KPM di Bali Capai 65 Persen, Ditargetkan Rampung Akhir Mei 2022

Regional
Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Peringati Trisuci Waisak, Ganjar Sebut Candi Borobudur Tak Hanya Sekadar Destinasi Wisata

Regional
Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Pertumbuhan Ekonomi Jabar Triwulan I-2022 Capai 5,62 Persen, Lebih Tinggi dari Nasional

Regional
KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

KKJ dan PKJB Digelar, Kang Emil Minta Pelaku UMKM Jabar Hemat Karbon

Regional
Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Cegah Wabah PMK, Jabar Awasi Lalu Lintas Peredaran Hewan Ternak Jelang Idul Adha

Regional
Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Genjot Vaksinasi Covid-19, Pemprov Jabar Optimistis Capai Target

Regional
Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Bertemu DPP GAMKI, Bobby Nasution Didaulat Sebagai Tokoh Pembaharu

Regional
Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Cegah Stunting di Jabar, Kang Emil Paparkan Program “Omaba”

Regional
Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Hadapi Digitalisasi Keuangan, Pemprov Jabar Minta UMKM Tingkatkan Literasi Keuangan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.