Jabar Bakal Gelar Rapid Test Covid-19, Begini Skenarionya

Kompas.com - 23/03/2020, 07:23 WIB
Petugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19. ANTARA FOTO/Yulius Satria WijayaPetugas Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor menunjukkan hasil tes cepat (rapid test) pendektesian COVID-19 kepada orang dalam pengawasan (ODP) di Bogor, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020). Tes tersebut diperuntukan bagi peserta Seminar Anti Riba yang berlangsung di Babakan Madang Kabupaten Bogor pada 25-28 Februari 2020, dimana dua orang peserta seminar tersebut meninggal dunia di Solo Jawa Tengah akibat COVID-19.

BANDUNG, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menggelar rapid test Covid-19 secara massal. Rencananya, tes itu akan dilakukan mulai Selasa (24/3/2020) atau Rabu (25/3/2020). Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, daerah dengan kasus Covid-19 tertinggi akan jadi prioritas tes itu.

Untuk diketahui, rapid test merupakan metode pemeriksaan untuk melacak infeksi virus SARS-CoV-2 dengan mengambil sampel darah yang akurasinya mencapai 95 persen.

Lewat akun instagram pribadinya, Ridwan memaparkan beberapa skenario tes massal tersebut. Pertama, door to door untuk daerah palinh diwaspadai (ODP/PDP) di zona kota yang dekat secara jarak seperti pola yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta.

Baca juga: Selain Stadion Patriot, Pemprov Jabar Siapkan Stadion Pakan Sari dan Jalak Harupat untuk Rapid Test Covid-19

Opsi kedua Drive-thru, tes satu per satu tanpa kerumunan untuk masyarakat umum di lapangan parkir yang sangat luas (parkiran stadion, bandara dan lain-lain). Dengan sistem datang sesuai perjanjian, antre satu per satu, ada jarak fisik dan waktu, tidak ada sentuhan fisik cukup dalam kendaraan.

"Dalam 10 menit, jika hasil negatif maka langsung pulang. Jika indikasi positif maka akan dilakukan prosedur lanjutan," kata Emil, sapaan akrabnya.

Ia mengingatkan, tes itu akan dilakukan oleh mereka yang ditandai memiliki risiko dan potensi tertular atau menularkan.

"Prosedur layak di tes atau tidak perlu, akan dikabari selanjutnya," ucapnya.

Baca juga: Lebih dari 10.000 Rapid Test Corona Disiapkan Pemkot Semarang

Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X