Sakit Setelah Dideportasi dari Malaysia, Tiga Buruh Migran Diisolasi

Kompas.com - 23/03/2020, 06:04 WIB
Sejumlah pekerja migran Indonesia yang dideportasi yang dideportasi dari Malaysia sedang antre pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar, Sabtu (21/3/2020). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTASejumlah pekerja migran Indonesia yang dideportasi yang dideportasi dari Malaysia sedang antre pemeriksaan kesehatan oleh petugas Dinas Sosial dan Ketenagakerjaan Kalbar, Sabtu (21/3/2020).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Pemerintah Malaysia mendeportasi 178 pekerja migran Indonesia melalui Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Entikong, Kabupaten Sanggau, Kalimantan Barat.

Sebanyak tiga orang di antara para deportan itu kini diisolasi karena demam, batuk, dan pilek saat menjalani pemeriksaan kesehatan.

"Saat ini, ketiganya sudah dirawat di ruang isolasi RSUD Soedarso Pontianak, Kalimantan Barat," kata Kepala Dinas Kesehatan Kalimantan Barat, Harisson, Minggu (22/3/2020).

Baca juga: 1 Pegawai Dishub Jatim Positif Corona, Punya Riwayat Ikut Rapat Menteri Perhubungan di Jakarta

Dari tiga orang yang diisolasi, dua berasal dari Kalimantan Barat dan satu lainnya merupakan warga Nusa Tenggara Timur.

Harisson mengatakan, sampel lendir tenggorokan ketiga orang itu akan diperiksa.

"Kita akan pantau terus sambil menunggu hasilnya keluar," ujar Harisson.

Sebagai informasi, 178 orang yang dideportasi Pemerintah Malaysia adalah pekerja migran ilegal.

Baca juga: Aksi-aksi Polisi Cegah Corona, Semprot Tamu Hajatan dengan Disinfektan, Bubarkan Pelajar hingga Pengunjung Kafe Pakai Pengeras Suara

Kepala Seksi Perlindungan dan Pemberdayaan di Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Pontianak, Andi Kusuma Irfandi mengatakan, sebagian besar pekerja migran yang dideportasi ini tidak memiliki paspor dan permit atau visa bekerja.

"Sementara sebagian lain ikut orangtua dan mereka yang melapor ke KJRI Kuching, Malaysia dan minta dipulangkan," kata Andi, Sabtu malam.

Dari 178 pekerja migran itu, 124 di antaranya laki-laki dan 54 orang perempuan.

 

Andi menerangkan, sebelum masuk Indonesia, 178 pekerja migran itu melawati serangkaian pemeriksaan kesehatan.

Dari 178 pekerja migran itu, 78 di antaranya merupakan warga Kalimantan Barat.

Setelah melalui pemeriksaan kesehatan dan pendataan, mereka akan langsung dipulangkan.

Sementara 100 pekerja migran yang berasal dari luar Kalimantan Barat akan dipulangkan ke daerah asal dengan Kapal Pelni melalui Pelabuhan Dwikora Pontianak, Kalimantan Barat.

Masing-masing mereka berasal dari Jawa Timur 10 orang; Jawa Tengah 3 orang; Jawa Barat 5 orang; Nusa Tenggara Timur 3 orang; Nusa Tenggara Barat 20 orang; Banten 1 orang; Riau 1 orang; Sulawesi Selatan 42 orang; Sulawesi Barat; 6 orang; Aceh 7 orang; Yogyakarta 1 orang; dan Lampung 1 orang.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Rehabilitasi Anak-anak Tuli di Purbalingga, Dompet Dhuafa Salurkan Bantuan ABD

Regional
Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Pedagang Pasar di Surakarta Antusias Divaksin, Ganjar OptimistisPercepat Vaksinasi Pedagang Pasar

Regional
Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Kronologi Pria Mabuk Tembak Dada Bocah 8 Tahun yang Sedang Main, Bermula Omongannya Diacuhkan

Regional
Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Bocah 8 Tahun Diterkam Buaya di Depan Sang Ayah, Jasad Ditemukan Utuh di Dalam Perut Buaya

Regional
Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah 'Siap, Pak'

Wali Kota Tegal Abaikan Saran Gubernur untuk Cabut Laporan, Ganjar: Padahal, Saya Ajak Bicara Sudah "Siap, Pak"

Regional
Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Ibu yang Dilaporkan Anak ke Polisi: Saya Ketakutan, Saya Mengandung Dia 9 Bulan Tak Pernah Minta Balasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

[POPULER NUSANTARA] Kajari Gadungan Menginap 2 Bulan di Hotel Tanpa Bayar | Pelajar SMP Daftar Nikah di KUA

Regional
Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Nama Ahli Waris Diubah, Anak Laporkan Ibu Kandung ke Polisi, Ini Ceritanya

Regional
Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Sandera Anak dan Rampok Uang Rp 70 Juta, Pria Ini Ditangkap 2 Jam Setelah Bebas dari Penjara

Regional
Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Nur, Mantan Pegawai BCA, Ceritakan Awal Mula Salah Transfer Uang Rp 51 Juta hingga Ardi Dipenjara

Regional
Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Kampung Mati di Ponorogo, Berawal dari Pembangunan Pesantren Tahun 1850 hingga Warga Pindah karena Sepi

Regional
Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Wali Kota Semarang Minta Jembatan Besi Sampangan Segera Difungsikan

Regional
Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Polsek Pekalongan Selatan, Sering Dikira Kafe karena Ada Minibar dan Penuh Lampu Hias

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 4 Maret 2021

Regional
Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Mengaku Diculik, Nabhani Kabur karena Masalah Kantor, Keluarga Sempat Lapor Polisi, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X