20 Rumah di Cianjur Hancur Diterjang Longsor

Kompas.com - 22/03/2020, 12:43 WIB
Bencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020) mengakibatkan 20 rumah ambruk dan belasan lainnya rusak. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANBencana tanah longsor di wilayah Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Minggu (22/3/2020) mengakibatkan 20 rumah ambruk dan belasan lainnya rusak.

CIANJUR, KOMPAS.com – Sebanyak 20 rumah di Kecamatan Cibeber, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, hancur dan belasan rusak berat diterjang tanah longsor, Minggu (22/3/2020).

Longsor terjadi pukul 02.00 WIB saat warga sedang mengikuti pengajian di masjid.

Lokasi bencana tersebar di lima titik yang berada di Desa Karangnunggal, Cibeber, yakni Kampung Pasarean, Munjul, Belendung, Cibule, dan Cigentong.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Kerugian materil ditaksir mencapai ratusan juta rupiah.

"Selain rumah, areal persawahan juga terdampak, termasuk ada hewan ternak milik warga yang hilang,” kata Camat Cibeber Ali Akbar kepada Kompas.com di lokasi kejadian, Minggu.

Baca juga: Pasca-tertutup Longsor, Lintas Selatan Cianjur Kembali Dilalui Kendaraan

Ali menjelaskan, sebelum longsor terjadi, hujan turun sejak petang hingga tengah malam.

Hujan yang terus turun menyebabkan bukit yang berada di belakang perkampungan longsor.

Jumlah rumah yang rusak masih bisa bertambah karena ada beberapa daerah terdampak belum terjangkau petugas yang melakukan assessment.

Ini karena akses jalan menuju lokasi terputus akibat tertutup material longsor.

Warga yang rumahnya rusak telah diungsikan ke rumah warga lainnya yang tidak terdampak.

"Masih dikoordinasikan untuk segera mendirikan posko darurat di lokasi kejadian," ujar dia.

Baca juga: Longsor dan Tanah Bergerak, Tiga Keluarga di Kulonprogo Mengungsi

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Cianjur Mokhamad Irfan Sofyan menyebutkan, petugas dan relawan tanggap bencana telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment dan evakuasi.

“Alat berat sudah diterjunkan ke lokasi untuk menyingkirkan material longsor yang menutup akses jalan dan menimbun rumah-rumah warga," kata Irfan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

4 Ibu yang Lempar Atap Pabrik Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara, Kuasa Hukum: Itu Berlebihan

Regional
Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Pakai Jas Merah Hadiri Pelantikan Gibran, Rudy: Ini Semangat Baru

Regional
Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Demi Anak Jadi PNS, Kusmiyati Rela Utang Rp 200 Juta, Ternyata Ditipu Tetangga

Regional
Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Oknum PNS di Riau yang Ditangkap Polisi karena Edarkan Sabu Ternyata Residivis

Regional
Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Antisipasi Penyebaran Covid-19, Pemkot Semarang Meniadakan Pesta Rakyat di Pelantikan Wali Kota Hendi

Regional
Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Dicopot dari Ketua DPC Partai Demokrat Blora, Bambang Susilo Ungkap Alasannya Dukung KLB

Regional
Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Usai Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Kawal Percepatan Vaksinasi Covid-19

Regional
Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Korban Tewas Tambang Ilegal Parigi Moutong Jadi 6 orang, 4 di Antaranya Perempuan

Regional
Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Kakek Tunarungu Simpan 9 Karung Uang di Rumah, Lurah: Dihitung Sudah Rp 174 Juta, dan Masih Ada 2 Karung Lagi

Regional
Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Cerita Evakuasi, Jalan Kaki Selama 9 Jam demi Selamatkan Sakirin

Regional
Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Dilantik Jadi Wali Kota Solo, Gibran Tak Langsung Tempati Rumah Dinas Loji Gandrung

Regional
Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Sudah 4 Hari, Ceceran Minyak Mentah Kembali Muncul di Pesisir Karawang

Regional
Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Pria Asal Sumbar Cabuli 30 Bocah Laki-laki, Diduga Punya Kelainan Seks

Regional
Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Tangis Kusmiyati Tanggung Utang Bank Rp 200 Juta demi Anaknya Jadi PNS

Regional
Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Pelapor 4 Petugas Forensik Jadi Penista Agama Syok Kasusnya Dihentikan, Berupaya Ajukan Pra Peradilan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X