KILAS DAERAH

Cegah Corona, ASN Pemprov Babel Terapkan Kerja dari Rumah

Kompas.com - 21/03/2020, 17:03 WIB
Dalam upaya pencegahan meluasnya Covid-10, Pemprov Kepualuan Bangka Belitung terapkan kebijakan agar ASN bekerja dari rumah. Dok. Humas Pemprov Kepulauan Bangka BelitungDalam upaya pencegahan meluasnya Covid-10, Pemprov Kepualuan Bangka Belitung terapkan kebijakan agar ASN bekerja dari rumah.

KOMPAS.com - Terkait merebaknya Corona Virus Disease-19 ( Covid-19), 70 persen Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kepulauan Bangka Belitung ( Babel) bekerja dari rumah secara online.

Hal itu disebutkan dalam Surat Edaran (SE) bernomor 800/1102 /VII tentang "Pengaturan Jadwal Sistem Masuk Kerja", yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Kepulauan Babel, Naziarto.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 23 Maret 2020, di mana Kepala Organisasi Kepala Daerah (OPD) diminta untuk menyesuaikan sistem masuk kerja ASN secara bergiliran.

Sesuai kebijakan tersebut, Gubernur Babel Erzaldi Rosman mendorong kepala OPD untuk melakukan dua hal.

Baca juga: Ramai soal Corona, UN SMK di Babel Tetap Berjalan Sesuai Jadwal

Pertama, Kepala ODP diminta untuk memanfaatkan aplikasi online-meeting resmi milik Pemprov Babel.

"Kedua, menggunakan aplikasi tersebut untuk absensi sesuai jam yang telah ditentukan dan rapat-rapat internal," kata Erzaldi dalam keterangan tertulis, Sabtu (21/3/2020).

Adanya kebijakan tersebut, lanjut Erzaldi. diharapkan tidak mengurangi kinerja tiap ASN di Pemprov Kepulauan Babel.

"Kita mengambil kebijakan mengatur jadwal sistem masuk kerja, agar tetap menjaga terlaksananya pelayanan umum dan tugas rutin penyelenggara pemerintahan,” imbuhnya.

Baca juga: Peserta UN di Babel Dilarang Cium Tangan dan Pinjam Alat Tulis

Hal itu, lanjut Erzaldi, sekaligus upaya memberikan perlindungan kepada seluruh ASN maupun Pegawai Harian Lepas (PHL) di Pemprov Babel.

Dengan sistem kerja itu, Kepala ODP menugaskan maksimal 30 persen pegawai, yakni satu pejabat administrator, satu pejabat pengawas, dan empat pelaksana dalam ruang lingkup jenis pelayanan dan beban kerja masing-masing OPD.

Sementara 70 persen lainnya dihimbau bekerja dari rumah serta dilakukan secara bergilir dalam setiap minggu, hingga adanya perkembangan lebih lanjut.

Pada surat edaran tersebut juga diminta agar setiap perangkat daerah tetap bekerja menjalankan tugas kedinasan dan selalu memantau, mengevaluasi jadwal sistem masuk kerja staf di perangkat masing-masing.

Baca juga: Tahun Ini, Babel Jadi Tuan Rumah Festival Olahraga Tradisional Nasional

Kepala OPD juga diwajibkan selalu mengabsen melalui video call ke pegawai tentang keberadaan pegawai bersangkutan.

Selain itu, ASN juga diwajibkan proaktif menyampaikan perkembangan kepada Gubernur, Wakil Gubernur, dan Sekda Provinsi Kepulauan Babel.

 

Baca tentang


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Viral, Video Ayah Pukul dan Tendang Anak Kandung, Diduga Ditujukan ke Sang Ibu

Viral, Video Ayah Pukul dan Tendang Anak Kandung, Diduga Ditujukan ke Sang Ibu

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Agustus 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Agustus 2020

Regional
Cuma karena Uang Rp 100 Ribu, Sekelompok Pemuda Keroyok Temannya hingga Tewas

Cuma karena Uang Rp 100 Ribu, Sekelompok Pemuda Keroyok Temannya hingga Tewas

Regional
Mahasiswi S2 Dibunuh dan Jenazah Digantung Pacar yang Kesal Tak Diizinkan ke Bali

Mahasiswi S2 Dibunuh dan Jenazah Digantung Pacar yang Kesal Tak Diizinkan ke Bali

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Agustus 2020

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 14 Agustus 2020

Regional
Pengakuan Pengemudi Ojol Setelah Disuntik Vaksin Covid-19: Ngantuk, Lapar dan Ada Pantangannya

Pengakuan Pengemudi Ojol Setelah Disuntik Vaksin Covid-19: Ngantuk, Lapar dan Ada Pantangannya

Regional
Saat Sepucuk Surat Anak Kecil Itu Sentuh Hati Gubernur Ganjar: Saya Trenyuh...

Saat Sepucuk Surat Anak Kecil Itu Sentuh Hati Gubernur Ganjar: Saya Trenyuh...

Regional
Detik-detik Pria Bersenjata Tajam Mengamuk di Mapolres Jember

Detik-detik Pria Bersenjata Tajam Mengamuk di Mapolres Jember

Regional
Pesepeda di Sleman Tewas Ditabrak Mobil, Penabrak Kabur Setelah Bawa Korban ke RS

Pesepeda di Sleman Tewas Ditabrak Mobil, Penabrak Kabur Setelah Bawa Korban ke RS

Regional
Anak Gugat Ibu Kandung, Mediator PA Praya: Keduanya Sama-sama Ngotot

Anak Gugat Ibu Kandung, Mediator PA Praya: Keduanya Sama-sama Ngotot

Regional
Sakit Hati Diputus, Motif Penyekapan Perempuan oleh Mantan Pacar di Surabaya

Sakit Hati Diputus, Motif Penyekapan Perempuan oleh Mantan Pacar di Surabaya

Regional
Mahasiswi S2 Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Mahasiswi S2 Ternyata Dibunuh Kekasihnya, Jenazah Korban Digantung agar Seperti Bunuh Diri

Regional
PKS Bakal Koalisi dengan PDI-P Usung Kajot-Carlos di Pilkada Bengkayang 2020

PKS Bakal Koalisi dengan PDI-P Usung Kajot-Carlos di Pilkada Bengkayang 2020

Regional
'Setelah Diajak Jalan-jalan, Mereka Pesta Miras dan Korban Diperkosa Secara Bergiliran'

"Setelah Diajak Jalan-jalan, Mereka Pesta Miras dan Korban Diperkosa Secara Bergiliran"

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X