Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Cerita di Balik 3 Anggota TNI Turut Jadi Korban Ledakan Pom Mini

Kompas.com - 21/03/2020, 15:17 WIB
Setyo Puji

Editor

KOMPAS.com - Nasib naas dialami tiga anggota TNI di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur.

Pasalnya, ketika hendak membantu memadamkan pom mini yang terbakar di Desa Sebaung, Kecamatan Gending, mereka justru ikut menjadi korban.

Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis (19/3/2020).

Adapun ketiga anggota TNI yang menjadi korban itu di antaranya adalah Danramil Gending Kapten Inf Edy Sutomo bersama dua anggotanya, Serda Markus dan Koptu Santoso.

Komandan Kodim 0820 Letkol Imam Wibowo menceritakan, saat ada kebakaran tersebut, ketiga anggotanya sedang berada di sekitar lokasi kejadian. Sebab, mereka baru saja menyelesaikan penyemprotan disinfektan.

Mengetahui ada kebakaran itu, mereka langsung berusaha membantu korban dan menghalau warga yang berada di sekitar lokasi untuk menjauh.

Baca juga: Fakta Lengkap Pom Mini di Probolinggo Meledak, 52 Orang Jadi Korban, Dua di Antaranya Tewas Akibat Luka Bakar

Namun, tak disangka, saat sedang membantu mengevakuasi warga tersebut terjadi ledakan kedua.

"Danramil melihat ada tumpukan drum BBM, dan langsung meminta sejumlah warga yang mendekat agar menjauh. Saat menghalau warga, terjadi ledakan kedua, ketiga anggota TNI menjadi korban," kata Imam.

Akibat ledakan kedua itu, Imam mengatakan, mereka terkena luka bakar cukup serius.

Hingga akhirnya mereka dilarikan ke rumah sakit untuk dilakukan perawatan medis.

Dijelaskannya, akibat luka bakar yang diderita itu, Edy Sutomo dirawat di RSU Wonolangan Dringu dengan luka bakar 20 persen.

Sedangkan Markus mengalami luka bakar di tangan, dan Santoso, harus dirujuk ke RSSA Malang karena mengalami luka bakar 45 persen.

"Mohon doanya semoga lekas sembuh. Apresiasi tertinggi kepada ketiga anggota tersebut karena dalam upaya membantu memberikan pertolongan kebakaran, namun terjadi musibah," kata Imam kepada Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Ciu Banyumas Akan Dimanfaatkan Jadi Bahan Hand Sanitizer, Bupati: Daripada Buat Mabuk-mabukan

Adapun akibat kebakaran itu, tercatat jumlah korban hingga Jumat (20/3/2020) mencapai hingga 52 orang.

Dua di antaranya meninggal dunia akibat luka bakar serius.

"Dua warga meninggal bernama Saiful Rosi dan Alimudin. Saiful Rosi meninggal Jumat (20/3/2020) di Rumah Sakit Saiful Anwar Malang setelah sebelumnya dirujuk dari rumah sakit Wanolangan. Alimudin meninggal kemarin," ujar Kepala Dinkes Probolinggo Anang Budi Yoelijanto.

Untuk membantu para korban itu, lanjut dia, Pemkab Probolinggo turun tangan.

Semua biaya pengobatan rumah sakit akan ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab.

Penulis : Kontributor Probolinggo, Ahmad Faisol | Editor : Robertus Belarminus

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com