Cegah Corona, Pemprov Sulsel Sesuaikan Sistem Kerja ASN di Rumah

Kompas.com - 20/03/2020, 15:56 WIB
Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe meninjau pemulangan peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (20/3/2020). Pemprov SulselGubernur Sulsel, Nurdin Abdullah dan Kapolda Sulsel, Irjen Polisi Mas Guntur Laupe meninjau pemulangan peserta Ijtima Dunia 2020 Zona Asia di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, Jumat (20/3/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com – Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengeluarkan surat edaran terkait penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalan rangka pencegahan penyebaran virus corona (Covid-19).

Penyesuaian sistem kerja ASN untuk menjaga terlaksananya pelayanan umum dan tugas rutin di lingkungan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan.

"Pimpinan perangkat daerah harus memastikan terdapat minimal dua level pejabat struktural tertinggi tetap melaksanakan tugas di kantor, agar penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat tak terhambat," ujar Nurdin kepada wartawan, Jumat (20/3/2020).

Baca juga: Cegah Corona, Kabupaten di Pegunungan Tengah Papua Perktetat Pengawasan di Pintu Masuk

Dia menjelaskan, ASN yang berhak bekerja dari rumah yakni berusia 50 tahun ke atas, sedang mengandung, memiliki riwayat penyakit kanker, darah tinggi, gangguan jantung, gangguan ginjal dan diabetes.

“Dalam keadaan mendesak, seluruh ASN yang melaksanakan tugas dari tempat tinggal dapat dipanggil kembali ke kantor. Sedangkan seluruh Kepala Perangkat Daerah agar tetap menugaskan pejabat pengawas dan pejabat pelaksana secara proporsional,” kata Nurdin Abdullah.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sementara, kata Nurdin, ASN yang bertugas di rumah sakit, rumah ibu dan anak, unit transfusi darah, Balai Pelayanan Kesehatan, dan Satuan Polisi Pamong Praja tetap bekerja seperti biasanya.

“Selama jam kerja sesuai ketentuan yang berlaku semua ASN yang melaksanakan tugas dari tempat tinggal melaksanakan tugas dan arahan pimpinan, kecuali dalam keadaan mendesak harus melapor kepada atasan langsung,” jelasnya.

Baca juga: Cegah Corona, Objek Wisata Pantai Air Manis dan Gunung Padang Ditutup hingga 2 April

Dia menambahkan, ASN yang bekerja dari rumah mengisi absensi kehadiran menggunakan aplikasi google forms dan dilaporkan setiap hari kepada Kepala Perangkat Daerah melalui Operator ETD untuk diserahkan ke BKD sebagai dasar pemberian TPP.

Sedangkan bagi ASN yang masuk kantor diwajibkan mengisi daftar hadir secara manual.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Hendi Terus Bergerak Cepat Sediakan Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19 di Semarang

Regional
Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Hadiri Deklarasi Pilkades Damai, Bupati Luwu Utara Minta Cakades Tegakkan Protokol Kesehatan

Regional
Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Bupati IDP Resmikan Program Pamsimas, Kini Warga Desa Dodolo Nikmati Air Bersih

Regional
Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Gandeng KPK, Hendi Tegaskan Komitmen Cegah dan Berantas Korupsi

Regional
25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

25 Persen Warga Sudah Divaksin, Menkes Tambah Jatah Vaksin Kota Madiun

Regional
Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Kasus Covid-19 di Semarang Semakin Tinggi, Walkot Hendi Tutup 8 Ruas Jalan

Regional
Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Belajar dari Pemkot Medan, Wali Kota Pariaman Akan Aplikasikan Strategi Pengelolaan Wisata Sejarah

Regional
Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Banyak Warga Gelar Hajatan, Bupati IDP Minta Camat Berlakukan Syarat Khusus

Regional
Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Lewat “Gebyar PON”, Panitia Buktikan Kesiapan Papua sebagai Tuan Rumah PON XX 2021

Regional
Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Walkot Hendi Prioritaskan Vaksin untuk Guru PAUD

Regional
Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Kabupaten Wonogiri Dapat Penghargaan Tercepat Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri: Ini Pertama Kali di Indonesia

Regional
Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Mendes PDTT Dorong Program SDGs Desa, Bupati Wonogiri Berikan Apresiasi

Regional
Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Kabupaten Wonogiri Tercepat dalam Pendataan SDGs Desa, Gus Menteri Penasaran

Regional
Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Ditinggali Lebih dari Setengah Abad, Rumah Ini Dapat Bantuan Renovasi dari Pemprov Jateng

Regional
Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Soal Viral Nenek Binah yang Terlantar, Ini Klarifikasi TKSK Tulungagung

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X