5 Fakta Baru Video Porno Siswi MTs Tasikmalaya, Korban Suka Bergaul dan Teror Pelaku

Kompas.com - 20/03/2020, 06:00 WIB
Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, sedang mendampingi korban saat dimintai keterangan kembali di Ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (19/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKetua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto, sedang mendampingi korban saat dimintai keterangan kembali di Ruang Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (19/3/2020).

KOMPAS.com - Polisi terus mendalami kasus dugaan pemerasan bermodus ancaman menyebar video porno seorang siswi MTs di Tasikmalaya, Jawa Barat.

Menurut Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro, tidak ada unsur pemerasan yang dilakukan pelaku (E), terhadap korban.

Namun, pelaku mengancam akan menyebar video porno korban ke teman sekolahnya.

Selain itu, berdasar keterangan dari Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAID) Tasikmalaya, pelaku diduga terlibat sindikat situs konten dewasa di media sosial.

Berikut ini sejumlah fakta baru terkait kasus tersebut:

1. Pelaku ancam teman korban

Polisi Satreskrim Polres Tasikmalaya meminta keterangan saksi korban dan saksi teman korban untuk mengungkap dugaan ancaman terhadap korban melalui teman-temannya.

Dengan didampingi KPAID Tasikmalata, korban dan temannya diperiksa di Mapolres Tasikmalaya. 

"Kami menemukan fakta baru bahwa pelaku mengancam lagi korban melalui teman-temannya pada pesan singkat WhatsApp hari Rabu (18/3/2020) kemarin. Ini sudah disampaikan langsung ke penyidik. Ancaman diberikan ke teman-teman korban dan disampaikan ke korban," jelas Ato kepada wartawan di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Kamis (19/3/2020).

Korban terlihat memberikan keterangan secara jelas dan menunjukkan berbagai bukti percakapan dan video-video adegan dewasa yang dikirim pelaku.

"Kita lengkapi keterangan lagi di saksi korban dan teman korban. Bukti-bukti sedang dikumpulkan," kata Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro, Kamis sore.

Baca juga: Petugas Medis di Sukabumi Terpaksa Pakai Jas Hujan Plastik Tangani PDP Covid-19

2. Tak ada indikasi pemerasan

Menurut Dadang, dari hasil penyelidikan sementara, tak ada unsur pemerasan yang dilakukan E.

"Sejauh ini dari pemeriksaan saksi korban tidak ada indikasi pemerasan, yang bersangkutan suka sama suka. Tidak ada paksaan meminta uang senilai Rp 350.000 sesuai informasi yang sudah beredar sebelumnya," jelas Dadang di ruang kerjanya, Rabu (18/3/2020) sore.

Menurut Dadang, pelaku memang dilaporkan pernah Dadang meminjam uang sebesar Rp 25.000 kepada korban.

"Ada juga pelaku pernah meminjam uang kepada korban sebesar Rp 25.000, tapi sudah dikembalikan," tambah Dadang.

Baca juga: Penyebar Video Porno Siswi MTs Diduga Sindikat Pembuatan Konten Situs Dewasa

 

3. Diduga terlibat sindikat konten dewasa

KPAID Tasikmalaya menduga, pelaku penyebar video korban, terlibat dengan sindikat konten dewasa di media sosial.

"Melihat modus dari pelaku kami mengkhawatirkan dan menduga pelaku adalah bagian dari sindikat pembuatan konten porno anak-anak di situs dewasa. Kasus seperti ini kan sedang marak dan ditemukan seperti di daerah Batam," jelas Ketua KPAID Kabupaten Tasikmalaya Ato Rinanto kepada wartawan, Kamis (19/3/2020).

Baca juga: Video Porno Siswi MTs Tasikmalaya Disebar Pacar, Jumlah Videonya Sudah Tak Terhitung

 

4. Polisi lacak pelaku penyebar video

Setelah melakukan pemeriksaan terhadao saksi korban dan teman saksi korban, polisi memastikan akan melacak pelaku penyebar video.

Pihaknya pun akan segera mengusut kasus yang pertama kali terjadi di Tasikmalaya tersebut.

Selain itu, polisi meminta kepada masyarakat untuk pro-aktif jika menemukan kasus dengan modus seperti yang dialami korban siswi MTs di Kabupaten Tasikmalaya.

"Kalau motif pelaku kita belum tahu, kita masih dalami kasusnya," kata Dadang

Baca juga: Naik Pitam Disebut "Loyo", Seorang Pria di Subang Cekik PSK hingga Tewas

5. Pelaku suka bergaul

Menurut wali kelas korban, Yuki Asmara, saat kasus tersebut menjadi perbincangan, korban sempat masuk sekolah seperti biasa dan tak ada perubahan sikap mencolok. 

"Pasca menyebar korban masih sempat masuk sekolah dan tak ditemukan perubahan sikap apa-apa awalnya. Korban juga sempat ditanya oleh saya sebagai gurunya dan mengaku melakukan itu karena kerap diancam pelaku kalau ibunya akan disantet," jelas Yuki Asmara.

Selama ini, lanjut Yuki, korban tak pernah ditemukan masalah seperti ini dan anaknya bersikap seperti biasa layaknya anak-anak lainnya di sekolah.

Korban pun diketahui suka bergaul dengan teman-temannya dan tak pernah diketahui bermasalah.

Baca juga: Petugas Medis di Sukabumi Terpaksa Pakai Jas Hujan Plastik Tangani PDP Covid-19

(Penulis: Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha, Kontributor Tasikmalaya, Irwan Nugraha | Editor: Aprillia Ika, Farid Assifa)



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

'Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban'

"Kekerasan Seksual Bisa Menimpa Siapa Saja, Tanpa Memandang Apa yang Dikenakan Korban"

Regional
Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Jumlah Kasus Harian Covid-19 Jateng Tertinggi di Indonesia, Begini Respons Ganjar...

Regional
Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Tak Dukung Calon yang Diusung Partai, Demokrat Pecat Seorang Anggota DPRD Manado

Regional
Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Berusaha Kabur, Seorang Pencuri Spesialis Kamar Kos Ditembak Polisi

Regional
Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Aktivitas Gunung Ile Lewotolok Lembata Terus Meningkat, Warga Diimbau Pakai Masker

Regional
Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Pengelola Wisata di Aceh Tengah Tewas Dikeroyok Sekelompok Pemuda, Ini Penyebabnya

Regional
Video 'Hancurkan Risma' Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Video "Hancurkan Risma" Viral, Balai Kota Surabaya Dipenuhi Karangan Bunga

Regional
Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat 'Most Engaging' Pemprov

Bagikan Informasi Secara Efektif, Babel Sandang Predikat "Most Engaging" Pemprov

Regional
Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Ingatkan Bahaya Covid-19 kepada Pimpinan Ponpes, Bupati Sumedang: Vaksinnya Belum Ada

Regional
Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Gunung Ile Lewotolok Meletus, Polisi Evakuasi Warga dan Gendong Lansia

Regional
Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Kasus Covid-19 Masih Tinggi, Pemkot Pekanbaru: Masyarakat Abaikan Protokol Kesehatan

Regional
Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Kisah Pilu Nyilat, Seberangi Sungai Sembari Bawa Sepeda Motor, Tenggelam dan Meninggal

Regional
Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Keluarga Anggota Klub Moge yang Keroyok Anggota TNI Minta Maaf, Mengaku Diteror di Medsos

Regional
Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Seorang Istri Bacok Suaminya Saat Tidur, Penyebabnya Diduga karena Cemburu

Regional
Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Tak Pernah Cekcok, Istri Tiba-tiba Bacok Suami, Diduga karena Curiga Dimadu

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X