Mabuk Arak, Remaja di Grobogan Perkosa Gadis di Bawah Umur

Kompas.com - 19/03/2020, 22:46 WIB
Ilustrasi korban pemerkosaan KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIWOHOIlustrasi korban pemerkosaan

GROBOGAN, KOMPAS.com - DA (17), remaja asal Kecamatan Penawangan, Grobogan, Jawa Tengah, ditangkap polisi lantaran memperkosa gadis di bawah umur, WN (14).

"Kami amankan pelaku kemarin di rumahnya atas dugaan pemerkosaan. Pelaku tak berkutik dan mengakui perbuatan bejatnya," ujar Kapolsek Penawangan AKP Saptono Widyo saar dihubungi Kompas.com, Kamis (19/3/2020).

Baca juga: Pemerkosaan oleh Ayah dan Paman di Sumsel Terungkap Saat Korban Punya Pacar

Dia mengatakan, penangkapan tersebut atas laporan korban didampingi orangtuanya ke Mapolsek Penawangan.

"Awalnya pelaku mengubungi korban melalui handphone dan mengajak ke rumah temannya di wilayah Kecamatan Penawangan," tuturnya.

Mengendarai sepeda motor, pelaku menjemput korban di kediamannya.

Sebelumnya melaksanakan aksinya, pelaku bersama temannya menenggak minuman keras jenis arak, Senin (16/3/2020) malam.

"Saat itu kondisi rumah teman pelaku memang sedang sepi," ujarnya.

Baca juga: Polisi Akan Gelar Perkara Kasus Pemerkosaan yang Dilakukan Oknum PNS Papua

Tak lama berselang. teman pelaku keluar karena ada keperluan mendadak.

"Dalam kondisi mabuk pelaku memperkosa korban," ujarnya.

Atas perbuatannya, pelaku djerat Pasal 81 UU RI Nomor 35 Tahun 2004 atas perubahan UU RI.No 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman kurungan penjara minimal lima tahun.

"Kami masih mendalami kasus ini. Korban dan pelaku masih di bawah umur," pungkasnya.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Gelar Rapid Test dan Swab Massal, Hasilnya 127 Warga Surabaya Reaktif, 8 Positif

Regional
Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Gara-gara Pakai APD, Petugas Medis yang Jemput PDP Kabur Nyaris Diamuk Warga

Regional
Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Nekat Curi Gabah Tetangga untuk Bermain Game Online, Pria Ini Babak Belur dan Terancam Hukuman 7 Tahun Penjara

Regional
Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Petugas Ber-APD Dibentak, Diusir, dan Hampir Diamuk Warga Saat Evakuasi PDP yang Kabur

Regional
Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Akhirnya, Mobil PCR yang Membuat Risma Mengamuk, Tiba di Surabaya

Regional
Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Singgung Soal Riwayat Pendidikan Jokowi di Media Sosial, Pria Ini Diamankan Polisi

Regional
Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Dramatis, Polisi Ketakutan Saat Dihadang dan Dipeluk Keluarga Pasien Positif Corona yang Kabur

Regional
Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Gempa 5,7 M Guncang Melonguane di Sulawesi Utara, Tak Berpotensi Tsunami

Regional
Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Pria Lumpuh Tewas Terbakar Saat Istri Diisolasi karena Pulang dari Zona Merah Covid-19

Regional
Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Teror Diskusi CLS UGM Yogya: Rumah Digedor, Diancam, hingga Didatangi

Regional
Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Pura-pura Jual Kulkas di Medsos, Pasutri Tipu Ibu Rumah Tangga

Regional
Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Jokowi Sambut New Normal, Ini Kata Sejumlah Kepala Daerah

Regional
Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Ragam Alasan Pengendara Pergi ke Puncak, Ingin Sate Maranggi hingga Sekadar Cari Angin

Regional
Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Ada 36 Ribu Warga Blora Pulang Kampung karena Faktor Ekonomi dan Ketidakjelasan Nasib

Regional
Saat 'New Normal', Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Saat "New Normal", Kendaraan Luar Daerah Tetap Dibatasi Masuk ke Kota Malang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X