KILAS DAERAH

Kilas Daerah Jawa Tengah

Cari Solusi Hadapi Virus Corona, Ganjar Kumpulkan 11 Pakar

Kompas.com - 19/03/2020, 17:59 WIB
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam salah satu kesempatan. DOK. Humas Pemprov JatengGubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dalam salah satu kesempatan.

KOMPAS.com – Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Ganjar Pranowo menegaskan, pihaknya tengah mencari solusi yang tepat untuk mengatasi virus corona (Covid-19) yang kini sudah jadi pandemi global.

Untuk itu, dia pun mengumpulkan 11 pakar guna berdiskusi dan menyusun rencana aksi mengatasi merebaknya virus corona di Jateng, Kamis (19/3/2020).

Adapun, 11 pakar tersebut terdiri dari ahli virus, epidemolog, dokter gizi, klinisi, hingga ahli paru-paru.

"Kami sedang mencari solusi yang tepat. Saya ingin kita melawan virus ini. Jangan ngumpet!" katanya seperti keterangan tertulis yang diterima Kompas.com.

Gubernur berambut putih ini pun menganalogikan kehadiran virus tersebut seperti tentara Belanda yang dulu menyerbu Tanah Air.

Baca juga: Ratusan Polisi yang Kenakan Hazmat Akan Sterilkan Pusat Keramaian di Jateng

“Mereka datang dengan bersenjata lengkap, ada senjata api hingga membawa meriam. Sementara itu, tentara Indonesia hanya memiliki bambu runcing,” ujarnya.

Lalu, dia menyebut, bersembunyi pun tidak akan ada gunanya jika tidak ada kekompakan, dan justru hanya akan menjadi bom waktu.

"Sekarang yang kita butuhkan adalah baju anti peluru. Untuk menghadapi virus Corona ini, baju anti peluru-nya apa? Kondisi tubuh yang fit," ungkapnya.

Sementara itu, hadir mendampingi Ganjar, Wakil Gubernur Tak Yasin Maimoen dan Ketua Gugus Tugas atau tim pelaksana tanggap Corona Jateng yang juga Pj Sekda Heru Setiadi.

Mereka pun mendengar paparan satu persatu dari para ahli

Baca juga: Ini 7 Rumah Sakit di Jateng untuk Tes Corona, Ganjar: Tak Ada Biaya

Data valid persebaran Covid-19 di Jateng

Pada kesempatan yang sama, Ganjar juga menyebut saat ini pakar memerlukan data valid terkait persebaran Covid-19 di Jateng.

Untuk itu, dia pun mengatakan pihaknya telah menyiapkan berbagai kanal yang siap menyajikan hal itu.

Namun, Ganjar menganjurkan para pakar itu untuk berkomunikasi intens dengan Dinas Kesehatan Jateng agar mendapatkan informasi yang lebih detail.

"Mereka butuh data dan transparansi, menyiapkan siapa dirawat di mana. Akan kita kembangkan minimal sampai desa atau kelurahan mana,” terangnya.

Berhubungan dengan itu, dia pun mempertanyakan kesiapan masyarakat untuk mengisolasi diri.

Baca juga: Ganjar Minta Rumah Sakit di Jawa Tengah Batasi Penjenguk Pasien

“Apakah masyarakat siap untuk mengisolasi diri? Nah, masyarakat mesti teredukasi dengan baik," tuturnya.

Oleh karena itu, Ganjar bakal menggandeng bupati dan wali kota untuk bergerak serentak mengedukasi masyarakat agar berjalan efektif.

“Nantinya mereka bisa menggerakkan kepala desa sampai tingkat RT. Kalau kami mau menggerakkan masyarakat saya meminta pakar, saya menggandeng dokter yang akan menerjunkan relawan," katanya.

Saran untuk pemerintah

Sementara itu, pakar virus dari Universitas Diponegoro Semarang, Evi menyarankan pemerintah agar mengedepankan langkah preventif dalam penangkalan virus corona.

Baca juga: Hoaks soal Corona Marak, Ganjar: Cepat Sekali Persebarannya Seperti Virus

Dia menjelaskan, langkah pertama adalah memperkuat daya tahan tubuh dan menerapkan pola hidup sehat.

Langkah selanjutnya dengan membunuh virus tersebut yang menempel di luar tubuh. Dia pun merekomendasikan agar masyarakat menjaga kebersihan hingga rajin olahraga.

"Cara membunuh virus itu setidaknya dengan dua cara itu. Untuk yang poin kedua, artinya kita bunuh sebelum masuk atau bahkan menempel di tubuh kita,” jelasnya.

Evi menjelaskan, cara kedua bisa dilakukan dengan sering cuci tangan dan mengelap benda-benda yang dicurigai telah terjadi kontak dengan korban positif menggunakan alkohol atau air sabun.

Baca juga: Tangkal Corona, Pimpinan Komisi IX Sebut Komunikasi Intensif Pemerintah Sangat Dibutuhkan

Langkah preventif selain menjaga daya tahan tubuh dan menerapkan hidup sehat adalah dengan mengonsumsi makanan yang seimbang.

Pada kesempatan yang sama, Dokter Gizi Elisa menjelaskan, makanan seimbang tersebut tercermin dalam tumpeng seimbang.

Tumpeng seimbang tersebut dimulai dari olahraga, mengonsumsi karbohidrat, protein, buah dan sayuran, serta mencukupi konsumsi gula dan garam.

"Maka ini ada tumpeng keseimbangan untuk kita melawan," katanya.

Penjelasan tentang Covid-19

Selain itu, Evi juga menjelaskan perihal virus corona yang hingga kini belum ada satu pun vaksin yang bisa menangkalnya.

Baca juga: Mengenal Obat Flu Avigan yang Diklaim Efektif Lawan Virus Corona

Dia menerangkan, perkembangan Covid-19 sangat cepat sebab satu virus pun bisa membuat seribu mutasi.

“Bahkan, virus ini juga bisa berubah sikap kalau kita biarkan berkembang di masyarakat. Bisa melunak atau mengganas,” ungkapnya.

Evi mengatakan Covid-19 merupakan virus yang menyerang saluran pernafasan atas.

“Kalau saluran pernafasan atas yang diserang, maka virus ini bisa keluar dengan hanya bersin, batuk atau bahkan hanya dengan bicara,” jelasnya.

Dia menambahkan, hal ini berbeda dengan virus corona sebelumnya, yaitu SARS, yang bisa keluar melalui batuk.

Baca juga: Apa Itu Virus Corona, yang Jadi Penyebab Penyakit Covid-19, MERS, dan SARS?

“Jadi Covid-19 (corona yang baru) ini lebih mudah menular. Tapi kebanyakan orang tidak sadar telah menularkan," katanya.

Baca tentang

Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Jadi Percontohan Nasional, Seleksi Anggota Paskibraka Jateng Gandeng BPIP

Regional
Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Gerakan Perekonomian Jabar, Disparbud Setempat Gelar Gekraf 2021

Regional
Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Khawatir Krisis Pangan, Wagub Jabar Minta Petani Tidak Alih Fungsikan Sawah

Regional
Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Teken MoU dengan Tourism Malaysia, Jaswita Jabar: Kerja Sama Ini Menguntungkan

Regional
Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Tinjau Penataan Kawasan Candi Borobudur, Ganjar: Progresnya Bagus

Regional
Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Bebas Penyakit Frambusia, Kota Madiun Raih Penghargaan dari Kemenkes

Regional
Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Begini Respons Wali Kota Maidi Usai Dapat Penghargaan Pembina K3 Terbaik

Regional
Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Program Pemberdayan Hidroponik di Sulsel Diapresiasi Dompet Dhuafa, Mengapa?

Regional
Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Dukung Pemerintah, Shopee Hadirkan Pusat Vaksinasi Covid-19 di Bandung

Regional
Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Lewat EDJ, Pemrov Jabar Berkomitmen Implementasikan Keterbukaan Informasi Publik

Regional
Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Pemkot Tangsel Sampaikan LPPD 2020, Berikut Beberapa Poinnya

Regional
Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Kang Emil Paparkan Aspirasi Terkait RUU EBT, Berikut 2 Poin Pentingnya

Regional
Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Diluncurkan, Program SMK Membangun Desa di Jabar Gandeng 27 Desa

Regional
Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Ganjar Ingatkan Para Guru Berikan Contoh Disiplin Terapkan Prokes

Regional
Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Pembunuh Berantai di Kulon Progo Ternyata Residivis Kasus Pencurian

Regional
komentar di artikel lainnya