Ini Alasan Misa Penahbisan Uskup Ruteng Tak Bisa Ditunda

Kompas.com - 19/03/2020, 12:21 WIB
Misa penahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng digelar di Gereja Katedral Ruteng, Manggarai, NTT, Kamis (19/3/2020). KOMPAS.com/Markus MakurMisa penahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng digelar di Gereja Katedral Ruteng, Manggarai, NTT, Kamis (19/3/2020).

RUTENG, KOMPAS.com - Bupati Manggarai, Flores, NTT, Deno Kamelus mengatakan, sangat sulit untuk menunda upacara penahbisan Uskup Keuskupan Ruteng Mgr Siprianus Hormat.

Sebelumnya, Ketua Gugus Tugas Percepata Penanganan Virus Corona Doni Monardo meminta Keuskupan Ruteng, Manggarai, NTT, menunda acara penahbisan Mgr Siprianus Hormat sebagai Uskup Ruteng untuk mencegah penularan virus corona.

Kamelus menuturkan, acara itu sulit ditunda lantaran sudah terjadwal beberapa bulan lalu.

Baca juga: Meski Diminta Ditunda, Penahbisan Uskup Ruteng Tetap Digelar dengan 1.500 Umat Hadir

Upaya pencegahan terhadap virus corona, kata Kamelus, tetap dilaksanakan oleh Pemerintah Kabupaten Manggarai yang siaga di lapangan.

Kebijakan dari pemerintah pusat tetap dilaksanakan dengan baik, di mana seluruh umat yang hadir dicek dengan alat thermogun.

Umat juga diberikan hand sanitizer oleh petugas Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai.

Umat Katolik yang hadir dalam perayaan misa ini kurang lebih 1.500 orang.

"Pemerintah Daerah Kabupaten Manggarai terus melaksanakan kebijakan dari pemerintah pusat terhadap penanganan dan pencegahan Covid-19," ujar Kamelus, di depan pintu masuk Gereja Katedral Ruteng, Kamis (19/3/2020).

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X