Kompas.com - 19/03/2020, 08:17 WIB
Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Manado melaksanakan rapat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (16/3/2020) Dok. Facebook Pemhum Pemkot ManadoTim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Manado melaksanakan rapat di Ruang Serbaguna Kantor Wali Kota Manado, Senin (16/3/2020)

MANADO, KOMPAS.com - Pasien dalam pengawasan (PDP) berkaitan dengan virus corona atau Covid-19 yang diisolasi di Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Kandou Manado, Sulawesi Utara, bertambah tiga orang, Rabu (18/3/2020).

Jadi, sudah ada lima orang PDP yang saat ini diisolasi.

Jika ditambah dengan satu pasien positif setelah hasil sampel tahap kedua dinyatakan negatif corona, total enam pasien yang saat ini dirawat di ruang isolasi RSUP Kandou.

Baca juga: Satgas Covid-19: Satu PDP Corona di Sumut Meninggal, Profesinya Dokter

Juru bicara Satgas Covid-19 Sulawesi Utara dr Steven Dandel mengatakan, tiga orang PDP baru masuk.

"Petugas kami sudah melakukan investigasi dan betul mereka masuk kriteria PDP, akan dilaporkan ke Kementerian Kesehatan. Ketiga orang ini sudah diambil sampelnya, kita tinggal menunggu hasil konfirmasi," ujarnya.

Kepala Bidang Pengendalian dan Pemberantasan Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sulut ini menjelaskan, satu dari lima orang PDP ada terhubung dengan kasus yang sebelumnya terkonfirmasi positif.

"Artinya, satu orang PDP ini masuk kriteria kontak erat resiko tinggi atau punya riwayat kontak dengan pasien terkonfirmasi," jelas Steven.

Menurut Steven, satu orang PDP ini merupakan istri dari pasien yang sebelumnya positif.

"Kenapa dia masuk kriteria kontak erat resiko tinggi? Karena sejak pasien yang sebelumnya postif dirawat di ruang isolasi, dia tidak meninggalkan suaminya. Dia harus merawat. Otomatis dia jadi kontak erat resikio tinggi," sebutnya.

Baca juga: Di Sukabumi Belum Ada Warga Positif Corona, 9 Warga PDP Corona, 27 ODP Corona

Dia juga mengatakan, hari ini ada peningkatan kasus yang lumayan tajam di seluruh Indonesia terkait Covid-19.

Ini menjadi perhatian dari seluruh stakeholder pemerintah pusat, Kementerian Kesehatan, dan stagas pusat untuk bagaimana mengambil langkah-langkah lebih lanjut terkait mencegah penyebaran Covid-19 ini.

"Untuk itu, kita harus bersabar menunggu hasil pemeriksan dari mereka. Karena sampai sekarang masih satu laboratorium, sembilan laboratorium masih dipersiapkan oleh pemerintah. Kita berharap ini cepat beroperasi dan kemudian kita bisa mendapatkan hasil lebih cepat," ujarnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Beberapa Titik di Medan Dilanda Banjir, Bobby Pastikan Warga Terdampak Tak Kekurangan Pangan

Regional
Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Bupati Bener Meriah Alami Pecah Pembuluh Darah, Dibawa ke Medan

Regional
Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Hari Pertama Lebaran, Bobby dan Kahiyang Datangi Lokasi Banjir Luapan Sungai Deli

Regional
Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Gelar Open House Virtual, Ganjar Sapa Warga Jateng di Banten hingga Sudan

Regional
Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Penyakit Syaraf Kambuh, Bupati Bener Meriah Dilarikan ke Medan

Regional
H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

H-1 Lebaran, Mensos Berikan Santunan Rp 285 Juta Kepada Korban Longsor di Solok

Regional
12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

12 Korban Tewas Longsor di Tapanuli Selatan Dapat Santunan Rp 180 Juta dari Kemensos

Regional
Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Batasi Akses Keluar Masuk Medan, Walkot Bobby Tinjau Lokasi Penyekatan

Regional
Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Kabel Optik Telkom Sarmi-Biak Terputus, Pemprov Papua Tetap Upayakan Layanan E-Government

Regional
Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Warga Kampung Nelayan Keluhkan Banjir, Walkot Bobby Instruksikan Bangun Tanggul

Regional
Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Ridwan Kamil Lelang 4 Paket Premium Produk Kolaborasi Bersama Merek Lokal

Regional
Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Jelang PON XX 2021, Pemprov Papua Buat Tim Kecil untuk Koordinasi

Regional
Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Polemik Karantina WNI, Bobby Sesalkan Informasi Tidak Benar dari Pemprov Sumut

Regional
Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Jelang Lebaran, Dompet Dhuafa Fasilitasi Pernikahan Santri Muallaf di Tangsel

Regional
Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi 'Landscape' Menarik

Ganjar Yakin Masjid Agung Purwokerto Bakal Jadi "Landscape" Menarik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X