Kompas.com - 18/03/2020, 21:00 WIB
Petugas KKP Pelabuhan Makassar saat menyemprotkan cairan disinfektan di kapal pelni KM Lambelu, Selasa (17/3/2020). KOMPAS.COM/HIMAWANPetugas KKP Pelabuhan Makassar saat menyemprotkan cairan disinfektan di kapal pelni KM Lambelu, Selasa (17/3/2020).

MAKASSAR, KOMPAS.com - Ratusan warga negara asing (WNA) dari berbagai negara mengikuti pertemuan umat muslim dunia yang bakal digelar di Desa Pakkatto, Kecamatan Bontomarannu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan pada 19 Maret 2020 hingga 22 Maret 2020.

Dari data yang dihimpun Kompas.com, ada 411 warga negara asing dari 9 negara yang sudah berada di Kabupaten Gowa.

Sebelum masuk ke Kabupaten Gowa, ratusan WNA tersebut tiba di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin Makassar.

Baca juga: Cegah Virus Corona, Ulama Al-Azhar Mesir Keluarkan Fatwa Salat di Rumah

Kepala Kantor Imigrasi Kelas 1 Makassar Andi Pallawarukka membenarkan, sejak akhir Februari, WNA tersebut masuk ke Makassar.

Umumnya, mereka yang terbang langsung dari negaranya menuju Bandara internasional Sultan Hasanuddin Makassar merupakan WNA dari Malaysia.

Sementara WNA asal Thailand transit ke Malaysia sebelum tiba di Makassar.

"Yang dari Malaysia itu melalui Bandara Sultan Hasanuddin beberapa hari yang lalu sebelum ada lockdown dari pemerintah Malaysia," kata Pallawarukka kepada Kompas.com saat dihubungi, Rabu (18/3/2020) malam.

Baca juga: Imbas Corona, PBNU Tunda Pelaksanaan Musyawarah Alim Ulama

Pallawarukka menyebut mayoritas WNA selain dari kedua negara tersebut masuk ke Indonesia tidak langsung menuju Bandara Sultan Hasanuddin.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Disnaker Jabar Siap Awasi Pembagian THR oleh Perusahaan

Regional
Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Terkait Fokus Kelola Anggaran, Bupati Jekek: Sudah Lewat 5 Program

Regional
Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Emil Respons Positif Kerja Sama PT Agro Jabar dengan PT Agro Serang

Regional
Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Jabar Jadi Provinsi Terbaik Penerapan PPKM Mikro, Kang Emil: Ini Tanda Kerja Keras Kita Konkret

Regional
Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Soal Gerakan Cinta Zakat, Ganjar: Manfaatnya Hebat

Regional
Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Ridwan Kamil: Gerakan Pramuka Harus Tumbuhkan Jiwa Kepemimpinan

Regional
Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Semarang Jadi Kota Terbaik di PPD Jateng, Hendi: Kita Kawal untuk Realisasi Program

Regional
Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Wujudkan Masyarakat Maju, Bupati dan Wabup Wonogiri Siapkan 7 Program

Regional
Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Pembangunan Kereta Cepat Sudah 70 Persen, Kang Emil: Perlu Dibangun Flyover

Regional
Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Bandang NTT, Ganjar: Ini Bagian dari Spirit Kebersamaan Kita

Regional
Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Ingin Kompetensi Masyarakat Berkembang, Pemprov Jabar Dukung Program Kartu Prakerja

Regional
Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Hadiri Rakerda Jabar Bergerak, Kang Emil: Terus Jalankan Regenerasi

Regional
Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Ceramah Ramadhan Tak Boleh Lama-lama, Materi Ceramah Akan Diatur Pemda

Regional
Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Dedi Mulyadi Menangis Dapati Seorang Ibu Tua Melamun Tak Punya Beras

Regional
Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Cegah Kerumunan, Prosesi Dugderan di Kota Semarang Berjalan Sederhana

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X