Divonis Mati, Pembunuh dan Pemerkosa Gadis ABG di Lebak Tak Ajukan Banding

Kompas.com - 18/03/2020, 18:35 WIB
Tiga pelaku pembunuh remaja 13 tahun di Lebak, Banten usai dibawa ke Polda Banten setelah ditangkap di dua tempat berbeda di Palembang, Sumatera Selatan dan Lebak, Banten 4 September 2019 lalu. KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINTiga pelaku pembunuh remaja 13 tahun di Lebak, Banten usai dibawa ke Polda Banten setelah ditangkap di dua tempat berbeda di Palembang, Sumatera Selatan dan Lebak, Banten 4 September 2019 lalu.

LEBAK, KOMPAS.com - Terdakwa kasus pembunuhan dan pemerkosaan remaja 13 tahun asal Suku Baduy Lebak, Saeful alias Ipung, pasrah setelah divonis hukum mati.

Kepada penasihat hukum, dia meminta untuk tidak mengajukan banding setelah sidang putusan di Pengadilan Rangkasbitung, Rabu (17/3/2020).

"Pasrah, minta diterima saja, ketika ditanya untuk pikir-pikir, dia ngotot bilang, sudah terima saja, Pak," kata kuasa hukum terdakwa Saeful, Koswara Purwasasmita kepada Kompas.com, melalui sambungan telepon, Rabu (18/3/2020).

Menurut Koswara, Saeful menunjukkan raut muka sedih saat putusan hukum mati dibacakan oleh Majlis Hakim. Namun demikian, Ipung menerimanya.

Baca juga: Pembunuh dan Pemerkosa Gadis 13 Tahun di Lebak Divonis Hukum Mati

Koswara mengira, Saeful dalam kondisi frustasi, apalagi sejak awal sidang hingga putusan, tidak ada satupun pihak keluarga yang datang ke pengadilan.

"Mungkin emosi, apalagi pihak keluarga nggak ada yang datang, mangkanya frustasi nggak ada dorongan," kata dia.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun demikian, kata dia, Koswara dan tim selaku kuasa hukum yang ditunjuk negara untuk mendampingi terdakwa akan mengupayakan banding.

Oleh hakim, terdakwa diberi waktu satu minggu untuk pikir-pikir.

"Kita akan upayakan banding, apalagi tindakan yang dilakukan tidak ada unsur berencana, kalau enggak banding nanti langsung dieksekusi, kasihan," kata dia.

Dilaporkan sebelumnya, terdakwa pemerkosa dan pembunuh gadis Suku Baduy, Saeful alias Ipung divonis hukuman mati dalam sidang putusan yang digelar di Pengadilan Negeri Rangkasbitung, Selasa (17/3/2020).

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Berkat Ganjar, Gaji Guru Honorer yang Dahulu Rp 200.000 Kini Rp 2,3 Juta

Regional
Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Dukung UMKM Jabar, Kang Emil Ikut Mendesain dan Pasarkan Produk di Medsos

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.