Polisi: Video Porno Siswi MTs Tasikmalaya yang Disebar Pacar, Dilakukan Suka Sama Suka

Kompas.com - 18/03/2020, 17:04 WIB
Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro di ruang kerjanya, Rabu (18/3/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHAKepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro di ruang kerjanya, Rabu (18/3/2020).

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Kota tengah menyelidiki kasus beredarnya rekaman video porno live siswi salah satu Madrasah Tsanawiyah (MTs) di Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (18/3/2020).

Sesuai keterangan hasil pemeriksaan beberapa orang saksi termasuk korban diketahui rekaman adegan porno lewat video call WhatsApp dilakukan suka sama suka bersama mantan pacar korban selama ini.

"Setelah menerima keterangan laporan dari orangtua korban kemarin, adegan video (porno) itu dilakukan atas dasar suka sama suka dengan mantan pacarnya," jelas Kepala Satreskrim Polres Tasikmalaya Kota AKP Dadang Sudiantoro kepada wartawan di Mako Polres Tasikmalaya Kota, Rabu (18/3/2020) sore.

Meski demikian, Kepolisian akan memburu pelaku sekaligus mantan pacar korban yang telah sengaja menyebarkan konten porno dan diduga telah melanggar Undang-undang ITE.

"Tetap saja ini masuk unsur dan kasusnya masih dalam pendalaman," ujar Dadang.

Baca juga: Video Porno Siswi MTs Tasikmalaya Disebar Pacar, Jumlah Videonya Sudah Tak Terhitung

Direkam tanpa sepengetahuan korban

Hari ini, tambah Dadang, pihaknya telah memeriksa saksi-saksi lainnya termasuk meminta keterangan dari saksi korban itu sendiri.

Adapun pelaku sesuai keterangan saksi, diduga telah secara sengaja menyebarluaskan video adegan porno korban via video call yang sengaja selama ini direkam tanpa sepengetahuan korban.

"Identitas pelaku sebagaimana keterangan korban berinisial E. Namun, sesuai keterangan korban nomor dan akun media sosial-nya sudah diketahui. Kita masih mendalami kasus ini," tambah Dadang.

Baca juga: KPAID: Siswi MTs Tasikmalaya yang Video Pornonya Tersebar Alami Trauma Mendalam

Selanjutnya, pihaknya pun tengah mengumpulkan bukti-bukti video rekaman korban yang telah disebar luaskan oleh pelaku selama ini.

Selain itu, pihaknya pun tengah memeriksa beberapa orang saksi lagi terkait kasus ini terutama teman-teman pelaku yang selama ini mengetahui penyebaran video porno korban.

"Kita juga terus menambahkan keterangan-keterangan saksi lainnya. Sampai sekarang, kita juga menunggu bukti-bukti video dari pihak pelapor," pungkasnya.

Baca juga: Kasus Live Video Porno Siswi MTs Tasikmalaya, Pelaku Kerap Ancam Santet Ibu Korban

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Kasus Covid-19 Melonjak, Pemkab Boyolali Tambah Rumah Sakit Rujukan

Regional
Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Komplotan Pencuri Gunakan Google Maps Cari Rumah yang Akan Dibobol

Regional
Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Takut Hasilnya Reaktif, Petugas KPPS Pilkada di Jateng Tolak Rapid Test

Regional
'Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?'

"Menghancurkan secara Fisik atau Menghancurkan Program Bu Risma yang Sudah 10 Tahun Dilakukan?"

Regional
Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Tim Covid-19 Gadungan Tipu Warga Padang, Curi Ratusan Juta untuk Foya-foya

Regional
Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Janin Bayi Dalam Kantong Plastik Ditemukan Menggantung di Pintu Masjid

Regional
Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Mayat Perempuan di Pinggir Jalur Pantura Ternyata Tewas Dibunuh Suaminya

Regional
Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Tak Disiplin Isolasi Mandiri, Pasien Covid-19 di Boyolali Tulari 24 Warga

Regional
Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Aksi Demo di Sorong Ricuh, 3 Brimob dan 1 Jurnalis Terluka Terkena Lemparan Batu dan Botol

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 27 November 2020

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 27 November 2020

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 27 November 2020

Regional
Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Sejumlah Pejabat Jalani Swab Tes Usai Walkot Samarinda Positif Covid-19, Semua Negatif

Regional
Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Polisi Tangkap Warga Kota Palopo Penjual Tramadol di E-Commerce

Regional
Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Cerita dari Warga Suku Togutil yang Mendapat Manfaat dari BPJS Kesehatan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X